Olah Raga

Datangi, Salami dan Sapa, Ini Janji Gubernur Enembe untuk Para Atlet

Gubernur Lukas Enembe saat menyalami dan menyapa dua atlet Panjat Tebing Papua

MIMIKA, BM

Gubernur Papua Lukas Enembe berjanji akan memberikan bonus sebesar Rp1 miliar bagi atlit Papua yang bisa meraih medali emas untuk cabang perorangan, sementara emas untuk cabor beregu atau berkelompok masing-masing atlet akan diberikan bonus sebesar Rp650 juta.

Hal tersebut dikatakan Gubernur Papua Lukas Enembe selaku Ketua Umum PB PON XX Papua saat mengunjungi venue panjat tebing dan memberikan pesan kepada para atlet untuk bisa merebutkan medali emas sebanyak mungkin.

"Kalau dapat emas perorangan maupun regu akan saya berikan bonus besar. Perorangan Rp1 miliar, beregu Rp650 juta untuk tiap atlet. Ini janji saya untuk menyemangati kalian harumkan papua," kata Gubernur Lukas kepada para atlet dan official di venue panjat tebing, Senin (20/9).

Gubernur Papua dua periode itu memutuskan memberi bonus yang cukup besar kepada para atlet yang meraih medali emas karena ada daerah lain yang ternyata juga menjanjikan bonus yang cukup besar.

"Kenapa saya putuskan begitu, karena Jawa Barat bonusnya Rp600 juta. Jadi saya pikir kita harus lebih tinggi dari Jawa Barat," Katanya.

Tidak hanya itu, gubernur juga berpesan kepada para atlet untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin karena meraih prestasi bukan hanya tentang bonus namun akan membahagiakan seluruh masyarakat Papua.

Selain diharapkan dapat beprestasi di Papua pada PON XX, gubernur berharap para atlet juga terus berlatih dan bekerja keras untuk mengharumkan Indonesia hingga tingkat Internasional.

"Saya harap bisa juara sampai ke luar Pulau Jawa bahkan ke luar negeri," ujarnya.

Didampingi Ketua Harian PB PON Papua, Yunus Wonda, Ketua PB PON Cluster Mimika, Eltinus Omaleng dan Sekretaris Umum Cesar A Tunya, Ketua Umum PB PON Papua, Lukas Enembe tampak bersemangat mengunjungi setiap venue.

Kepada atlet Futsal, Biliard dan Panjat Tebing, Enembe meminta agar mereka semua tetap semangat dan fokus pada apa yang ingin diraih pada PON ini.

Kepada mereka, Gubernur Enembe berpesan bahwa PON di Papua adalah harga diri seluruh masyarakat Papua. Semua kebanggaan ini akan menjadi lebih manis jika para atlet Papua dapat meraih prestasi yang membanggakan.

"Ini adalah harga diri dan kebanggaan kita semua. Di daerah lain, kita bisa juara. Di rumah kita, harus lebih banyak lagi juara yang kita raih. Kalau bisa semua, kenapa tidak. Kita harus yakin pada kemampuan kita," ujarnya berpesan. (Ronald)

Sehat Selalu Pak Gubernur Lukas Enembe, PON di Papua Adalah Karyamu

Didampingi Bupati Mimika dan Sekum PB PON Mimika, Gubernur Enembe meninjau Venue Panjat Tebing

MIMIKA, BM

Gubernur Papua, Lukas Enembe telah tiba di Mimika pada Senin (20/9) guna meninjau langsung kesiapan venue-venue yang ada di Mimika.

Rombongan Gubernur Papua tiba pukul 9.58 WIT dan disambut langsung oleh Bupati Mimika, Eltinus Omaleng, Forkopimda dan Pimpinan OPD di terminal baru Bandara Mozes Kilangin.

Pantauan Berita Mimika, Gubernur Papua selaku Ketua Umum PB PON XX Papua 2021 langsung menuju ke venue Futsal.

Walau terlihat masih dalam pemulihan akibat sakit yang dialaminya, namun Gubernur Enembe terlihat begitu semangat mengunjungi venue, menyapa dan memberikan semangat kepada para atlet dan pelatih kebanggaan Papua yang ditemuinya.

Setiba di venue futsal Bupati Eltinus, Gubernur Lukas dan rombongan langsung memantau kesiapan venue tersebut.

Setelah itu, rombongan kembali meninjau venue biliard. Di venue biliard Gubernur dan Bupati menyaksikan atlit Papua melakukan latihan.

Tidak hanya itu, gubernur juga memberi semangat kepada para atlit agar bisa meraih kemenangan.

