Olah Raga

Sembuh Dari Tipes, Hendro 'Bajalan Pu Cepat Apa Bilang'


Hendro atlet Jawa Barat saat mengikuti lomba Jalan cepat pada Cabor Atletik PON XX Papua yang berlangsung di Jalan Raya Kuala Kencana, Sabtu (9/10/2021). (Foto Humas PPM/Mujiono)

MIMIKA, BM

Hendro atlet Jawa Barat berhasil merebut medali emas di nomor jalan cepat 20 kilometer (Km) pada Cabang Olahraga (Cabor) Atletik PON XX Papua, yang dilaksanakan di Jalan Raya Kuala Kencana, Sabtu (9/10/).

Pada Cabor Atletik ini, Hendro mencatatkan waktu 1:35:38 detik. Catatan ini lebih jauh dari catatan waktu sebelumnya, yang pernah diraihnya pada PON XIX di Jawa Barat, yakni 1:28:53 detik.

Di nomor ini, medali perak diraih oleh Bayu Prasetyo atlet D.I Yogyakarta dengan catatan waktu 1:37:50. Sedangkan medali perunggu diraih Mursalim Bahri atlet dari Sulawesi Barat, dengan catatan waktu 1:41:13 detik.

"Perasaan memenangkan jalan cepat di PON XX Papua ini senang, karena masih bisa mempertahankan medali emas. Tapi ada kekecewaan dalam diri," kata Hendro kepada wartawan.

Kekecewaan itu muncul, karena setelah persiapan yang cukup matang terganggu sakit tipes yang dialaminya, sebulan lebih sebelum PON digelar. Akibatnya ia harus membutuhkan proses pemulihan yang cukup lama.

"Tadi saat lomba, ada gangguan psikologi yang membuat ada ketakutan kepada wasit karena sudah 2 tahun tidak lomba. Kepercayaan diri saya tadi agak menurun," tutur Hendro.

Hendro juga kecewa dengan catatan waktu yang diraihnya pada PON XX. Hendro memiliki waktu terbaik pada saat Sea Games tahun 2016 di Philipina dengan catayan waktu 1:27:24 detik.
Sementara di PON XIX di Jawa Barat, catatan waktunya 1.28.53 detik.

"Catatan waktu di PON ini tidak baik dan sangat buruk. Dimana, persiapan sudah sangat matang, namun rusak gara-gara sakit," ujarnya.

Ia menambahkan, medali emas yang didapatkan ini dipersembahkan untuk pelatih Jawa Barat Heri Surahno, yang kebetulan pada Minggu (10/10/2021) besok berulang tahun ke 72.

"Semoga medali emas ini bisa jadi hadiah indah bagi pelatih, yang selama ini terus bersama dan mendampingiku," ujarnya.

Adapun atlet nomor jalan cepat 20 Km pada cabor atletik PON XX Papua ini, sebagai berikut:
1. Hendro (Jawa Barat) catatan waktu 1:35:38 detik.
2. Bayu Prasetyo (DI Yogyakarta) catatan waktu 1:37:50 detik.
3. Mursalim Bahri (Sulawesi Barat) catatan waktu 1:41:13 detik.
4. Syafaad Tarigan (Sumatera Utara) catatan waktu 1:41:32 detik.
5. Rian Saputra (Sumatera Selatan) catatan waktu 1:47:26 detik.
6. Acmad Fikri (Riau) catatan waktu 1:53:42 detik.
7. Yosef (DKI Jakarta) catatan waktu 1:53:52 detik.
8. Otto Amenao (Papua) catatan waktu 2:16:31 detik. (Humas PPM/Febri Eka/Mujiono)

 

Peraih Emas F2C Akui Venue Aeromodelling di Timika Terbaik



Jajang Nur Jaman, Atlet Cabor Aeromodelling Asal Jawa Barat.Foto: Humas PPM/Marcel Lela Ona

MIMIKA, BM

Jajang Nur Jaman peraih medali emas F2C yang merupakan atlet Cabor Aeromodelling asal Provinsi Jawa Barat mengakui Venue Aeromodelling yang saat ini digunakan untuk pelaksanaan PON XX Klaster Mimika terbaik di Indonesia.

