Wabup John : PON XX Papua Menjadi Suatu Afirmasi Pembangunan

Wabup John saat mendatangi para atlet di Bandara Sisi Selatan Mosen Kilangin untuk mengucapkan terimakasih dan selamat jalan
MIMIKA, BM
Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Kabupaten Mimika mendapatkan perhatian khusus dari pemerintah pusat.
Hal ini ditandai dengan hadirnya empat menteri ke Timika. Selain mereka, gubernur dan beberapa bupati dari daerah lain juga hadir di sini.
Empat menteri yang datang adalah Menteri Koordinator Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Muhadjir Effendi, Menteri BUMN, Erick Thohir dan Menteri Pemuda dan Olahraga, Zainuddin Amali.
Menanggapi kunjungan para pejabat tersebut, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob kepada BeritaMimika, Selasa (5/10), usai mengantar kepulangan mereka di bandara Mozes Kilangan mengatakan, kedatangan mereka juga untuk melihat secara langsung pembangunan di Mimika.
“Pejabat dari luar daerah baik menteri maupun gubernur mereka semua melihat ternyata Papua itu luar biasa dan bisa melaksanakan even PON. PON XX Papua menjadi suatu afirmasi pembangunan di Papua secara khusus Mimika,” katanya.
Selain itu ia mengungkapkan bahwa para atlet yang bertemu dengannya juga mengatakan hal yang sama. Mereka tidak pernah membayangkan ternyata di Papua semua ada, dan masyarakatnya pun ramah.
“Orang Papua bisa melaksanakan PON ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri. Sesudah PON jangan langsung diam tetapi apa yang sudah dibangun harus tetap dijalankan. Masyarakat dari luar yang tadinya takut terhadap situasi di Papua ternyata mereka melihat baik," ungkapnya.
Dikatakan, Mimika kini dapat melangsungkan even nasional bahkan internasional. Wabup berharap dengan pengakuan ini, media dan masyarakat berperan untuk memberikan informasi yang baik mengenai pembangunan di Mimika. Ia juga memberikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia yang sangat mendukung keberlangsungan PON di Papua, khususnya Mimika.
“Kita memberikan informasi kepada dunia bahwa ternyata Papua tidak seperti yang dibayangkan. Secara khusus pesan dari pak Ganjar Pranowo kepada media, diharapkan agar media memberikan informasi yang baik dan bagus daripada informasi tentang kekacauan, kekerasan dan ketertinggalan padahal sebenarnya yang mereka (masyarakat-red) saksikan adalah tidak seperti itu,” tandasnya. (Elfrida)



