Dua Kubu di Kwamki Narama Sepakat Damai, Lakukan Patah Panah dan Belah Kayu


Foto bersama pemerintah daerah dan pihak keamanan seusai melakukan pertemuan dengan kedua kubu.

MIMIKA, BM

Kedua kubu yang bertikai di Kwamki Narama akhirnya bersepakat damai dan akan melakukan proses patah panah dan bela kayu pada tanggal 12 Januari 2026 mendatang.

Bupati Mimika, Johannes Rettob menyampaikan bahwa proses panjang guna mendamaikan kedua kubu ini akhirnya menemui titik terang.

"Hari ini sudah dinyatakan perdamaian yang dibuat dalam bentuk berita acara tetapi nanti ditandatangani di hari Senin mendatang. Sesudah perdamaian hari ini nanti akan ditindaklanjuti dengan patah panah dan belah kayu sebagai adat,"katanya saat memberikan keterangan kepada awak media, Jumat (09/01/2026).

Pada momen ini, Bupati John juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang sudah terlibat dalam proses perdamaian.

Wakil Bupati Puncak Naftali Akawal mengucapkan terimakasih kepada kedua kubu yang sudah menyampaikan keputusan menuju perdamaian.

"Semoga hari Senin mendatang semua berjalan aman. Kemudian nanti selesai semua proses mereka harus kembali ke daerah mereka masing-masing," ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut Plt Sekda, Nenu Tambuni memberikan apresiasi karena hari ini adalah titik terang dimana kedua belah pihak akan melakukan perdamaian.

Menurutnya, kolaborasi Pemda Mimika dan Puncak dalam upaya mengumpulkan dan menyatukan kedua belah pihak untuk perdamaian sangkat berdampak positif. Kedua belah pihak pada akhirnya Memilih untuk berdamai terlebih dahulu. 

 

"Setelah itu ada tahapan lainnya yaitu perbersihan darah kemudian bayar kepala. Kita juga dari pemerintah sudah siapkan surat pernyataan untuk mereka mau damai dan pernyataan ini tidak hanya dari pemerintah tapi betul-betul dari isi hati mereka," ujarnya.

Dikat akan penandatangan perdamaian nanti akan di lakukan di lokasi yang sudah mereka tentukan, dimana lokasi itu menjadi perbatasan pada saat perang.

"Jadi mereka kedua belah pihak sepakat patah panah dan bela kayu dilokasi itu. Setelah itu tahapan berikutnya dimana kedua belah pihak akan lakukan sesuai ritual adat yaitu pembersihan darah dan bayar kepala, itu urusan mereka,"kata Plt Sekda Puncak. (Ignasius Istanto)

Top