Olah Raga

Cabor Judo di Mimika Bakal Seru, Para Juara Turun Gunung

Manager sekaligus pelatih kontingen Bali, Agus Putra Adnyana. Foto : Humas PPM/Elfrida Sijabat

MIMIKA, BM

Persaingan ketat bakal terjadi di pertandingan judo di PON XX Papua 2021. Pertandingan ini menerapkan sisten gugur sekali bertanding.

Para atlet yang diturunkan ternyata sebagian besar merupakan kontingen Judoka Pelatnas dengan segudang prestasi mengharumkan mulai level Asian Games hingga Sea Games 2019.

Salah satu yang diperhitungkan adalah kontingen asal Bali. Kontingan the last paradise on earth atau surga terakhir di bumi ini sudah tiba di Timika. Di PON XX Papua, 15 atlet judo Bali incar lima emas.

Kontingen Pulau Dewata yang diutus merupakan juara peringkat ketiga Cabang Olahraga (Cabor) Judo PON XIX Jawa Barat 2016 yang berhasil memperoleh dua medali emas.

Manager sekaligus pelatih kontingen Bali, Agus Putra Adnyana memiliki target meski masa Trainning Centre (TC) hanya tiga bulan.

Ia optimis para atletnya beprestasu di PON XX Papua 2021 untuk menyabet lima medali emas karena dari 15 judoka, empat diantaranya merupakan  atlet Pelatnas.

"Pandemi tentu saja berdampak pada kesiapan para atlet sebab selama dua tahun hanya berlatih melalui zoom. Kita hanya berkesempatan tiga bulan latihan," ujar Agus di Hotel Serayu, Senin (27/9).

"Dengan potensi atlet dan perubahan program yang kita lakukan kami tetap optimis. Dengan kondisi yang prima kami datang di Papua semoga diberi kelancaran sehingga yang ditargetkan tercapai,” lanjutnya.

Agus menyebutkan 15 anak asuhnya terdiri dari delapan putra dan tujuh putri. Keseluruhannya akan bertarung untuk kelas tanding atau fighter.

“Untuk ‘kata’ kita tidak kirim karena babak pra kualifikasi PON kita memang tidak mengikuti, kita belum fokus ke sana, tapi sudah persiapkan atlet junior untuk PON selanjutnya di Aceh,” ujarnya.

Agus merasa bangga dari 15 atlet tersebut empat merupakan atlet Pelatnas, yakni Kadek Anny Pandini. Ia dua dua kali meraih medali emas Sea Games.

Lalu I Dewa Ayu Mira Widari peraih perunggu Sea Games, Gede Ganding Kalbu, peraih emas pada beberapa kali Kejurnas dan Sea Games 2019 dan I Gede Agastya Darma Wardana, peraih emas pada Sea Games 2016.

"Seluruh atlet kita harapkan berjuang maksimal, tidak ada perbedaan dan terget khusus, karena ke-15 nya punya potensi meraih emas selain Gede Ganding. Tidak ada kata menyerah sebelum selesai pertandingan. Total dan tidak terbeban apapun,” harapnya.
(Humas PPM/Elfrida Sijabat/Antonius Juma)

PON XX Papua, Tim Aeromodelling Targetkan 3 Medali Emas, Atlet Latihan di Dua Venue



Dua atlet Aeromodelling Jatim Beni Limanhaji bersama rekannya Erik Limanhaji saat melakukan latihan di Stadion Wania Imipi, Senin (27/9). Foto: Humas PPM/Elisabeth Heatubun

MIMIKA, BM 

Tim Aeromodelling Jawa Timur (Jatim) target membawa pulang 3 medali emas dari 12 nomor lomba yang akan diikuti oleh 5 atlet pada perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua yang akan berlangsung 2-15 Oktober 2021.

Optimis meraih tiga medali emas ini disampaikan Pelatih Kepala Aeromodelling Jatim, Perdana saat ditemui di Venue Aeromodelling di Stadion Wania Imipi SP-1, Kampung Kamoro Jaya, Distrik Wania, Timika, Kabupaten Mimika, Senin (27/9).

