Olah Raga

Wofle Sorong Juara IBF 2022 Tim Putra di Timika

 

Pemain Wofle Sorong saat merayakan kemenangan usai menjuarai IBF 2022 di Timika

MIMIKA, BM

Pertemuan kedua antara Jungleboys dan Wofle Sorong terjadi di Final Indonesia Basketball Festival (IBF) 2022 di Mimika Sport Complex, Selasa (11/1) kembali berlangsung seru.

Dukungan para penonton kedua tim yang terlihat sama banyaknya, menambah semangat suasana pertandingan.

Pertemuan di final ini, awalnya didominasi oleh tim Jungle Boys. Bahkan di dua quarter yakni pertama dan kedua, Jungle Boys unggul poin atas Wofle Sorong. Pada quarter kedua, tim Jungleboys memimpin dengan skor 12-7.

Memasuki quarter ketiga, Wofle Sorong terlihat memainkan kualitas permainan yang lebih ofensif dibandingkan dua quarter sebelumnya.

Kekompakan dan kerjasama tim membuat anak-anak Wofle berhasil membalikan keadaan dan memimpin dengan skor 12-20 pada quarter ketiga.

Babak terakhir, pemain Wofle Sorong seolah menemukan kepercayaan diri mereka. Mereka semakin matang dalam menyerang maupun bertahan.

Hasilnya, mereka berhasil menambah 8 poin dan keluar sebagai juara dengan skor akhir 16-24.

Dengan demikian, Wofle Sorong keluar sebagai juara Indonesia Basketball Festival (IBF) tim putra yang digelar pada Selasa (11/1) di Mimika Sport Complex. Selain Wofle, tim puteri Tsunami juga menjadi juara IBF puteri.

Usai pertandingan, kepada BeritaMimika pelatih Wofle Sorong Riggs Ronsumbre mengatakan Jungle Boys merupakan lawan yang tangguh.

“Namanya tim yang masuk final pasti tim yang kuat dan mempunyai persiapan matang. Saya bersyukur karena kita bisa melewati game hari ini dengan baik dan menjadi juara sehingga kita bisa balik ke Sorong dengan senyuman bukan air mata,” tuturnya.

Riggs yang juga merupakan mantan pemain Pro Hangtuah Basketball mengungkapkan perjuangan Wofle Sorong untuk bertanding di IBF bukanlah hal yang mudah namun penuh kerja keras.

“Kita datang kesini dengan susah payah. Dari awal sebenarnya datang dengan tim saya. Kegiatan ini awalnya bulan Desember namun dibatalkan. Jadi sambil waktu berjalan saya mencari sponsor karena kami punya tekad. Akhirnya akhir Desember 2021 saya dapat,” terangnya.

Lanjutnya, visi Rigss dan pensponsor di Papua Barat adalah untuk mengembangkan basket khususnya bagi para pemuda.

“Kami hanya perlu tiket (ke Timika-ted), kalau uang makan kami cari sendiri dan ada bantuan dari senior. Tujuan kami kesini untuk mengembangkan bakat anak-anak mungkin mereka bisa dipanggil ke Jakarta atau dapat beasiswa. Kita tidak pernah tahu yang terpenting bagaimana mereka bermain dan mengeluarkan bakat selebihnya berserah kepada Tuhan,” tandasnya.

Dikatakan setelah IBF, Wofle Sorong akan membentuk suatu akademi dan memperkenalkan Wofle Sorong melalui sebuah even kejuaraan.

“Dari basket bisa meringankan kita dan keluarga. Di Papua mungkin belum dijalankan, kalau di Jakarta banyak kampus sekolah yang cari pemain berbakat dan disekolahkan 100 persen tanpa biaya apapun. Latihan dengan sungguh-sungguh dan jauhi hal negatif. Semoga banyak anak Papua yang berkarya bukan hanya di IBL, bisa juga di liga pelajar atau liga mahasiswa,” pungkasnya.

Sementata itu pelatih Jungle Boys, Sofyan menuturkan tiga alasan mengapa timnya kalah di partai final.

