Nasional

MSC Diresmikan Gubernur Enembe : Era Baru Kebangkitan Olahraga di Papua dan Mimika untuk Indonesia

Gubernur Papua Lukas Enembe nenandatangani prasasti sebagai tanda peresmian Mimika Sport Complex didampingi Presiden Direktur PTFI Tony Wenas (kiri) dan Bupati Mimika Eltinus Omaleng. Foto : Humas PPM/ Joe Situmorang

MIMIKA, BM

Gubernur Provinsi Papua Lukas Enembe yang didampingi Presiden Direktur PTFI Tonny Wenas dan empat Bupati, pada Selasa (05/10/2021) meresmikan Mimika Sport Complex (MSC).

Peresmian MSC yang dibangun oleh PTFI ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan pemukulan tifa oleh gubernur Papua.

Presiden Direktur PTFI Tonny Wenas menyampaikan, stadion ini dibangun oleh PTFI dengan satu tujuan agar olahraga di Mimika dan Papua lebih bisa ditingkatkan lagi.

Dimana, Papua memiliki atlet yang berpotensi, sehingga dengan adanya stadion ini bisa digunakan sebaik-baiknya untuk kemajuan olahraga.

"Luas MSC seluas 12,5 hektar yang memiliki stadion outdoor dan indoor. Stadion ini juga dibangun dengan standar internasional dan sesuai sertifikat IAAF serta mendapatkan akreditasi world class," ujarnya.

"Kami selalu berkomitmen maju dan berkembang bersama masyarakat. Hal ini sejak awal dilakukan, khususnya untuk mensukseskan PON XX Papua," lanjutnya.

Tonny menambahkan, MSC di bangun dengan nilai Rp470 miliar. Namun demikian, pembangunan ini tidak bisa terwujud tanpa adanya dukungan semua pihak.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu, khususnya kepada bapak gubernur dan bupati serta PB PON," tuturnya.

Bupati Mimika Eltinus Omaleng dalam sambutannya secara khusus memberikan apresiasi dan semangat kepada Gubernur Papua Lukas Enembe, karena meskipun dalam kondisi kurang sehat, namun menyempatkan diri untuk hadir dan meresmikan MSC di Mimika.

Menurut Omaleng, semua ini dilakukan gubernur semata-mata untuk mengangkat orang Papua, dengan visi dan misinya yang luar biasa.

"Terimakasih kepada PTFI atas bangunan gedung yang megah dan berstandar internasional ini. Kalau kita di MSC serasa sudah ada di Australia," ungkapnya.

Eltinus Omaleng berharap, selain membangun MSC, ke depan PTFI diharapkan bisa membantu pembangunan satu sekolah untuk pelatihan dan peningkatan SDM atlit Papua. Sehingga ke depan atlet Papua memperoleh prestasi yang luar biasa dan berada di urutan pertama.

"Sekarang kita berada di urutan kedua, semoga Papua tetap bertahan di urutan ini sampai berakhirnya PON. Sehingga akan terwujud Papua Bisa, bukan saja dalam hal olahraga tapi dalam segala hal. Apapun yang dibuat oleh orang diluar Papua, orang Papua juga bisa lakukan," tambah Eltinus.

Sementara itu Gubernur Papua Lukas Enembe dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada PT Freeport dan Pemerintah Kabupaten Mimika atas terbangunnya GOR MSC yang begitu megah, berstandar Internasional dan itu ada di Papua secara umum dan Kabupaten Mimika pada khususnya.

Gubernur Enembe pada kesempatan ini juga meminta maaf karena kondisinya belum maksimal dan suaranya tidak begitu baik, namun tetap hadir di arena atletik untuk meresmikan GOR MSC.

"Saya merasa, sayalah yang harus meresmikan GOR ini karena saya yang melakukan peletakan batu pertama saat masih penuh rumput. Saya harap GOR ini nantinya PTFI serahkan ke pemerintah, baik itu provinsi maupun kabupaten," Harapnya.

Lukas Enembe menambahkan, semua venue di Papua yang dibangun sudah bertaraf internasional. Dengan standarisasi ini, maka para atlit diharapkan berjuang untuk meraih prestasi sebanyak mungkin bukan saja di PON namun hingga Sea Games. Sehingga Papua Bisa, Torang Bisa menjadi sebuah bukti nyata.

"Kita harus menjadi juara bukan ekor. Supaya tunjukan kalau Torang bisa. Saya percaya dalam kondisi apapun kami bisa dan kami siap. Kami tunjukan ke dunia bahwa Papua bisa bukan saja perang. Kami mau tunjukan kami bisa berprestasi. Tunjukan talenta dan jadi terdepan," harap Lukas Enembe.

