Punya Alasan Kuat, Atlet Terjun Payung DKI Targetkan Enam Emas

Kontingen Terjun Payung DKI Jakarta dalam sesi latihan penerjunan di halaman Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Mimika, Papua, Jumat (01/10/2021) siang. /Foto: Humas PPM/Saldi Hermanto
MIMIKA, BM
Sebanyak 12 atlet terjun payung perorangan dan beregu akan memperkuat DKI pada perlombaan terjun payung PON yang akan dilaksanakan tanggal 3-14 Oktober 2021 di Mimika dengan titik mendarat di halaman Kantor Pusat Pemerintahan SP3.
Bermodalkan jam terbang tinggi dan pernah menjuarai berbagai even nasional terjun payung, atlet terjun payung DKI Jakarta menargetkan bisa memboyong enam mendali emas pada PON XX Papua. Mereka sangat optimis dengan harapan tersebut.
“Yang ikut saat ini tidak ada yang junior, tapi semuanya sudah sangat senior. Jam terbang mereka rata-rata di atas seribu kali terjun dan itu kategori PON. Semuanya punyai jam terbang tinggi,” ungkap Pelatih Tim DKI, Dwi Iwasgito Subekti usai memantau para atletnya melakukan latihan terjun payung di Halaman Kantor Pusat Pemerintahan SP3, Jumat (1/10/2021).
Dwi Iwasgito menjelaskan, penilaian untuk nomor perorangan, menurut dia hanya pada ketepatan mendarat. Sedangkan untuk tim yang dinilai adalah bagaimana kerja sama di udara dan kerjasama parasut.
Ia juga berharap cuaca saat perlombaan dimulai sangat mendukung sehingga semua bisa berjalan lancar karena untuk cabor terjun payung, perubahan cuaca sangat menentukan.
“Tim kami hanya ketepatan mendarat putra saja yang bisa tampil saat ini. Yang putri tidak bisa kita ikutkan, karena tidak lolos kualifikasi saat pra PON di Manado 2019 lalu. Untuk venue terjun payung di Timika cukup mendukung, sehingga didoakan agar cuacanya juga mendukung, sehingga semua babak bisa diselesaikan dengan baik,” ujarnya.
Mengenai Latihan, Dwi menerangkan sudah melakukannya selama lebih dari sebulan di Pangandaran, Jawa barat dengan pesawat Cessna dan Casa untuk ketepatan mendarat, kerja sama di udara dan kerja sama antar parasut. Dengan demikian, jika melihat referensi yang dibuat para atlet, baik kerja sama di udara, ketepatan mendarat, serta kerja sama antar parasut bisa dinilai bagus dan cukup meningkat.
Suryadi, salah satu atlet DKI mengatakan hal yang sama. Menurut dia, terjun latihan/orientasi ataupun puncak pertandingan, sangat dipengaruhi cuaca. Untuk cuaca di Timika sebenarnya tidak bisa diprediksi, karena kalau saat pagi hari mendung, tapi saat siang harinya cerah. Selain itu, harus didukung juga dengan alutsista, karena kalau tidak ada alutsista maka tidak akan bisa terjun.
“Untuk persiapan atlet DKI Jakarta sudah cukup, selanjutnya siap bertanding di PON XX Papua dengan satu kunci yaitu saling kerja sama atau kekompakan. Kamipun berharap supaya cuacanya bagus,” tuturnya.
Ia menceritakan, selama berlaga tim DKI, ia menilai tim dari provinsi lainnya juga memiliki kelebihan dan kehebatannya masing-masing, sehingga tidak bisa dinilai kontingen mana yang akan menjadi saingat terberat. (HumasPPM/Aloisius Nasma - Elsina Mnsen/Maftukin)



