Hari Kartini, TP-PKK Mimika Lanjutkan Bagi APD dan Masker ke 5 Faskes

TP-PKK Kabupaten Mimika

Selamat Hari KARTINI Perempuan Tangguh Indonesia

MIMIKA, BM

Hari ini, seluruh wanita di Indonesia merayakan Hari Kartini, Selasa (21/4). Kartini merupakan pejuang emansipasi perempuan di Indonesia. Habis gelap, terbitlah terang merupakan semboyan kebangkitan perempuan Indonesia.

Bertepatan dengan momen ini, Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika melakukan aksi kemanusiaan dengan memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan Masker N-95 kepada 5 fasilitas kesehatan di Mimika.

Penyerahan bantuan ini merupakan perjalalanan hari kedua setelah , Senin (20/4) kemarin mereka telah menyalurkan 400 APD dan 375 masker N-95 di 10 faskes dan tempat penampungan (shelter) pasien Covid-19 di Mimika.

Perjalanan hari ini diawali di PSC 119 Puskesmas (PKM) Timika Jaya dan PKM Wania. Kemudian rombongan yang dipimpin langsung oleh Ketua Penggerak Ny. Kalina Omaleng didampingi Wakil Ketua I Ny Suzi Herawaty Rettob melanjutkan perjalanan menuju PKM Ayuka di Distrik Mimika Timur Jauh dan PKM Mapurujaya di Distrik Mimika Timur.

Ny. Kalina Omaleng menyerahkan bantuan secara simbolis kepada PKM Mapurujaya. Ketua Pokja IV Alice Irene Wanma di PKM Wania sementara Ny Yohana Pailing menyerahkan di PKM Ayuka. Penyerahan bantuan diserahkan langsung ke masing-masing kepala puskesmas.

Saat mengunjungi PKM Wania dan PKM Ayuka, kedua fasilitas kesehatan ini mengaku sangat membutuhkan tenda karena mereka kekurangan. Pasalnya, berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Pengendalian Covid-19 di Mimika, Distrik Wania masuk dalam distrik zona merah dengan jumlah pasien positif terbanyak yakni 15 orang.

Kapus PKM Wania Sonya. H. Yewun, SKM, M.Kes dalam kesempatan tersebut mengucapkan terimakasih atas bantuan yang diberikan TP-PKK Mimika. Ia berharap agar kegiatan sosial seperti ini dapat terus dilakukan dalam rangka melayani masyarakat.

"Kalau bisa kami menyampaikan juga bahwa dalam pelayanan selama Covid-19 ini kami kekurangan tenda. Kalau hujan kami agak kerepotan. Kami juga perlu tandu untuk angkat pasien. Ada satu mobil putih yang stand by 1x24 jam tapi tidak ada ambulans. Tadi malam kami di telepon masyarakat di kilo 11, kami harus kesana untung pasiennya masih bisa jalan kalau tidak kami agak kerepotan," ungkapnya.

Hal senada pun diungkapkan oleh Kapus PKM Ayuka Lusia Wanman yang menyatakan tidak memiliki tenda untuk pelayanan diluar gedung selama pandemi Covid-19 ini.

"Kami telah berupaya untuk menyurati Koramil dan Damkar namun tidak membuahkan hasil karena tidak ada. Kami tidak tahu kenapa, apa mungkin karena faktor jarak yang sangat jauh. Kami tidak tahu," katanya.

Dikatakan bahwa wilayah kerja PKM Ayuka hingga ke Porsite pelabuhan Amamapare, mereka pun tidak memiliki perahu fiber sehingga untuk operasional harus menyewa perahu.

"Dana operasional yang kemarin kami dapat 25 persen kami siapkan selama dua bulan untuk transportasi pelayanan kesana. Masyarakat disana sudah kami edukasi tentang Covid-19 dan mengimbau agar mereka tidak pergi kesana kemari dan tetap di rumah. Kepala desa juga mendukung. Kemarin kami baru turun, bulan depan kami akan kesana lagi," tandasnya.

Menanggapi hal tersebut Ketua Penggerak Ny. Kalina Omaleng menerima aspirasi yang disampaikan oleh para kapus untuk kemudian disampaikan kepada Bupati Mimika Eltinus Omaleng.

"Saya tidak bisa ambil keputusan tetapi aspirasinya akan kami sampaikan ke bapak. Kita juga sudah lihat secara langsung kondisi disini. Ibu dan tim medis tetap semangat ya dalam pelayanan ini, semoga kita semua tetap sehat dan Covid-19 berhasil diputuskan mata rantainya di Mimika," pungkasnya.

Usai menyerahkan bantuan APD dan masker, Ny Kalina Omaleng beserta rombongan kembali ke posko untuk evaluasi dan merencanakan agenda selanjutnya.

Rencananya besok, Rabu (22/4) TP-PKK Mimika akan menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat untuk masyarakat Mimika terutama ditengah pandemi Covid-19.
(Elfrida)

Top