"Ada beberapa kesalahan yang dilakukan para pemain. Mereka bermain tidak seperti pola yang saya kasih. Itu yang menyebabkan lawan balik unggul. Ada pemain juga yang main sedikit invidual padahal saya sudah ingatkan untuk lebih prioritaskan kerjasama tim. Mungkin terlalu antusias sehingga individunya lebih kuat," ungkapnya.

Walau Jungle Boys tidak mendapatkan juara pertama namun Sofyan mengatakan turnamen ini sangat positif bagi para pemain karena mereka dapat mengembangkan skill dan kemampuan mereka sekaligus sebagai ajang promosi basket di Timika.

"Ada dua pemain dari kami yang dilirik Perbasi yakni Yoshua dan Yalinap. Saya harap ajang ini jadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk melihat perkembangan basket di Timika. Karena antusias basket di Timika ini sangat tinggi sehingga kita berharap ke depan ada even-even lagi seperti ini," harapnya. (Elfrida)

Sekda Mimika Pimpin Kapolres dan Dandim 'Menyerang' Para Artis Dari Jakarta

 

Tim Basket Mimika Ballers vs Happy Ballers di MSC, Selasa (11/1)

MIMIKA, BM

Sekretaris Daerah Kabupaten Mimika, Michael R Gomar memimpin Kapolres Era Adhinata, Dandim Yoga Prasetyo, Anggota DPRD Redy Wijaya dan sejumlah pemain basket Mimika tampil melawan para artis dari Jakarta.

Tim Mimika yang disebut Mimika Ballers ini tampil melawan sejumlah artis dan mantan pebasket nasional yang disebut tim Happy Ballers.

Para artis ini adalah mantan atlet basket nasional Rommy Chandra, Augie, Mario Lawalata, Maria Selena, Andi Batam dan Virgo Boy.

Di menit-menit awal pertandingan exebisi menuju final Indonesia Basketball Federation (IBF) 2022 di Mimika Sport Complex (MSC), Selasa (11/1), Kaplres Mimika langsung membuka keunggulan tim Mimika Ballers melalui tembakan dua angkanya.

Kedua tim bermain bagus dan saling menyerang! Status sosial yang mereka sandangi, menyatu bersama kemeriahan Indonesia Basketball Federation yang penutupannya akan digelar pada sore menjelang malam nanti.

Pertandingan kedua tim ini bahkan ditonton secara langsung oleh Ketua Perbasi Pusat,Danny Kosasih.

Walau terlihat terseok-seok karena stamina dan jarang berlatih, anggota tim Mimika Baller pada jamannya dulu, mereka adalah pemain basket.

Tidak heran, walau kelelahan dan ngos-ngosan, mereka mampu memberikan aksi yang menarik untuk ditonton dan sangat menghibur.

Tidak ketinggalan, tim Happy Ballers dari Jakarta ini juga tampil apik dan sangat menghibur ratusan penonton yang memadati Mimika Sport Complex.

Mereka membuat warga Timika yang menonton, tertawa dan terlihat begitu bahagia menyaksikan jalannya pertandingan. Sepanjang pertandingan, MSC terus bergumuruh.

Quarter pertama, tim Mimika Ballers memimpin dua angka dengan unggul 12-10 atas tim Happy Ballers. Saat ini pertandingan telah memasuki quarter kedua dan skor sementara 17-16 untuk keunggulan Mimika Ballers.

Partai final IBF 2022 di MSC sendiri akan digelar pada pukul 18.00 Wit sore nanti mempertemukan tim tuan rumah Jungle Boys melawan Wofle Sorong. (Ronald)

Walau Juara, Wofle Sorong Terancam Tidak Dapat Wakili Papua di Champion Series IBF 2022! Pelatih dan Pemain Kecewa

 

Pelatih Wofle Sorong, Riggs Ronsumbre

MIMIKA, BM

Sebuah pertanyaan ditanyakan oleh pelatih Wofle Sorong, Riggs Ronsumbre akibat perubahan peraturan yang terjadi pada Indonesia Basketball Festival (IBF) yang dilangsungkan di kota Timika.

