Gempa Barusan Seperti Truck Muatan Berat yang Sedang Melintas

Peta wilayah gempa BMKG Mimika
MIMIKA, BM
Masyarakat di seputaran Kota Timika dan sekitarnya pada pukul 10.16 Wit merasakan adanya gempa yang merupakan dampak dari gempa yang terjadi di Kabupaten Jayawijaya.
Berdasarkan data info terbaru BMKG Mimika, gempa yang terjadi di 27 KM Tenggara Kabupaten Jayawijaya terjadi pada kedalaman 10 kilometer dengan 5.6 skala ritcher (SR).
Kepala BMKG Mimika, Okto Firdaus Fajri Rianto melalui Stamet, pegawai data yang sedang bertugas, mengatakan gempa ini terjadi pada skala 2-3 MMI (ukuran kekuatan gempa) dan tidak berpotensi tsunami.
"Tidak ada potensi taunami. Gempa ini dirasakan seperti kita sedang di dalam rumah dan ada kendaraan berat yang lewat. Dampaknya terasa seperti itu," ujarnya.
Ia menjelaskan bukan hanya Mimika yang mengalami dampak gempa ini namun beberapa wilayah kabupaten sekitar juga merasakan efeknya, terutama wilayah yang berdekatan dengan episentrum (pusat gempa).
"Daerah sekitar episentrum yang dirasakan akan semakin kuat karena di Mimika saja terasa pada skala 2-3," ujarnya.
Ia mengatakan penyebab gempa diperkirakan karena adanya cesar (patahan) di Selatan Wamena sehingga sangat memungkinkan terjadinya gempa apabila terjadi pergeseran.
Dijelaskan pula sepanjang 2021, baru sekali ini Mimika mengalami dampak gempa. Namun di wilayah Papua secara keseluruhan sudah berapa kali mengalami kegempaan. Sebeum gempa Jayawijaya hari ini, gempa terakhir terjadi di Puncak dengan 4,5 SR.
"Untuk gempa sendiri tidak bisa diprediksi jadi untuk kemungkinan selalu ada karena untuk wilayah Papua sendiri ada patahan-patahan yang memungkinkan terjadinya gempa kapanpun," jelasnya.
"Gempa barusan sesuai jalur gempa tidak ada sangkut pautnya di Mimika jadi kita hanya kena efek karena kedekatan wilayah saja. Namun secara keseluruhan, wilayah utara Mimika (Distrik Tembagapura) terdeteksi punya potensi gempa karena di sepanjang jalur pegunungan ada patahan-patahannya," lanjutnya. (Ronald)



