Riza Pratama : Perusahan Sudah Keluarkan Memo ke-2

Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Riza Pratama

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia tidak pernah mengingkari janji apalagi secara sengaja tidak membayarkan insentif kepada karyawan yang telah mereka putuskan dalam kebijakan internal perusahan.

Namun bagaimanapun bentuknya, semua harus dilakukan sesuai proses dan mekanisme yang diterapkan dalam aturan perusahan, termasuk membayar insentif Covid-19.

Apalagi pembayaran insenif ini akan diberikan kepada ribuan karyawan dan sudah pasti prosesnya tidak semudah membalikan telapak tangan.

Hanya saja terkait pembayaran insentif Covid-19, sebagian karyawan tidak bersabar. Mereka kembali melakukan pemalangan di depan kantor OB 4 mile 72, Rabu (2/9) malam sekitar pukul 19.10 Wit.

Pemalangan dilakukan karena mereka merasa hasil kesepakatan tidak sesuai dengan dinamika di lapangan.

Padahal tanpa mereka sadari, manajemen PTFI dalam waktu dekat sudah membayar insentif yang telah dijanjikan.

Kepada BeritaMimika, Kamis (3/9) malam, Vice President Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Riza Pratama melalui pesan whatssap malam ini, meminta karyawan bersabar.

Kapolres Mimika AKBP Era Adhinata dan anggotanya saat berada di Tembagapura

"Perusahaan sudah mengeluarkan memo ke-2 kepada karyawan semalam. Dalam memo tersebut dijelaskan soal pembayaran kompensasi. Dan situasi saat ini, sudah tidak ada blokade lagi sejak tadi pagi," ujarnya kepada BM.

Informasi yang didapatkan BeritaMimika, isi memo ini mengatur tentang pembayaran insentif yang akan dilakukan pada 9 Agustus nanti.

Bagi karyawan PTFI yang bekerja di lowland (dataran rendah-red) akan memperoleh insentif sebesar Rp 3 juta sebelum pajak. Sementara di higland (dataran tinggi-red) akan memperoleh Rp15 juta sebelum pajak.

Hingga malam ini, kondisi situasi di Tembagapura kembali normal seperti biasanya. Tidak ada lagi pemalangan.

Melalui telepon barusan, Kapolres Mimika AKBP I Gusti Gde Era Adhinata kepada BeritaMimika membenarkan hal tersebut.

Ia bahkan tadi pagi bersama anggotanya ke Tembagapura dan melakukan pendekatan persuasif dengan karyawan yang melakukan blokade.

"Saya datang dan temui mereka (karyawan-red) secara langsung. Saya minta mereka tidak perlu melakukan pemalangan apalagi demo. Mereka langsung bubar dan situasi sudah kembali seperti biasa, sudah normal," ungkapnya.


Ketua DPRD Mimika, Robby Omaleng

Aksi pemalangan ini juga mendapatkan perhatian dari Ketua DPRD Mimika, Robby Omaleng.

Terkait hal ini, Ketua DPRD Mimika, Robby Omaleng meminta karyawan PT Freeport Indonesia untuk bersabar.

Robby menghimbau agar karyawan jangan lagi melakukan pemalangan namun kembali bekerja sambil bersabar karena proses pembayaran insentif butuh waktu.

"Berkaitan dengan hak-hak itu tidak serta merta langsung dibayarkan karena butuh perhitungan dan ini ribuan karyawan. Manajemen pasti akan membayar sesuai aturan sehingga untuk prosesnya pasti akan memakan waktu," ungkapnya.

Selain insentif Covid-19, satu hal penting lainnya yang juga telah disetujui manajemen adalah permintaan Shift Day Off (SDO). Para karyawan bisa turun ke Timika untuk bertemu keluarga mereka.

"Setelah beberapa bulan tidak bisa ke Timika, karyawan sudah bisa turun dan bertemu anak isteri dan keluarga mereka. Ini paling penting. Jika ada kepentingan orang-orang tertentu, jangan terpengaruh sehingga membuat semua pihak dirugikan. Karyawan harus bekerja secara normal kembali agar operasional perusahan juga berjalan normal dan tidak lagi terganggu," harapnya.

Sementara itu, Joren, salah satu pemuda Mimika yang selama ini merindukan suatu saat bisa bekerja di Tembagapura menyayangkan adanya aksi pemalangan tersebut.

Kepada BeritaMimika di Uno Mart Jalan Yos Sudarso, Joren mengatakan, mereka seharusnya bersyukur diberikan kesempatan dapat bekerja di PT Freeport Indonesia.

"Karyawan PTFI harus bersyukur karena mereka punya kesempatan bekerja di perusahan tambang terbesar di dunia. Banyak orang sulit cari kerja, banyak yang ingin kerja di freeport tapi tidak bisa, saya salah satunya. Kalau saya punya kesempatan, saya hanya pikir bagaimana bekerja baik untuk anak isteri, keluarga dan masa depan kami. Apalagi banyak hal ditanggung langsung oleh perusahan. Enak apa bilang," ungkapnya dengan senyum. (Ronald/Rilod)

 

 

Top