Dinas Peternakan Mimika Kekurangan Dokter Hewan

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) Mimika, drh Sabelina Fitriani
MIMIKA, BM
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Peternakan terus berusaha menambah jumlah dokter hewan yang nantinya ditempatkan di Puskeswan (Pusat Kesehatan Hewan).
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnak & Keswan) Mimika, drh Sabelina Fitriani mengatakan jumlah dokter hewan saat ini hanya empat orang, dua PNS dan dua honorer.
"Jumlah ini sangat kurang. Kami butuh tambahan dokter hewan. Karena idealnya, harus ada 6 dokter sehingga bisa membantu masyarakat saat membutuhkan pelayanan kesehatan hewan," katanya.
Walau masih kekurangan dokter hewan namun dinas peternakan terus berupaya maksimal terutama dalam mengcover pelayanan di puskeswan.
"Kita butuh tambahan dokter karena honorer ada keterbatan dalam memutuskan hal-hal yang sifatnya kebijakan teknis. Kan ada hal-hal yang bisa diputuskan di lapangan itu tidak bisa dilakukan oleh honorer, " jelasnya.
Sabelina menyebutkan hewan yang dominan dibawa ke Puskeswan adalah babi tapi pihaknya juga melayani pemeriksaan hewan kesayangan seperti anjing dan kucing.
"Memang untuk anjing itu kan banyak yang dilepas saja kemudian tidak vaksin makanya banyak kasus distemper menyerang. Kalau pet animal memang untuk vaksinnya kita tidak bisa cover, " terangnya.
Artinya, tidak ada bantuan pemerintah, kecuali vaksin rabies. Karena vaksin rabies merupakan subsidi pemerintah.
"Kalau vaksin lainnya untuk pafo, distemper memang tidak ada. Tidak ada maksudnya tidak ada subsidi karena merupakan pet animal sehingga menjadi tanggung jawab pemilik, " tutupnya. (Shanty)






















