Pendidikan

Pokja II TP-PKK Mimika Belajar dan Bernyanyi Bersama TK Bintang Laut Kokonao

Ny. Susy Rettob dan Ny. Perina nampak ceria bercengkrama dengan Anak-anak TK Bintang Laut Kokonao

MIMIKA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Mimika melalui Pokja II melakukan kunjungan kerja ke TK Bintang Laut Kokonao pada Sabtu (3/5/2025).

Kegiatan tersebut merupakan rangkaian kegiatan TP-PKK Mimika selama tiga hari terhitung sejak Jumat (2/5/2025) hingga Minggu (4/5/2025) di Kokonao, Distrik Mimika Barat.

Ketua TP-PKK Kabupaten Mimika Ny. Susana Suzy Rettob didampingi Wakil Ketua TP-PKK Mimika Ny. Perina Kula Kemong turun langsung untuk melihat anak-anak yang ada di TK Bintang Laut Kokonao.

Suasana ceria nampak menghiasai suasana belajar menggambar dan bernyanyi bersama tersebut. Anak-anak pun nampak senang mendapatkan bingkisan dari ibu-ibu TP-PKK Mimika. Kegiatan tersebut sekaligus memperkenalkan program kerja Pokja II. (Tim)

Pokja I TP-PKK Mimika Sosialisasi Pergaulan Yang Sehat Kepada Pemuda Gereja di Distrik Mikbar

Ketua TP. PKK Mimika Ny. Susy Rettob, Wakil Ketua Ny. Perina bersama Pokja I foto bersama pemuda gereja

MIMIKA, BM

Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TPPKK) Kabupaten Mimika melalui Pokja I menggelar sosialisasi tentang pergaulan yang sehat kepada pemuda gereja di Kokonao, Distrik Mimika Barat pada Sabtu (3/5/2025).

Sosialisasi tersebut merupakan rangkaian dari kunjungan kerja TP-PKK Mimika selama tiga hari terhitung sejak Jumat (2/3/2025) hingga Minggu (4/5/2025).

Ketua TP-PKK Mimika Ny. Susana Susy Rettob didampingi Wakil Ketua TP-PKK Mimika Ny. Perina Kula Kemong nampak berinteraksi dengan para pemuda dan memberi pesan bagaimana agama berperan dalam pergaulan pemuda.

Terutama pergaulanyang terjadi saat ini, untuk mendorong agar pemuda lebih banyak menghabiskan waktu dengan kegiatan positif dan mengandalkan Tuhan. (TIm)

Ikut Pedoman Nasional, Sekolah di Timika Rayakan Hardiknas 2025 Dengan Pakaian Adat

Upacara bendera Hardiknas di SDN 2 Mimika

MIMIKA, BM

Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2025 yang jatuh pada 2 Mei 2025 menjadi momen istimewa untuk memadukan semangat pendidikan dengan pelestarian budaya Indonesia.

Berdasarkan Surat Edaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) seluruh peserta upacara Hardiknas diwajibkan mengenakan pakaian adat daerah atau tradisional.

Dengan demikian seluruh sekolah di Kabupaten Mimika menggelar upacara dengan nuansa budaya. Para peserta upacara, mulai dari guru hingga siswa, kompak mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Mimika, Jeni O Usmani mengatakan, bahwa Hardiknas ini untuk anak-anak juga sehingga pelaksanaannya itu dilakukan di semua sekolah. Tujuannya itu supaya apa yang disampaikan oleh Menteri Pendidikan itu didengar oleh semua warga sekolah.

Adapun tema perayaan Hardiknas 2025 adalah "Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua".

"Artinya bahwa semua stakeholder di pendidikan itu mereka harus tahu bahwa pemerintah sekarang itu menggalakkan pendidikan yang bermutu. Jadi kita yang mengelola pendidikan juga harus berusaha untuk mengelola pendidikan itu bermutu dan dinikmati oleh semua orang,"kata Jeni.

Sehingga, kata Jeni, tidak ada lagi istilah sekolah elite, anak sekolah elit. Karena memang semua harus bermutu dan untuk semua orang, jadi sama. Semua masyarakat Indonesia harus mendapatkan pendidikan yang bermutu.

“Yang dimaksud pendidikan bermutu bukan hanya bangunan sekolah atau fasilitasnya, tapi semua unsur yang mengelola dan menjalankan pendidikan juga harus bermutu. Mutu itu harus bisa dirasakan oleh semua orang, tanpa kecuali,” jelasnya

Selain itu juga, perayaan Hardiknas dengan mengenakan pakaian adat juga supaya untuk menyadarkan bahwa sebenarnya di Indonesia ini mempunyai budaya masing-masing.

Dengan perkembangan teknologi, media massa yang sekarang sehingga pendidikan diarahkan untuk bermutu tetapi tidak meninggalkan nilai-nilai budaya.

"Karena biar bagaimanapun kita tetap orang Indonesia yang berbudaya,"tutur Jeni.

Menurutnya, Timika adalah wilayah dengan keberagaman budaya yang tinggi, sehingga penguatan identitas lokal menjadi bagian penting dalam membentuk karakter peserta didik.

Katanya, jika ada siswa yang tidak pernah pulang kampung halaman maka dengan kegiatan seperti maka siswa tersebut akan mengetahui tentang budayanya.

"Jadi, dengan adanya pakaian adat ini misalnya katakanlah dia orang Maluku atau Timur atau Sulawesi dan lainnya sehingga dia tau bahwa ternyata begini budaya kita,"ungkapnya. (Shanty Sang)

Top