PKK Mimika Edukasi Puluhan Pelajar SMA di Kokonao Tentang Cegah Perkawinan Usia Dini
PKK Mimika Pokja I foto bersama para pelajar SMAN 3 Kokonao
MIMIKA, BM
Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika melalui Pokja I mensosialisasikan pencegahan perkawinan usia dini di SMAN 3 Kokonao, Distrik Mimika Barat pada Senin (19/5/2026).
Pelajar SMA dipilih karena merupakan masa dimana mereka dihadapkan akan pilihan hidup baik kelak untuk kuliah, kerja atau menikah.
Dalam proses tersebut diharapkan mereka dapat fokus sekolah dan belajar agar terhindar dari perkawinan usia dini yang dapat merugikan bagi masa depan pelajar SMA khususnya di Kokonao.
Ketua Pokja I Ny. Besse Erni Yakib didampingi penyuluh Ny. Anna Balla mengatakan sosialisasi ini merupakan program PKK pusat sehingga sudah menjadi masalah nasional.
“Hal ini sangat penting untuk pengembangan generasi masa depan. Sudah ada data bahwa dari aspek kesehatan masalah kandungan anak belum siap untuk kawin. Bisa menyebabkan kekurangan gizi baik ibu dan anak,” katanya.
“Seiring perjalanan waktu setiap perkawinan usia dini belum siap secara ekonomi dengan banyak beban dan tanggung jawab. Ini sangat merugikan,” imbuhnya.
Perkawinan usia dini dapat menyebabkan pelajar putus sekolah jika hamil, cita-cita pun tertunda.
“Yang tadinya ingin jadi perawat, polisi dan lain sebagainya karena kawin usia dini akhirnya masa depan putus. Ada juga yang ingin coba-coba di masa perkembangan anak yang puber akhirnya merugikan mereka,” ucapnya.
Yang sangat disayangkan adalah apabila terjadi kekerasan seksual di masa pacaran, yang berdampak pada kehamilan.
“Untuk mencegah hanya lewat pendidikan agama dan moral. Masa SMA adalah tahap menuju dewasa dan tingkat pilihan hidup. Setelah SMA mau kemana, mau kerja kuliah atau kawin. Harus belajar dan sekolah supaya semakin banyak pengetahuan yang didapat,” tandasnya.
Dikatakan, dalam sejarahnya banyak guru-guru dari Kokonao yang tersebar di wilayah pegunungan tetapi sekarang berkurang.
Banyak lahir tokoh-tokoh masyarakat yang lahir dari Kokonao seperti Bupati Mimika Johannes Rettob yang dulu merupakan seorang pilot dan Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong sebagai guru.
“Diharapkan pelajar disini dibantu untuk meraih cita-cita. PKK dari pusat sampai Dasa Wisma sehingga diharapkan dengan pelantikan PKK distrik hari ini kemudian membentuk Dasa Wisma ini akan semakin kuat,” ujarnya.
“Perlu waktu namun dengan gerakan bersama diharapkan akan ada perubahan. Di Kokonao sudah ada SMP dan SMA jadi tidak perlu ke Timika. Biarlah anak SMA yang dikembangkan menjadi model disini,” pungkasnya.
Sementara itu, mewakili Kepala Sekolah, guru Philipbertus Watmulawar mengatakan dengan adanya kunker PKK yang memberikan sosilasisasi pencegahan perkawinan usia dini kepada pelajar SMAN 3 Kokonao dapat memberikan edukasi.
“Kami ucapkan banyak terimakasih atas kunjungan tim PKK semoga kedepan berlanjut terus, jangan sampai disini saja. Karena memang pencegahan perkawinan usia dini ini penting,” tuturnya.
Dikatakan jumlah pelajar SMA untuk kelas X dan XI tercatat sebanyak 73 orang.
“Penyuluhan ini sangat bermanfaat karena setiap tahun lulusan hanya beberapa persen saja yang melanjutkan selebihnya menikah. Ada yang kawin duluan dan sudah tinggal dengan suaminya jadi harus keluar sekolah,” ungkapnya.
“Kita berada dalam satu kondisi dimana tradisi dan budaya sangat kental, dan perlu kontrol orang tua,” imbuhnya.
“Ini terjadi tidak hanya di SMA bisa juga di SD sehingga pencegahan ini perlu. Kita hanya memberikan harapan kepada mereka tetapi keputusan masa depan ada di tangan mereka sendiri. Kita punya anak-anak ini perlu diberi pembinaan terus,” pungkasnya.
Selain memberikan sosialisasi pencegahan perkawinan usia dini, PKK Mimika juga memberikan bingkisan berupa odol, sikat gigi, deodoran, sampo, sabun, buku dan pembalut khusus pelajar perempuan. (Elfrida Sijabat)






















