Ketua Umum PKK Pusat Buka Pameran UMKM, Cek Kesehatan Gratis dan Pencanangan Rekor MURI di Sulawesi Selatan

Ketua Umum TP PKK Pusat Ny. Tru Tito Karnavian didampingi Ketua TP PKK Sulawesi Selatan Ny. Naoemi Ovtarina saat membuka kegiatan 

MAKASSAR, BM

Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat Ny. Tri Tito Karnavian membuka pameran Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), cek kesehatan gratis dan pencanangan rekor MURI minum pil Multiple Micronutrient Supplement (MMS) serentak oleh 54000 ibu hamil.

Kegiatan dilaksanakan di Hotel Claro Makassar Kamis (9/7/2026) ditandai dengan menekan tombol oleh Ketua Umum PKK Pusat didampingi oleh tuan rumah Ketua TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan Ny. Naoemi Octarina.

Hal ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 dan HUT Dewan Kerajinan Nasjonal (Dekranas) ke-46 yang akan digelar selama 9 - 12 Juli 2026.

Adapun tema yang diangkat tahun ini adalah “Kuatkan 10 Program Pokok PKK, Laksanakan Asta Cita, Wujudkan Indonesia Emas 2045.”

Dalam sambutannya, Ketua Umum PKK Pusat Ny. Tri mengatakan PKK merupakan satu-satunya organisasi kemasyarakatan yang memiliki Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 99 tahun 2017 sebagai landasan hukum.

“Dulu waktu pertama-tama menjadi Ketua Umum keluhannya di daerah tidak ada anggaran karena penguatan dalam hal dasar hukum belum jelas. Dengan keluhan itu kami di pusat sudah memperjuangkan setiap tahun keluar Kepmendagri Nomor 900 berdasarkan tahun anggaran sehingga nomenklatur 10 program PKK itu dikaitkan dengan opd terkait,” tuturnya.

Ny. Tri mengatakan PKK harus harus bekerja keras membuat program dan bukan hanya menunggu serta bersinkronisasi dengan dinas sebagai pengampu PKK.

“Satu jalan dengan program pemerintah daerah (pemda). Salah satunya seperti hari ini kita melaksanakan cek kesehatan gratis, itu program pemerintah. Opd harusnya bersyukur kita turun tangan untuk menggerakan kader-kader kita untuk melaksanakan kegiatan ini. Karena mereka sendiri punya target,” ujarnya.

“Saya banyak bertanya kepada dinas-dinas targetnya berapa untuk provinsi ataupun kabupaten, sudah berapa persen tercapai? Kita harus pro aktif bertanya kepada mereka apa yang bisa dilakukan untuk mencapai target,” imbuhnya.

Ia menyampaikan jika anggaran program di pemerintah tidak mencukupi maka bisa bermitra.

“Tahun ini kita juga melaksanakan MoU dengan Perdami (Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia-red) agar bisa bekerja sama dalam kesehatan mata masyarakat. Salah satunya adalah operasi katarak, pemberian kacamata gratis dan lain-lain,” ungkapnya.

Selain itu, Ny. Tri juga menekankan akan pentingnya kegiatan pemberdayaan ekonomi dengan melaksanakan ketahanan ekonomi keluarga melalui UMKM masing-masing.

“Hari ini kita akan menyaksikan bagaimana UMKM di provinsi Sulawesi Selatan. UMKM haru ini adalah dari PKK kabupaten kota di provinsi Sulawesi Selatan, namun kalau kerajinan Dekranasda di TSM (Trans Studio Mall-red) besok dibukanya. Ada beberapa seluruh provinsi ikut, saya berterimakasih,” ucapnya.

Ucapan terimakasih Ny. Tri juga disampaikan kepada Ketua TP PKK Sulawesi Selatan Ny. Naoemi Octarina yang telah menjalin komunikasi dengan baik dalam kegiatan rangkaian acara HKG PKK ke-54 dan HUT Dekranasda ke-46 di Sulawesi Selatan.

“Ini contoh yang baik yang bisa ditiru karena bapak gubernur luar biasa mendukung PKK, karena ini juga kesuksesan suami,” sebutnya diiringi tepuk tangan yang hadir.

Ia mengatakan Ibu-Ibu PKK harus buktikan bahwa bukan hanya cantik secara fisik namun juga secara intelijensi dan juga cantik gagasan.

“Bahwa kita tidak malu-maluin sebagai istri. Kita punya kapasitas juga untuk mendorong karir suami melalui kegiatan-kegiatan yang tentunya mendukung karir suami. Dalam hal ini kita tidak henti-hentinya ikut menggerakan semua yang berkaitan dengan program pemerintah,” sambungnya.

Ungkapan terimakasih Ny. Tri sampaikan kepada seluruh pengurus PKK daerah hingga tingkat Dasa Wisma yang turut serta menyukseskan program pemerintah.

“Tugas kita menyiapkan generasi-generasi penerus untuk menghadapi tahun Indonesia Emas 2045, tidak lama lagi 19 tahun lagi. Yang punya bayi nanti tidak kerasa 19 tahun lagi kita sudah di Indonesia Emas,” pungkasnya. (Elfrida Sijabat)

Top