Vakum Tiga Tahun, DWP Akan Kembali Diaktifkan dan Laksanakan Musda

Ibu-Ibu DWP Mimika usai melakukan pertemuan bersama di Graha Eme Neme Yauware, Jumat (21/1)

MIMIKA, BM

Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kabupaten Mimika akan kembali aktif setelah vakum kurang lebih tiga tahun. Mengawali keaktifan mereka, dalam waktu dekat akan dilakukan Musyawarah Daerah (Musda) DWP Mimika.

Pada Jumat (21/1), di Graha Eme Neme Yauware, para ibu (istri) ASN di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Mimika ini melaksanakan pertemuan guna membahas petsiapan nanti.

Dewan Pembina Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Mimika, Ny Stevanie Gabriela Gomar usai pertemuan menjelaskan selama ini memang ada kondisi yang menyebabkan DWP vakum. Namun, karena pentingnya peran DWP maka harus diaktifkan kembali.

"Salah satu yang buat vacum adalah soal kepemimpinan karena kala itu belum ada Sekda definitif," Kata Stevanie.

Berdasarkan kondisi yang ada, usai dilantiknya Sekda Mimika definitif maka DWP bisa diaktifkan kembali.

Meskipun ia mengakui ada kebutuhan anggaran untuk menjalankan DWP Mimika namun hal tersebut tidaklah menjadi soal. Memurutnya pertemuan ini sangat penting karena membahas semuanya.

"Pertemuan hari ini kami menyampaikan bagaimana DWP ini dapat diaktifkan kembali. Langkahnya, sesuai prosedur yakni harus ada Musda terlebih dahulu dan langkah dari pengurus lama mengaktifkan DWP di tingkat OPD," tutur Stevanie.

Katanya, rata-rata DWP di tingkat OPD selama ini pun tidak aktif. Bahkan, kegiatannya pun tidak banyak, salah satunya adalah pengajian. Sehingga kegiatan DWP yang sesuai dengan program kerja yang sebelumnya itu tidak jalan.

Rencananya, Musda DWP ini dilaksanakan pada Bulan Februari mendatang.

"Memang akan ada pemilihan kembali (Ketua DWP). Namun dari aturan sekarang itu, minta maaf, posisi Ketua DWP itu melekat pada istri Sekda," Jelas Stevanie yang merupakan istri Sekda Mimika, Michael R Gomar.

Walau nantinya proses tersebut dilaksanakan secara aklamasi namun harus ditetapkan melalui musda DWP.

Secara organisasi, DWP berbeda dengan TP-PKK. PKK berfokus kepada masyarakat, sementara DWP merupakan organisasi para istri ASN dan pensiunan.

"Honorer itu pun bisa masuk dengan catatan, suami mereka ASN. Jadi garis besarnya DWP itu keanggotaannya merupakan istri-istri ASN," Ungkapnya. (Shanty)

Top