20 Pembudidaya Ikan OAP Ikut Pelatihan Pembenihan dan Pembesaran Ikan Air Tawar

Foto bersama Asisten I dengan Kadis Perikanan dan para peserta
MIMIKA, BM
Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika terus berupaya agar masyarakat asli Papua dapat mandiri. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memberikan pelatihan pembenihan dan pembesaran ikan air tawar (ikan nila).
Hal ini dilakukan oleh Dinas Perikanan Mimika terhadap 20 orang pembudidaya ikan khususnya untuk OAP yang bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan kepada kelompok pembudidaya ikan air tawar di Mimika.
Saat membuka kegiatan di Hotel Grand Mozza, Selasa (24/5), Plt Kadis Perikanan, Antonius Welerubun dalam laporannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini menggunakan anggaran Otsus Tahun 2022 ini.
Pihaknya melakukan pelatihan budi daya ikan air tawar dan air payau untuk para pembudidaya ikan air tawar OAP dari Distrik Mimika Baru, Mimika Timur Jauh dan Mimika Tengah.
Diketahui, untuk pembudidaya ikan air tawar di Distrik Mimika Baru dilakukan untuk komunitas ikan nila, sedangkan Distrik Mimika Timur Jauh dan Mimika Tengah untuk komunitas kepiting bakau.
Dari pelatihan ini kata Antonius, diharapkan dapat menumbuhkan motivasi untuk kelompok ikan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Tujuan kegiatan ini untuk menumbuhkan motivasi terhadap kelompok pembudidaya ikan pondakan dan untuk meningkatkan produksi benih ikan serta pembesaran ikan guna memenuhi ikan konsumsi khusus untuk wilayah Timika dan sekitarny," ungkapnya.
Selain itu, juga untuk meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat pembudidaya ikan dan memperkenalkan perkembangan teknologi budidaya ikan.
"Kegiatan kelas dilaksanakan di ruang pertemuan Hotel Grand Mozza dan praktek lapangan di laksanakan di 4 lokasi percontohan teknologi budidaya. Peserta kegiatan ini adalah pembudidaya ikan yang aktif yang mewakili kelompok pembudidaya ikan,” ungkapnya.
Sementara, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Yulianus Sasarari dalam sambutannya mengatakan, arah kebijakan pembangunan Kabupaten Mimika berdasarkan visi kabupaten yakni membangun Mimika cerdas, aman, damai dan sejahtera berbasis potensi sumberdaya strategis.
Hal ini mendukung pencapaian visi RPJPD yaitu pada tahun 2025 Mimika menjadi pusat pelayanan, jasa, industri global berwawasan lingkungan menuju masyarakat madani bagi terwujudnya masyarakat Mimika yang berdaya di tanahnya sendiri.
Sejalan dengan visi tersebut maka pemerintah daerah mendorong pengembangan kapasitas sumberdaya manusia bidang perikanan dalam pencapaian kemandirian pembudidaya ikan yang berkelanjutan.
"Pengembangan SDM merupakan salah satu kunci menuju kemandirian pembudidaya ikan. Pembinaan dan pendampingan perlu dilakukan secara berkelanjutan,” kata Yulianus.
Yulianus menambahkan, pengenalan teknologi dan implementasinya bagi pembudidaya ikan sehingga budidaya perikanan kuat apabila sumber daya manusia (SDM) dikelola dengan baik.
Katanya, penguatan SDM melalui pelatihan manajemen dan teknis budidaya untuk mencetak SDM yang terampil. Pengenalan teknologi budidaya tradisional (budidaya yang dilakukan dengan alami tanpa penambahan pakan buatan dan kolam dipadukan secara tanah).
"Selain itu dengan cara semi intensif (pengelolaan yang tradisional dan modern) dan intensif (pengelolaan budidaya ikan secara modern), diperkenalkan sehingga pembudidaya ikan Mimika memiliki kemampuan dan dapat bersaing,” ujarnya.
Dikatakan ada 6 faktor penentu keberhasilan usaha perikanan budidaya yaitu jaminan ketersediaan induk dan benih unggul, penerapan biosecuriti (upaya mencegah atau mengurangi peluang masuknya suatu penyakit ke suatu sistem budidaya dan mencegah penyebarannya), cara pembenihan ikan yang baik (CPIB).
Faktor lainnya yakni, cara budidaya ikan yang baik (CBIB), residu pemantauan (memantau dampak dari penggunaan obat ikan & bahan kimia dalam proses budidaya ikan) dan kesehatan ikan dan jaminan kualitas air dan lingkungan sekitar usaha budidaya.
"Dengan pelatihan ini maka diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan pembudidaya ikan Mimika yang mampu
mandiri dan bersaing. Untuk itu perlu saya tegaskan agar peserta memanfaatkan kesempatan ini untuk belajar dan fokus pada manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya. (Shanty)






















