Nasional

Kemenhub Terus Tingkatkan Keselamatan Penerbangan di Papua

Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob saat menyampaikan sambutan

MIMIKA, BM

Demi meningkatkan keselamatan penerbangan di Papua, Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melaksanakan kegiatan Forum Group Discussion (FGD) ke-IX dengan tema “Peningkatan Keselamatan Penerbangan di Wilayah Papua” pada 29-31 Agustus 2022 di Horison Ultima, Timika.

FGD ini merupakan tindaklanjut FGD ke-VIII yang dilaksanakan pada Juli 2022 di Jayapura sebagai ajang berbagi informasi antara regulator dan operator penerbangan di wilayah Papua terkait segala dinamika dan permasalahan di lapangan, guna evaluasi ke depan demi menjaga dan meningkatkan tingkat keselamatan penerbangan.

Membuka FGD ini pada Senin (29/8) di Timika, Plt. Dirjen Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono mengatakan FGD ini sangat penting dalam rangka upaya meningkatkan keselamatan penerbangan, terutama dalam hal safety awareness khususnya di wilayah Papua.

Pada FGD sebelumnya, telah dihasilkan 19 komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan penerbangan di wilayah Papua.

“Guna memudahkan monitoring dan mengawasi implementasi dari 19 komitmen bersama tersebut, maka Dirjen Perhubungan Udara menerbitkan Surat Edaran Nomor SE 7 Tahun 2022 tentang Peningkatan Keselamatan Penerbangan, yang terbit pada 16 Agustus 2022,” jelas Nur Isnin.

Maksud SE 7 Tahun 2022 ini untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keselamatan penerbangan serta kepatuhan dalam pemenuhan regulasi penerbangan dan manual perusahaan (Standard Operation Procedure/SOP) bagi Badan Usaha Angkutan Udara atau Pemegang Izin Kegiatan Angkutan Udara Bukan Niaga.

Nur Isnin menambahkan accident atau incident terjadi bukan karena satu sebab, tapi dikarenakan banyak sebab.

Artinya, upaya seperti apapun yang dilakukan pemerintah selaku regulator tidak akan berguna, bila masing-masing operator penerbangan tidak menjalankan aturan sesuai dengan ketentuan prosedur (SOP) yang berlaku dan sudah disepakati.

“Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama semua pihak di dunia penerbangan. Disiplin dan tanggung jawab harus senantiasa melekat dalam diri seluruh insan perhubungan. Inilah kultur kerja kita, safety," ucapnya.

Upaya peningkatan keselamatan penerbangan di Indonesia khususnya di wilayah Papua harus dilakukan tidak hanya oleh regulator namun juga oleh operator pesawat udara, operator bandar udara, penyedia jasa navigasi penerbangan, operator perawatan pesawat udara, ground handling dan seluruh pemangku kepentingan lainnya, guna menjaga konektivitas transportasi udara yang selamat, aman dan nyaman.

Tujuan utama FGD ke-IX ini, sebagai regulator ingin mendengar dan memperhatikan seluruh pendapat, masukan dan keluhan dari para operator, guna dijadikan bahan evaluasi kedepan untuk perbaikan prosedur/regulasi, peningkatan kompetensi personil, peningkatan/penambahan peralatan, serta peningkatan fasilitas keselamatan penerbangan.

Sebagai bentuk upaya menjaga dan meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan tidak terkecuali di Papua. Ditjen Perhubungan Udara selalu melakukan inspeksi, surveillance, audit maupun ramp check.

“Komitmen Ditjen Perhubungan Udara sebagai regulator untuk menerapkan slogan 3S+1C (Safety/Keselamatan, Security/Keamanan dan Services/Pelayanan serta Compliance/ Pemenuhan) terhadap aturan yang berlaku,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kabupaten Mimika, Johanes Rettob kepada media, menyampaikan apresiasi kepada Kemenhub-RI melalui Dirjend Perhubungan Udara yang telah memilih Timika menjadi tempat untuk dilaksanakannya FGD ke IX.