Usai itu, ia kemudian meninjau lagi venue basket di MSC, venue panjat tebing dan Kantor PB PON Papua Cluster Mimika.

Di venue panjat tebing, gubernur dan rombongan menyaksikan Atlit Panjat Tebing Papua menunjukan keahlian mereka memanjat tebing.

"Saya yang sakit saja, bisa semangat supaya kita bisa menang apa lagi kalian yang masih kuat ini, harus bisa semangat lagi," tutur Gubernur Papua, Lukas Enembe memberi semangat kepada atlit panjat tebing.

Ketua Umum PB PON XX Papua, Lukas Enembe kepada wartawan usai meninjau venue mengatakan, bahwa kunjungannya hanya untuk melihat kesiapan venue apakah sudah siap atau tidak.

"Kalau ada yang belum diselesaikan harus diselesaikan. Seperti terbang layang itu belum siap karena harus di aspal. Mudah-mudahan dalam beberapa hari ini diselesaikan," ujarnya.

Dikatakan, bahwa setelah melihat Mimika, Papua sudah 100 persen siap. Tidak hanya itu, untuk masalah keamanan menunurutnya juga tidak ada kendala.

Enembe mengingatkan seluruh masyarakat Papua terutama Mimika bahwa PON di Papua bukan hanya sebuah l kebanggaan namun juga harga diri.

"Ini harga diri Papua. Jadi, sudah sepatutnya kita bersama-sama menjaga keamanan dan mensukseskan pelaksanaan PON agar berjalan aman dan tertib," harapnya.

Ia pun yakin Papua bisa juara dan menargetkan Papua bisa masuk 5 besar.

"Tapi kalau kita bisa kalahkan semua maka itu jauh lebih bagus lagi," ujarnya.

Kepada media, Enembe juga mengungkapkan bahwa satu persoalan yang sempat menggangu penyelenggaraan PON adalah gangguan berupa pemadaman listrik. Bahkan pihak PLN meminta agar dilakukan pembayaran terlebih dahulu.

"Tapi harusnya kan kita gunakan dulu baru bisa kita bayar. PLN harus dukung full tidak boleh sampai terkendala. Inilah yang akhirnya buat kita laporkan ke PLN Pusat dan pusta perintahkan layani dulu. Kalau untuk jaringan internet juga sudah kita sampaikan dan antisipasi agar saat pelaksanaan PON tidak ada hambatan," jelasnya. (Shanty)

Puluhan Paguyuban Bertemu PB PON XX Klaster Mimika! Apa Yang Mereka Bicarakan?


Pertemuan dilangsungkan di Grand Tembaga Hotel

MIMIKA, BM

Puluhan paguyuban yang ada di Kabupaten Mimika menghadiri pertemuan dengan Ketua Harian PB PON XX Klaster Mimika, Marthen Paiding, didamping Ketua Koordinator Akomodasi Willem Naa dan Lopianus Fuakubun, Sabtu (18/9), di Grand Tembaga Hotel.

Paguyuban yang hadir diantaranya Lemasa, Lemasko, Ikatan Keluarga Flobamora (IKF), Kerukunan Sorong, IKKS, FPK, Kerukunan Bali, Kerukunan Keluarga NTB, KKSS dan KKBSU.

Marthen Paiding pada pertemuan ini berharap masyarakat berpartisipasi dengan cara memasang umbul-umbul dan menjaga kebersihan lingkungan.

“Itu sesuai instruksi bupati, bagaimana supaya tamu kita yang datang merasa senang dan masyarakat pun tahu ada PON XX dan bisa menikmati seperti apa PON XX itu dilakukan," ujarnya.

Ia mengatakan, tiga pekan sebelumnya Mimika dikunjungi oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali.

Menpora Zainudin yang datang dengan rombongan kemenpora kemudian melakukan pertemuan dengan PB PON XX Papua Cluster Mimika guna mengecek dan melihat sejauh mana kesiapan Mimika sebagai salah satu tuan rumah penyelenggara PON.

"Waktu itu menteri mengizinkan ada penonton tetapi sampai saat ini kita belum diberikan informasi berapa kuota orang yang bisa menonton. Karena kita sementara dievaluasi sejauh mana melakukan vaksin ke masyarakat. Persyaratannya jika sudah 70 persen maka ada kebijakannya masyarakat boleh menonton,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa hal utama yang telah menjadi kebijakan umum selama pelaksanaan PON adalah bahwa seluruh panitia, atlet, wasit dan siapapun yang terlibat dalam PON XX termasuk penonton harus divaksin untuk menghindari adanya cluster baru.