Peresmian MSC di Timika, Kabupaten Mimika dihadiri juga oleh empat Bupati yaitu Bupati Mimika Eltinus Omaleng, Bupati Puncak Wilem Wandik, Bupati Waropen dan Bupati Intan Jaya.

Para Menteri Memuji Kemegahan MSC dan Sumbangsih PTFI untuk Olahraga

Kemegahan Mimika Sport Complex yang dibangun dengan nilai ratusan miliar, juga mendapat pujian dan sanjungan dari pemerintah pusat yang disampaikan oleh beberapa menteri yang berkunjungan ke Papua, khususnya Mimika.

Mereka menilai bahwa kemegahan MSC menunjukan seperti itulah kualitas PT Freeport Indonesia dalam membangunan olahraga di Papua, khususnya Mimika.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali bahkan secara khusus menyampaikan terimakasih mewakili pemerintah pusat secara langsung kepada Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas.

"Terimakasih kepada PT Freeport Indonesia yang luar biasa dukungannya terhadap penyelenggaraan PON ini terutama melalui venue MSC ini," ujarnya di usai menonton pertandingan basket di venue basket yang berada di areal MSC, Senin (4/10)

Menurutnya, apa yang dilakukan PTFI semakin mempercepat dan memantapkan Provinsi Papua sebagai provinsi olahraga untuk Indonesia.

"Presiden Jokowi sudah menyampaikan pencanangan ini sehingga semua harus mendukungnya, terutama seluruh masyarakat Papua," ungkapnya.

Ia bahkan secara khusus meminta Pemerintah Daerah Mimika dan PT Freeport Indonesia berkolaborasi, berinovasi dan kreatif untuk mengadakan even tahunan di Mimika.

"Saya juga akan berkomitmen sebagai menpora untuk mendorong kegiatan olahraga tingkat nasional bahkan internasional untuk dilakuan di Papua, khususnya Mimika, misalnya kejuaraan nasional karena fasilitas di sini sangat luar biasa," ungkapnya.

Menteri BUMN Erick Thohir juga mengatakan bahwa perhatian PTFI terhadap dunia olahraga di Papua dan Indonesia, tidak hanya ditujukan kepada satau atau dua cabang olahraga saja namun lebih dari pada itu.

Yang membuat Erick Thohir bangga adalah Freeport tidak hanya terlibat dalam olahraga dengan membangun venue dan lainnya namun pada tahun 2022, PTFI mulai melakukan pembinaan secara khusus kepada 100 atlet muda Papua.

"Ini proses pembinaan yang akan dilakukan Freeport dengan tidak hanya mengikat mereka dengan latihan tapi juga pendidikan karena atlet olahraga jangan dilihat hanya sebagai objek semata tapi subjek. PTFI akan persiapkan itu dan bagi saya ini luar biasa bagi pengembangan olahraga untuk Mimika, Papua dan Indonesia," terangnya.

Di Venue basket, Selasa (4/10), Menteri Erick juga memberikan apresiasi terhadap kemegahan Mimika Sport Complex yang dinilainya masih dapat dikembangkan untuk menambah beberapa cabor lainnya.

“Saya berharap ke depan, di MSC ini akan dilakukan pertandingan SD, SMP dan SMA hingga perguruan tinggi di Papua. Pertandingan yang berkelanjutan dan berkesinambungan. Kuncinya adalah bagaimana kita mengelola semua ini degan baik dan benar," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Umum PASI, Luhut Binsar Panjaitan yang juga Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) mengungkapkan pihaknya berencana melaksanakan pemusatan latihan atletik di wilayah Indonesia Timur di Mimika Sport Complex (MSC).

Hal ini ia sampaikan setelah melihat dan mengetahui standarisasi MSC yang dibangun PT Freeport Indoensia bertaraf internasional dan dinilai sangat lengkap untuk semua nomor atletik.

"Ke depan kita buat Papua ini berubah, jadi untuk Indonesia Timur nanti kita akan training center di Timika. Mungkin ada 25 atau puluhan atletik," kata Luhut di MSC, Selasa (3/10).

Kata dia, untuk pusat pelatihan di MSC ini akan membina dan mendidik para atlet dari Indonesia Timur seperti Maluku, NTT, NTB, dan Papua.

Pelatihan yang akan diberikan untuk cabang lari 100 m, 200 m, 400 m, lempar lembing, dan tolak peluru.

"Selain itu, akan ada proses pembelajaran untuk bidang fisika, bahasa Inggris, dan wawasan kebangsaan. Sehingga mereka memiliki masa depan," ujarnya.

Termasuk pelatih juga akan disiapkan, yakni dengan merekrut dari mantan atlet-atlet yang bagus untuk dikirim ke Cina, Jamaika, atau Kenya untuk lari jarak jauh.