Wabup John mengatakan bahwa FGD terkait dengan keselamatan penerbangan di wilayah Papua telah dilaksanakan beberapa kali.

"FGD sampai sembilan kali ini menunjukan bagaimana cara sehingga Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perhubungan berusaha semaksimal mungkin untuk mengurangi kecelakaan di Papua ini. Tujuannya satu bagaimana memberikan penerbangan keselamatan di Papua" ungkapnya.

Ia juga memberikan apresiasi kepada Kemenhub-RI melalui Dirjend Perhubungan Udara atas perhatian dan dukungan berupa sarana dan prasarana yang telah diberikan kepada pemerintah Kabupaten Mimika.

"Timika Juga sudah dipilih menjadi salah satu tempat suplai penerbangan perintis. Kita penerbangan perintis disini terbanyak di seluruh Indonesia. Timika juga sebagai tempat tol laut dan distribusi jembatan udara dan subsidi kargo pemerintah. Terimakasih Pak Dirjend, Timika sudah menjadi tempat untuk melayani masyarakat sekitar kita baik kargo maupun penumpang," ungkap Wabup John.

Selain Wabup John Rettob dan Plt. Dirjen Perhubungan Udara Nur Isnin Istiartono, kegiatan FGD ini dihadiri juga oleh Ketua KNKT DR. Soerjanto Tjahjono dan Staff Ahli Menteri Perhubungan Bidang Keselamatan dan Konektifitas Perhubungan Maria Kristi Endah Murni.

Selain itu, hadir pula Kepala Pusat Litbang Transportasi Udara Capt. Novyanto Widadi, operator bandara, operator penerbangan, Perum LPPNPI (AirNav), BMKG dan seluruh Badan Usaha Angkutan Udara (pemegang AOC 121/135 dan OC91) dan organisasi perawatan pesawat udara (AMO 145) yg beroperasi di wilayah Papua serta stakeholders kerja terkait lainnya. (Red)

Hari Rabu Presiden Jokowi Kunjungi Tembagapura

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo 

MIMIKA, BM

Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo rencananya dalam pekan ini akan melakukan kunjungan kerja ke Mimika, tepatnya di Tembagapura.

Berdasarkan rundown kunker presiden RI yang diterima BeritaMimika, Presiden Jokowi bersama rombongan akan tiba di Mimika pada Rabu (31/8/2022) siang.

Dalam rundown disebutkan Prediden Jokowi dan rombongan mulai bertolak dari Jayapura pada pukul 12.50 Wit dan akan tiba di Bandara Moses Kilangin Timika pukul 14.00 Wit.

Terkait dengan kedatangan orang nomor 1 di Indonesia ini, Wakil Presiden Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja PTFI, Eman Widijanto kepada BM (Selasa-red) di Rimba Papua Hotel membenarkan kunjungan tersebut.

"Yang saya tahu adalah kami memang sudah mempersiapkan tapi semua tergantung protokoler kepresidenan. Tim sedang mempersiapkan kedatangan ini, sekiranya nanti presiden akan berkunjung ke high land maupun lowland," ungkapnya.

Walau saat itu, Eman Widijanto mengatakan belum tahu pasti kapan Jokowi akan berkunjung ke Mimika namun kunjungan akan dilakukan pada akhir bulan ini.

"Saya tidak tahu persis rencana kunjungan ini tapi dalam konteksnya adalah selain ulang tahun kemerdekaan juga tentang pencanangan 5G mining system, penerapan teknologi terbaru operasi pertambangan. Kebetulan PT Freeport termasuk perusahan yang telah menerapkan bahkan leading dalam penerapan teknologi terbaru di bidang pertambangan," ungkapnya.

Sementara itu kepada BM melaui pesan WA, Minggu (28/8/2022), Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan tiba dari Jayapura (31/8/2022), Presiden Jokowi dan rombongan langsung menuju Tembagapura.