"Kami sangat optimis bisa membawa pulang 3 emas," ungkapnya.

Sementara itu, Official Aeromodelling Jatim, Yuyun mengatakan saat ini kelima atlet aeromodelling Jatim sedang melakukan persiapan yang lebih matang agar bisa mengalahkan lawan dari provinsi lainnya pada pertandingan yang akan digelar pada 4-12 Oktober mendatang.

Lima atlet dikatakan Yuyun sedang melakukan latihan di dua venue berbeda, yakni di Stadion Wania Imipi dan Venue aeromodeling di kawasan SP5, Distrik Kuala Kencana.

"Tiga atlet latihan di SP-5 sedangkan dua atlet latihan di SP-1," ujarnya.

Yuyun mengungkapkan, yang menjadi kendala saat ini adalah kondisi lapangan di SP-5 yang berkerikil sehingga pada saat latihan, pada saat jatuh body pesawat bisa terkena kerikil.(HumasPPM/Elisabeth Heatubun/Misba).

 

Panjat Tebing : Jatim Memimpin di Boulder Perorangan Putri



Atlet panjat tebing Papua, Ravianto Ramadan memanjat wall pada babak kualifikasi PON XX kategori perorangan putra di venue panjat tebing Timika, Jalan Poros SP5, Senin 27/9/2021. (Foto: Humas PPM/ David Lalang)

MIMIKA, BM

Atlet Panjat Tebing Jawa Timur berhasil mengumpulkan poin tertinggi dari lawan-lawannya usai bakak kualifikasi nomor boulder perorangan putri pada PON XX Papua 2021 Klaster Mimika dari Cabang Olahraga (Cabor) Panjat Tebing.

Nomor boulder perorangan putri yang dipertandingkan pada babak kualifikasi ini, mengawali kejuaraan Panjat Tebing pada PON XX Papua 2021 setelah diresmikan dan dibuka oleh Yenny Wahid, Ketua Federasi Panjat Tebing Indonesia (PTFI) pada Senin (27/9/2021).

Adalah Fitria Hartani, Atlet Jawa Timur dengan nomor punggung 62, menempati rangking 1 (pertama) pada nomor boulder perseorangan putri pada babak ini.

Sementara, Maria Jeklin Heatubun, atlet tuan rumah Papua bernomor punggung 110 terpaut di rangking 15. Disusul Laela Al-Hadad, pemanjat bernomor punggung 107 berada di rangking 17.

Selengkapnya, atlet panjat tebing yang berhasil menyelesaikan babak kualifikasi di nomor boulder perorangan putri, yaitu Fitria Hartani utusan Jawa Timur, Nurul Iqamah utusan Nusa Tenggara Barat (NTB), Kharisma Ragil Rakasiwi utusan Jatim, serta Apriana Nasution utusan Sumatera Barat (Sumbar).

Lainya, Salsabila utusan Jawa Barat (Jawa Barat), Julita utusan Bangka Belitung, Novicahya Wardani utusan Kaliman Timur (Kaltim), Nurul Aisyah Ramadhani Suad utusan DKI Jakarta, Ade Andrian utusan Riau, Anggun Yolanda utusan NTB dan Alivany Ver Khadijah utusan Sulsel.

Selain itu, Nova Bina Wardani utusan Kaltim, Rury Diwira Registanaranti Yastika utusan Jawa Tengah, Nadia Putri Virgita utusan NTB, Maria Jeklin Heatubun utusan Papua, Betty Nawa Fatus Yoganita utusan Jabar, Laela Al-Hadad utusan Papua serta Fitri Komala utusan Riau.

Pada babak kualifikasi Di nomor boulder perseorangan putri ini diikuti sejumlah atlet nasional, diantaranya Fitria Hartani utusan Jawa Timur, Nurul Iqamah dan Anggun Yolanda, dua utusan dari Nusa Tenggara Barat (NTB). (HumasPPM/Jefri Manehat)

 

Top