"Venue ini sangat bagus dan luas meskipun di jenis pertandingan lain belum cukup luas. Namun untuk pertandingan Aeromodelling jenis F2C menggunakan landasan lingkaran yang digunakan ini cukup baik karena berbeda dengan tempat kita latihan," ungkap Jajang, Jumat (08/10/2021) usai pertandingan.

Jajang ketika ditanya mengenai kemenangannya di F2C , mengucap syukur atas pencapaian yang ia raih di PON XX Papua, berkat kerjasama tim yang baik.

"Karena kita mainnya berdua sehingga kita harus memiliki kemistri yang baik agar bisa memenangkan pertandingan untuk mencapai hasil yang sempurna," ujarnya.

Lanjut Jajang, adapun kendala pada saat pertandingan adalah cuaca yang sangat berbeda dengan di Jawa Barat.

"Ini yang membuat kami harus beradaptasi namun semua itu sudah kami lalui," ungkapnya.

Ia juga mengaku puas dengan pelayanan yang ia dapatkan selama mengikuti pertandingan.

"Kami sangat senang dan bangga dengan masyarakat Timika yang telah melayani kami dengan baik," pungkasnya. (Humas PPM/ Marcel Lela Ona dan Misba)



Taklukkan Sumut di Final, DIY Sabet Emas Pertama dari Biliar

Pebiliar DIY Gebby Adi Wibawa Putra berhasil meraih medali emas setelah menaklukkan pebiliar Sumut Marlando Sihombing di final nomor 15 reds snooker, berlangsung di Venue Billiar Mimika, Jumat (8/10/2021). /Foto: Humas PPM/ Sevianto Pakiding

MIMIKA, BM

Kontingen Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akhirnya berhasil meraih medali emas, pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua dari cabang olahraga biliar yang berlangsung di Venue Biliar Mimika, Jumat (8/10).

DIY menang dua angka setelah menaklukkan Sumatera Utara (Sumut), yang harus puas mendapat medali perak.

Di partai final ini, DIY menurunkan Pebiliar andalan mereka, Gebby Adi Wibawa Putra. Adi berhasil mengalahkan pebiliar Sumut, Marlando Sihombing pada kelas Snooker atau English Biliar nomor 15 reds snooker dengan skor 3-1.

Perolehan emas ini merupakan emas pertama dari cabang olahraga biliar untuk DIY yang sebelumnya hanya bisa meraih perunggu.

Pelatih Biliar DIY, Adib Daoudy mengatakan, ini adalah medali emas pertama dari kelas snooker nomor 15 reds snooker single putra.

"Kita sudah bertanding di 6 kelas dan kita sudah mendapat 1 emas dan 2 perunggu," katanya.

Adib mengatakan, medali perunggu didapatkan pada kelas poll nomor 15 ball double putra dan 15 ball single putra.

Sementara, Gebby peraih medali emas ini adalah atlet nasional, yang bermain di SEA Games Filipine 2019.

"Gebby ini salah satu atlet andalan yang ditarget emas oleh KONI DIY," ungkapnya.

Pada ajang PON ini, DIY diperkuat 6 atlet terbaik mereka yakni Gebby Adi Wibawa Putra (snooker putra), Wisnu Eko Marsudi (pool putra 10 ball single dan 15 ball double) serta Iwan Aprianto (pool putra 9 ball single dan 15 ball double).

Selain itu, Agus Deser Efendi (pool putra 10 ball single dan 15 ball double), Widi Harsoyo (pool putra 9 ball single dan 15 ball double), dan Lafitri Panca Wardani  (pool putri 9 dan 10 ball).

"Total atlet kami ada 6 dan kami ikut empat kelas. Kita sudah dapat 3 medali jadi kita masih punya 2 nomor lagi untuk memperebutkan medali emas. Mudah-mudahan kita bisa mendapatkan 1 emas lagi," harapnya.

(Humas PPM/Shanty Sang/Sianturi)

Top