"Presiden langsung ke Tembagapura untuk acara peresmian mining 5G sekaligus melihat operasi PT Freeport. Dan sesudah itu balik ke Timika tanggal 1 September siang dan langsung pindah pesawat ke Saumlaki. Kalau tentang bandara kita, belum diresmikan," jelasnya. (Ronald Renwarin)

Freeport Indonesia Menandatangani Kesepakatan Kerja Sama dengan Basarnas Timika dan Serahkan Bantuan 800 Jaket Pelampung

Foto bersama usai penandatanganan kerjasama antara pihak PTFI dan Basarnas Timika disaksikan Pemda Mimika dan Basarnas Pusat 

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) menandatangani Kesepakatan Kerja Sama dengan Badan SAR Nasional (Basarnas) Timika dalam hal merespon insiden dan keadaan darurat yang terjadi di dalam ataupun di luar wilayah PTFI sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Rimba Papua, Kabupaten Mimika, pada Selasa (23/8/2022).
 
Penandatanganan Kesepakatan Kerja Sama PTFI dengan Basarnas Timika ini dilakukan oleh Wakil Presiden Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja PTFI, Eman Widijanto bersama Kepala Basarnas Timika, George Mercy Randang, dan disaksikan oleh Wakil Bupati Mimika, Johannes Rettob, S,Sos,.MM, Deputi Operasi Kesiapsiagaan BASARNAS Pusat, Laksamana Muda Eko Suyatno Ribut, dan Direktur & EVP Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma.
 
“Tujuan dari Kesepakatan kerja sama ini bertujuan untuk membuat kesepakatan tertulis antara PTFI melalui Bagian Emergency Preparedness and Response (EP & R) PTFI dan Basarnas Timika untuk saling memberi bantuan melintasi batas-batas yurisdiksi dalam merespon insiden atau keadaan darurat”, kata Wakil Presiden Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja PTFI, Eman Widijanto.
 
Lebih lanjut Eman menjelaskan kesepakatan yang dicapai antara PTFI dan Basarnas Timika mencakup Sistim Komando Insiden di area dalam dan luar PTFI, Kesiapsiagaan, Komunikasi dan pengelolaan informasi, dan Pengelolaan sumber daya.
 
Penyerahan Simbolis Bantuan 800 Jaket Pelampung
 
Dalam kesempatan yang sama, PTFI juga menyerahkan bantuan 800 jaket pelampung secara simbolis kepada Basarnas Timika, dalam upaya mendukung keselamatan masyarakat di Pesisir Selatan Mimika.

Wakil Presiden Bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja PTFI, Eman Widijanto menyerahkan secara simbolis bantuan jaket pelampung kepada pihak Basarnas Timika, yang diterima oleh Kepala Basarnas Timika, George Mercy Randang.
 
“Bantuan jaket pelampung dari PTFI kami serahkan melalui Basarnas Mimika, merupakan sinergi yang baik antara PTFI dengan Basarnas Timika selaku perwakilan Lembaga Pemerintah, semoga dapat bermanfaat khususnya bagi masyarakat di wilayah Pesisir Mimika dalam melakukan aktifitas nelayan ataupun saat melakukan perjalanan menggunakan transportasi air,” kata Eman Widijanto
 
Pihak PTFI berharap, dengan adanya bantuan jaket pelampung ini dapat menekan kasus fatalitas transportasi air di wilayah Pesisir Mimika.

"Bantuan ini merupakan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir Mimika, serta mendukung Basarnas Timika dalam meningkatkan pelayanan dan kampanye keselamatan kepada masyarakat,” lanjut Eman.
 
Basarnas Timika mengapresiasi PTFI atas pemberian 800 jaket pelampung yang bermanfaat mendukung keselamatan bagi masyarakat pengguna transportasi air diwilayah Kabupaten Mimika.

Menurut George Mercy Randang, dengan adanya dukungan 800 jaket pelampung ini, Basarnas Timika akan lebih meningkatkan optimalisasi penyelenggaraan keselamatan bagi masyarakat pengguna transportasi air.
 