Perubahan peraturan tersebut adalah faktor usia untuk mengikuti IBF di Timika. Pasalnya berdasarkan peraturan standar nasional yang ditetapkan, batas usia pemain yakni 19-22 namun di Timika berubah menjadi 17 tahun.

Kepada BeritaMimika, Selasa (11/1) di Mimika Sport Complex (MSC) pelatih Riggs mengemukakan kekecewaannya apabila Wofle Sorong tidak dapat mewakili Papua di Liga Champion IBF.

“Saya suda siapkan pemain saya sesuai peraturan nasional yang dikasih. Batas pemain 19-22 tahun tapi di Timika mereka turunkan jadi 17 tahun. Saya sempat kecewa karena kami sudah mengeluarkan biaya banyak dan punya target skala nasional bisa mewakili Papua,” ungkapnya.

Ia lantas mempertanyakan kembali mengapa pertandingan dilaksanakan di Timika jika memang di Timika tidak ada pemain batas usia yang ditetapkan.

“Kenapa tidak di daerah lain saja yang pemainnya ada umur diatas 19 tahun dan memenuhi standar? Saya bawa pemain sesuai aturan kalau kita tidak bisa ikut nasional lalu mau salahkan siapa?!,” imbuhnya.

Riggs juga mengatakan ajang tingkat nasional yang dilaksanakan di lima kota seharusnya menyertakan semua perwakilannya.

“Kita buat even sebesar ini tiba-tiba di liga champion Denpasar yang lain ada lalu mana keterwakilan dari Papua? Papua apakah hanya pembukaan saja? Saya terus tanyakan ini karena kita tidak memenuhi standar umur, lalu mau salahkan siapa?” tandasnya.

Sementara itu, sebagai juara IBF 2022, Wofle Sorong hanya mendapatkan hadiah uang pembinaan sebesar Rp4 juta.

Pelatih Riggs mengatakan bahwa jumlah nominal tersebut bukanlah menjadi target utama mereka walau diakuinya tidak sesuai dengan yang diharapkan.

“Dari awal saya sudah tanya, panitia mereka cuman jawab ada namun tidak pernah kasih tahu nominalnya berapa. Kita lihat saja tim profesional per tahun bisa 7-9 milyar, sementara hadiahnya tidak seberapa,” ucapnya.

“Saya berpikir ya sudahlah yang penting saya bisa membawa nama tim dengan baik dan lolos berhasil jadi juara. Bisa tunjukan yang terbaik untuk jumlahnya besar atau kecil bersyukur saja,” tukasnya.

Untuk kedepan, Riggs berharap agar panitia dapat memberikan nilai nominal yang setimpal untuk menarik minat tim lainnya yang akan bertanding.

“Kalau begini hitung-hitungan pasti rugi bos. Tapi kembali lagi uang memang susah dicari tapi kita ingin up tim kita dan orang tahu Wofle Sorong karena kegiatan ini kan skala nasional. Nama kita bisa dingat sebagai juara pertama, nanti musim berikutnya orang masih ingat jadi tidak berpikir soal uang juara,” pungkasnya.

Sementara itu, terkait dengan hadiah juara yang dikeluhkan pelatih dan beberapa pemain, Ketua Perbasi Pusat, Danny Kosasih enggan berkomentar banyak.

Padahal Indonesia Basket Festival (IBF) 2022 ini disponsori oleh Bank Mandiri dan PT Freeport Indonesia.

Dan even ini bukan berstandar daerah atau lokal namun even nasional. IBF merupakan even nasional yang merupakan rangkaian dari road to FIBA Asia Cup Indonesia 2022 nanti.

"Coba tanya ke panitianya. Sebaiknya tanyakan ke mereka karena saya juga kurang tahu. Dananya ini dari sponsor yang dikumpulin karena ini mainnya di beberapa kota. Terkait hal ini saya gak berani jawab, ada panitianya, saya gak enak," ujar Ketua Perbasi Danny Kosasih. (Elfrida/Red)

Top