"Program ini dibuat fokus dan terukur, agar bisa masuk dalam tataran dunia internasional. Tanpa itu kita tidak bisa," ungkapnya.

Menyikapi pernyataan ketiga menteri ini,
Presiden Direktur PT. Freeport Indonesia (PTFI), Tonny Wennas mengatakan mendukung sepenuhnya pengembangan olahraga di Papua, khususnya melalui keberadaan MSC.

"Dilaksanakan disini tentunya akan sangat baik. Karena pasca PON stadion ini akan dipakai seterusnya. Kami PTFI komitmen untuk ikut membangun sdm Papua di bidang olahraga," tandasnya.

"Harapan kami juga stadion ini tidak hanya menghasilkan atlet-atlet akan tetapi juga secara ekonomi dapat meningkat," harap Tony Wenas.

Sekilas Tentang MSC

Fasilitas olah raga Mimika Sport Complex (MSC), terletak di Jalan Poros Timika-SP5, tepat di depan Rumah Sakit Mitra Masyarakat (RSMM) Timika.

MSC dibangun dengan dana sekitar 33 juta US dollar pada lahan seluas kurang lebih 12,5 hektare oleh PT Freeport Indonesia. Setelah dibangun hingga PON 2020, PTFI terus melakukan perawatan.

Sarana di MSC mencakup stadion tertutup (indoor stadium), Lintasan lari dengan tribun Barat dan tribun Timur, asrama atlet, serta bangunan penunjang lainnya.

Stadion tertutup diperuntukkan sebagai arena bagi cabang olahraga badminton, bola basket, bola voli dan beladiri.

Stadion itu dirancang agar dapat menampung sekitar 5.000-5.500 penonton, termasuk 75 penonton VIP, serta dilengkapi dengan area pertokoan dan perkantoran di dalamnya.

Sementara stadion terbuka dilengkapi dengan jalur lintasan lari jarak pendek dan menengah berstandar internasional serta beberapa cabang atletik lainnya seperti lempar lembing, tolak peluru, lompat tinggi, dan lompat jauh.

Stadion terbuka dilengkapi dengan dua tribun utama di bagian barat berkapasitas 2.200 penonton dan bagian timur berkapasitas 1.300 penonton.

Di dalamnya juga ada dua asrama atlet putra dan putri masing-masing mampu menampung 50 atlet dan tujuh pelatih di setiap asramanya, dengan total kapasitas sebanyak 100 atlet.

Asrama tersebut juga dilengkapi dengan fasilitas rekreasi (fitness/gym, tempat makan, dsb) yang terdapat di dalam asrama penunjang (support dormitory).
(HumasPPM/ Riki Lodar /Febri/Ety Welerubun/Ryeno/Mujiono/Ronald Renwarin)

Luhut Panjaitan Lepas Atlet Lari 5000 Meter PON XX Papua di MSC

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat melepas atlet lari 5000 meter di Mimika Sport Complex. Foto: Humas PPM/Mujiono

MIMIKA, BM

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan yang juga selaku Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) membuka perlombaan cabang olahraga (cabor) atletik yang berlangsung di Mimika Sport Complex (MSC), Selasa (5/10/2021).

Pembukaan cabor atletik PON XX Papua ditandai dengan penembakan di titik start, untuk melepas atlet di cabang lari 5000 meter putra.

Menko Marves mengatakan bahwa dirinya tidak dapat membayangkan Papua mempunyai tempat olahraga yang megah.

Karenanya, kedepan untuk kawasan Indonesia Timur nanti akan dikonsentrasikan perlombaan atletik khususnya di Papua. Hal ini melihat dari segi sumber daya manusia (SDM) Papua yang begitu bagus dari segi Olahraga.

"Kita bangun dari Timur, bangkit dari Timur, kita cari orang-orang yang baik dan juga pelatihnya kita siapkan," ujarnya.

Ditegaskan juga oleh Luhut bahwa momen kali ini tidak hanya perayaan, namun harus dibuktikan dengan prestasi. Ini merupakan momentum sangat luar biasa dari cabang atletik yang berlangsung di Timika.

"Ini momentum yang baik dari cabor atletik. Untuk dari Papua kalian harus lebih baik dari lainnya. Sekarang kita tunjukkan bahwa Papua punya bakat yang bagus. Kompetisi olahraga kali ini sangat baik. Dan Berjayalah di tanah mutiara hitam ini," ungkapnya.

Sementara Ketua PASI Papua Doren Wakerkwa mengatakan bahwa pertandingan ini merupakan sebagai persahabatan dan kekeluargaan yang dirasakan oleh seluruh Indonesia.

Papua ini aman dan damai, sehingga kenyamanan dan keindahan dapat di rasakan oleh para atlet dari berbagai kontingen yang hadir.