"Jaket pelampung akan kami salurkan ke desa-desa di Pesisir Timur Mimika dan di sekitar Muara Ajkwa serta kepada kelompok-kelompok yang sering melakukan perjalanan menggunakan transportasi air. Kami berharap aspek keselamatan masyarakat akan semakin memadai, sehingga aktifitas transportasi air semakin aman dan lebih mengutamakan keselamatan khususnya di wilayah Pesisir Kabupaten Mimika," pungkas George.
 
Selain mendukung aspek keselamatan bagi masyarakat Pesisir Mimika, selama ini PTFI secara berkelanjutan memberikan dukungan transportasi berupa operasional Boat rute Poumako – Otakwa – Poumako, dan Poumako – Fanamo – Poumako masing-masing satu kali dalam seminggu untuk digunakan masyarakat pesisir Mimika.

Dalam hal pengembangan ekonomi, PTFI juga telah membangun Pusat Grosir di Kampung Manasari dan Otakwa yang bertujuan untuk mempermudah masyarakat membeli kebutuhan sehari-hari tanpa perlu pergi ke kota Timika.
 
PTFI terus berkolaborasi dengan pemangku kepentingan utama dari masyarakat adat dan lembaga adat, lembaga pemerintah daerah, dan organisasi non-pemerintah daerah seperti Keuskupan Mimika dalam berbagai upaya untuk mengelola program-program yang memberi manfaat bagi masyarakat yang tinggal di desa-desa di sekitar PTFI.  
 
Berbagai program tersebut diantaranya adalah penyediaan sarana transportasi bus kepada 5 kampung (Nayaro, Koperapoka, Nawaripi, Ayuka dan Tipuka); pembangunan ekonomi melalui kegiatan perikanan, pertanian dan perkebunan; peningkatan sarana dan prasarana; layanan perawatan kesehatan, pendidikan dan pengembangan kapasitas masyarakat melalui berbagai pelatihan yang dibutuhkan masayarakat (pelatihan pembuatan ikan asin, perbaikan dan pembuatan fiber boat, perbaikan mesin boat, pengolahan sagu, dan sebagainya).
 
“Pemberian 800 jaket pelampung ini merupakan dukungan perusahaan dalam hal Keselamatan (Safety) bagi masyarakat di wilayah Pesisir Mimika. PTFI memiliki nilai-nilai perusahaan yang dikenal dengan istilah SINCERE, yakni Safety/Keselamatan, Integrity/Integritas, Commitment/komitmen, Respect/Rasa Hormat, Excellence /Keunggulan”, tutup Eman Widijanto.

Sementara itu, Deputi Operasi Kesiapsiagaan BASARNAS Pusat, Laksamana Muda Eko Suyatno Ribut pada kesempatan ini juga memberikan apresiasi kepada PT Freeport Indonesia atas dukungan yang diberikan kepada Basarnas Timika.

"Saya berharap sinergitas yang sudah terjalin ini bisa berkembang dan lebih solid lagi. Sinergitas kadang terlihat mudah namun sulit untuk ditunjukan apabila ada ego pribadi. Kita berharap kerjasama ini terus ditingkatkan agar dapat membantu dan menolong banyak orang yang membutuhkan kehadiran kita," ungkapnya.

Mewakili Pemda Mimika, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob mengatakan ini merupakan momen kerjsamama dan singergitas yang tujuannya untuk membantu masyarakat. Ia berharap sinergitas ini terus ditingkatkan.

"Ini merupakan komitmen PTFI kepada masyarakat. Kami pemerintah daerah beri apresiasi kepada PTF dan SAR atas kerjasama ini. Bantuan dan komiten seperti ini saya harap dibuktikan dan diaplikasikan terus dalam kebersamaan dengan masyarakat. Ke depan kami pemerintah daerah juga akan terlibat untuk memberikan dukungan kepada SAR secara langsung," pungkasnya. (Ronald Renwarin)

Top