Workshop Puskesmas BLUD : Pelayanan Kesehatan di Pesisir dan Pegunungan butuh Kolaborasi, Inovasi dan Kreativitas Bersama


Foto bersama para peserta Workshop dengan Bupati Mimika Johannes Rettob

MIMIKA, BM

Bupati Mimika Johannes Rettob menghadiri Workshop Penerapan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pada Fasilitas Kesehetan di Lingkup Pemda Mimika.

Workshop ini diselenggarakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika di Horison Diana, Rabu (20 Mei 2026) diikuti juga oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Bougenvil.

Di Workshop ini panitia menghadirkan narasumber dari Dirjen Bina Keuangan Daerah Kementerian DalamNegeri RI yang merupakan Akademisi dari LPPSP Universitas Indonesia.

Sementara tema Workshop yaitu Penguatan Kepedulian Puskesmas Untuk Pelayanan Kesehatan Prima di puskesmas pesisir dan pegunungan.

Bupati Mimika Johannes Rettob kepada para pegawai Dinas Kesehatan Boven Digoel dan narasumber mengatakan, Mimika memiliki 26 puskesmas dan 13 diantaranya telah menjadi BLUD.

Ia mengatakan, Puskesmas BLUD mengharuskan Pemda memiliki tenaga kesehatan yang banyak dan harus didukung dengan SDM yang memadai.

“Ini tanggungjawab pemkab. Kita harus punya fasilitas yang cukup dan SDM harus punya banyak keahlian. Kita punya banyak fasilitas untuk kepentingan puskesmas tapi ada beberapa yang belum kita distribusikan ke puskesmas karena situasi dan kondisi,” ungkapnya.

Bupati mengatakan Pemda Mimika senantiasa memperhatikan kesehatan yang sesuai dengan visi misi Mimika harus sehat.

“Kita terus usahkan masyarakat harus sehat. Karena kalau sehat, dia bisa sekolah dan menjadi cerdas maka dia akan jaga kesehatan dan kenyamanannya. Target kita adalah bagaimana masyarakat ini bisa sejahtera dan semua berawal dari kesehatan,” ungkapnya.

Menurut Bupati, Workshop ini penting dilakukan sebagai penguatan bagi tenaga kesehatan baik untuk nakes Mimika maupun juga nakes asal Kabupaten Boven Digoel.

“Saya berharap melalui workshop ini seluruh peserta dapat kemperoleh pemahaman yang lebih baik untuk berproses menjadi puskesmas BLUD sekaligus saling berbagi pengalaman dan praktek dalam impelemntasi BLUD yang sesuai dengan daerah masing-masing,” harapnya.

Ia mengatakan, puskesmas sebagai garda terdepan pelayanan kesehatan harus didukung dengan tata kelola yang baik, profesional dan aktif terhadap kebutuhan masyarakat.

Walau demikian, Bupati JR juga mengatakan, ada banyak tantangan pelayanan kesehatan di wilayah pesisir maupun pegunungan.

Pelayanan di sana membutuhkan kolaborasi, inovasi, kreativitas dan komitmen barsama agar masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang tetap, merata dan berkualitas.

“Sekarang kita berusaha bagaimana fasilitas kesehatan harus mendekatkan ke masyarakat. Kalau puskesmas jauh kita usahakan supaya transportasi yang baik, akses cepat. Ini target kami supaya masyarakat tidak susah,” ungkapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Godfried Maturbongs mengatakan pegawai Dinas Kesehatan Boven Digoel mengikuti workshop ini karena mereka juga ingin puskesmas mereka menjadi BLUD.

“Mereka kesini karena mereka ingin bagaimana puskesmas mereka bisa menjadi BLUD. Sampai saat ini semua puskesmas di Boven Digoel belum ada peningkatan jadi BLUD.

Kegiatan workshop ini juga menurutnya merupakan kegiatan rutin guna memberikan penguatan kepada para kepala puskesmas BLUD sekaligus mempersiapkan puskesmas yang nantinya menjadi BLUD.

“Keuntungan menjadi puskesmas BLUD itu, pertama mereka punya uang, mereka kelola kemudian mereka pertanggungjawabkan sendiri. Artinya bahwa pemerintah sudah tidak terlalu berpikir lagi tentang mereka walaupun pasti ada perhatian dari pemerintah,” ungkapnya.

Kadis Kesehatan Mimika juga mengakui pihaknya berkomitmen membantu Dinas Kesehatan Boven Digoel untuk mengupgrade status menjadi puskesmas BLUD.

“Saya sudah berkomunikasi dengan kadis kesehatan Boven Digoel, sebenarnya tidak sulit. Yang dibutuhkan sekarang itu adalah kita bisa berkolaborasi. Artinya kalau mereka mau, kita Mimika bersedia,” ungkapnya.

Ia mengatakan Dinas Kesehatan Boven Digoel dapat melakukan kaji tiru di Mimika dengan menghadirkan kepala-kepala puskesmas di Timika.

“Jadi tempatnya di sini, mereka datangkan kepala-kepala puskesmas untuk melakukan kaji tiru. Terkait giat ini juga, besok kita akan antarkan mereka ke puskesmas Timika supaya mereka lihat bagaimana mekanisme dan tata kelola puskesmas BLUD,” ungkapnya. (Ronald Renwarin)

Top