“Kalau atlet datang, paguyuban tidak boleh bertemu selama dalam pertandingan. Mereka akan dibatasi pergerakannya di hotel. Atlet datang mulai dari bandara, hotel, ke tempat pertandingan sampai kembali ke hotel dalam pengawasan ketat. Kalau PON XX sudah selesai, paguyuban atau keluarga boleh bebas bertemu. Ini adalah ketentuan yang perlu kita ketahui,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, Marthen Paiding juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas kehadiran para ketua kerukunan atau paguyuban yang telah hadir dan selama ini terus mendukung kesiapan Mimika dalam menghadapi PON XX Papua.

Sementara itu Ketua Koordinator Akomodasi PB PON XX Klaster Mimika, Willem Naa, juga menyampaikan perkembangan terakhir kehadiran tamu di Mimika.

“Diperkirakan dari 4000 sudah 3000-an tiba di Timika. Yang kita sedang siapkan adalah hotel berbintang, melati dan non hotel. Non hotel itu seperti sentra pendidikan, brigif, asrama TNI Polri. Ini juga di rehab, diperbaiki dan dilengkapi sesuai dengan prosedural PB PON,” ungkapnya.

“Kami undang bapak ibu agar bisa bantu kita, tolong lengkapi. Kalau pertandingan (PON-red) selesai para kontingen sudah harus keluar dari tempat akomodasi, perwakilan dari provinsi disini jika ada rumah yang kosong segera lapor kepada kami untuk hotel non transit, untuk para tamu yang masih tinggal tapi sudah selesai pertandingan,” ucapnya.

Willem Naa juga meminta tiap kerukunan atau paguyuban agar senantiasa mengajak masyarakatnya agar bersama dapat menjaga kebersihan lingkungan masing-masing.

“Kesan pertama tamu yang datang adalah kebersihan kota Timika. Ini harus dijaga supaya tamu yang datang melihat Mimika luar biasa. Bandara airport berstandar internasional, itu kebanggaan kita juga mari kita sama-sama menjaga harga diri dan nama baik Mimika,” tandasnya.

Dikatakan tamu yang berdatangan dari seluruh Indonesia akan sangat berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat.

“Semua sudah kami siapkan, tinggal non hotel transit. Kalau ada rumah kosong atau kontrakan cepat laporkan sehingga kami bisa daftarkan. Kita tetap semangat bersama-sama bertanggung jawab,” harapnya.

Pada pertemuan ini, seluruh paguyuban menyatakan dukungannya kepada pemerintah daerah. Mereka berkomitmen untuk bersama menjaga kebersihan dan keamanan Mimika.

Wakil Ketua Lemasa, Karel Kum, mengutarakan bahwa suku Amungme memberikan dukungan sepenuhnya agar PON XX Papua dapat berjalan dengan lancar.

“Sebenarnya PON ini hadir untuk masyarakat cuman kesalnya harus vaksin. Ini meramaikan pembangunan Mimika dan untuk pemasukan atau pendapatan masyarakat Mimika tapi salah satu syarat yang dikeluarkan masyarakat harus di vaksin, jika tidak maka tidak boleh nonton. Ini buat kecewa masyarakat," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut Marthen Paiding mengatakan masyarakat memang harus diberi ruang untuk menonton maupun menjadi bagian dengan menjadi relawan.

“Khusus masyarakat Amungme dan Kamoro dalam perekrutan ada 900 orang dari yang mendaftar keseluruhan sekitar 7000. Ada kebijakan yang disampaikan pemerintah yakni harus vaksin, kami buka gerai silahkan. Kalau kurang maksimal kami buka dua tiga hari lagi dengan harapan masyarakat menjaga diri sendiri tetapi juga menjaga supaya PON dapat berjalan dengan baik” jawabnya.

Dimasa pandemi ini, hal tersebut harus dilakukan agar tidak terjadi suatu permasalahan dalam penerapan protokol kesehatan.

“Penonton yang tidak bisa menonton bisa melihat secara langsung seperti basket, atletik, futsal, tarung derajat dan judo. Itu disiarkan langsung dari Mimika sehingga seluruh dunia dan internasional bisa menyaksikan,” tukasnya.

Marthen mengatakan untuk pertama kalinya sepanjang sejarah berlangsungnya PON di Indonesia, PON XX Papua akan menggunakan teknologi barcode.

“Orang yang masuk discan jika nama ada masuk kalau tidak keluar. Kalau tidak ada akses masuk, tidak boleh masuk. Begitu ketatnya nanti. Atlet yang mau dapat makan harus cek nama, mau masuk pertandingan juga cek nama baru dapat masuk. Mulai masuk dari bandara sudah seperti itu. Teknologi itu menjadi kebanggan tersendiri untuk Papua,” pungkasnya. (Elfrida)

Top