"Ambil sisi baiknya untuk bisa dibawa pulang. Sementara sisi buruknya tinggalkan saja di Papua," ungkapnya.

Adapun nomor-nomor yang dipertandingkan pada Cabor Atletik, yakni Lari Marathon dan Jalan Cepat (dilaksanakan di Kuala Kencana).

*Arena pertandingan GOR Atletik MSC*
Nomor Lari : Jarak 100 meter, 200 meter, 400 meter, 800 meter, 1500 meter, 5000 meter, 10.000 meter, 100 meter gawang, dan 3000 meter strip.

Nomor Lempar:
Tolak peluru, lempar lembing, lempar cakram dan lontar martel.

Nomor Lompat:
Lompat jauh, lompat jangkit, lompat tinggi dan lompat galah. (Humas PPM/Febri/Mujiono)

Menteri Erick Thohir : PT Freeport akan Berikan Beasiswa kepada 100 Atlet Muda Papua

Menteri BUMN Erick Thohir bersama Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas memberikan keterangan pers kepada media di media centre, Mimika Sport Complex, Senin (4/10)

MIMIKA, BM

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Muhadjir Effendy dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali, kini berada di Timika.

Pada Senin (4/10) siang, ketiganya didampingi Presiden PT Freeport Indonesia Tony Wenas mendatangi Venue Baske di Mimika Sport Complex (MSC) untuk menonton pertandingan basket puteri 5x5 PON Papua 2020 yang mempertemukan Papua vs DKI Jakarta.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir bersama Presiden PT Freeport Indonesia Tony Wenas kemudian memberikan kepada pers secara bersama di media centre PTFI di Mimika Sport Complex.

Erick Tohir menggatakan, PT Freeport Indonesia akan memberikan beasiswa kepada 100 atlet muda Papua sebagai bentuk perhatian dan pengembangan olahraga di Papua, khususnya Mimika.

Beasiswa ini diberikan kepada para atlet yang cabang olahraganya selama ini jadi binaan dan perhatian PTFI seperti sepakbola, atletik, bola basket, voli hingga bulu tangkis.

Hanya saja satu hal yang jadi perhatian Erick Thohir dalam program ini adalah masalah pendidikan. Menurutnya, pendidikan kadang menjadi kendala bagi atlet ketika mereka pensiun atau berhenti dari dunia olahraga.

“Supaya ada pengembangan atlet muda. Jadi kita akan ikat mereka bukan hanya dengan latihan tapi juga pendidikan. Sehingga ketika mereka cedera atau selesai mengibarkan bendera merah putih (beprestasi-red) maka mereka dapat menjadi bagian dari masyarakat, apakah dengan tetap menjadi olahragawan atau terjun ke pekerjaan lain,” ungkapnya.

Ia mengatakan, proses seleksi bagi atlet muda Papua yang akan mendapatkan beasiswa mulai dilakukan awal tahun depan.

“PTFI juga tidak tanggung-tanggung karena mereka akan mencari pelatih terbaik baik dari Papua, nasional maupun hingga ke luar negeri untuk pembinaan. Hari ini kita sudah luncurkan program ini,” ujarnya.

Menteri Erick Thohir juga memberikan apresiasi terhadap kemegahan Mimika Sport Complex yang dinilainya masih dapat dikembangkan untuk menambah cabor lainnya.

“Saya berharap ke depan, di MSC ini akan dilakukan pertandingan SD, SMP dan SMA hingga perguruan tinggi di Papua. Pertandingan yang berkelanjutan dan berkesinambungan,” harapnya.

Lanjutnya, “Kuncinya adalah bagaimana kita mengelola degan baik dan memastikan Papua seperti yang diharapkan oleh bapak presiden, agar bisa menjadi pusatnya olahraga beprestasi di Indonesia karena sudah tercatat bahwa banyak atlet Papua yang sudah membuat sejarah untuk negeri ini,” ungkapnya.

Sementara itu Presiden PT Freeport Indonesia, Tony Wenas menyamapaikan, ia juga berharap sama seperti yang diharapkan Menteri Erick Thohir.

“Fasilitas ini ke depan jangan sampai berhenti, artinya tidak ada kegiatan sehingga kami mengajak pemda dan kami yakin pemda punya program untuk itu guna mengadakan pertandigan reguler secara tahunan di MSC," ungkapnya.

Bahkan Tony Wenas juga mengatakan, jika ada olahraga lain yang ingin dibangun dan ditambahkan di lingkungan Mimika Sport Complex maka PTFI akan melakukannya.

“Ini kompleks besar dan berbagai macam cabang olahraga bisa dilakukan di sini. Dan tentu saja kita melihat kebutuhan yang ada. Jika ada animo yang tinggi untuk olahraga tertentu maka kita bisa bangun tambahkan di MSC,” ungkapnya. (Ronald)

Top