PKK Kabupaten Mimika Gelar Lomba Cipta Menu B2SA Pangan Lokal Tingkat PKK Distrik

Bupati Mimika, Eltinus Omaleng didampingi Wakil Ketua PKK Mimika Pere Omaleng melakukan penilaian menu para peserta
MIMIKA, BM
Dalam rangka memperingati Hari Kartini ke 143, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kabupaten Mimika menggelar lomba Cipta Menu Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) Pangan Lokal tingkat PKK Distrik.
Perlombaan cipta menu ini diadakan di halaman Pendopo Rumah Bupati SP3, Jumat (27/5/2022) dan diikuti oleh 36 kelompok peserta.
Wakil Ketua PKK Mimika, Pere Omaleng dalam sambutannya menjelaskan lomba ini memiliki peran penting untuk membangun budaya mengonsumsi menu B2SA dalam keluarga.
"Serta juga mendorong dan meningkatkan kreativitas masyarakat, khusus ibu-ibu rumah tangga dalam menentukan menu B2SA berbasis sumber daya lokal," jelasnya.
Selain itu, lomba ini juga untuk membangun budaya keluarga dalam mengonsumsi aneka menu makanan beragam bergizi seimbang dan aman untuk memenuhi kehidupan hidup sehari-hari sehingga meningkatkan imunitas keluarga.
"Semoga ke depan bahan lokal tidak hanya dijadikan menu, melainkan juga dapat ditingkatkan lagi menjadi peluang usaha karena bahan lokal memiliki nilai ekonomi yang tinggi," ujarnya.
Bupati Mimika Eltinus Omaleng saat membuka kegiatan mengatakan penganekaragaman pangan dan konsumsi pangan merupakan salah satu upaya untuk menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan unggul.
"Yaitu melalui perbaikan pola konsumsi pangan masyarakat menjadi lebih beragam, baik untuk jenis pangan karbohidrat, sumber protein juga sumber vitamin dan mineral," jelasnya.
Menurut Bupati Omalemg, pangan berkualitas dapat diwujudkan apabila pola konsumsi makanan sehari-hari dilakukan secara tepat.
"Artinya harus mengandung zat gizi lengkap sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan jumlah yang berimbang antar kelompok pangan berdasarkan cita rasa, daya cerna, daya terima masyarakat dan kemampuan daya beli masyarakat," ucapnya.
Sehingga, kata dia, pangan yang berkualitas diharapkan dapat mengatasi permasalahan gizi dan kelebihan gizi.
Lebih lanjut dia menyebutkan salah satu masalah yang menjadi perhatian saat ini adalah stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak balita.
"Akan tetapi berbagai persoalan kesehatan juga dihadapi masyarakat dewasa ini akibat dari kelebihan gizi seperti obesitas yang rentan terhadap penyakit jantung, diabetes, dan lainnya," tuturnya.
Oleh karena itu, dengan adanya lomba ini, ia berharap kemandirian pangan lokal dan pelestarian sumber daya alam dapat lebih dimantapkan.
"Dengan memanfaatkan hasil potensi alam, seperti sagu, jagung, ubi-ubian, pisang dan laiinya yang dapat diproses dan diolah menjadi bahan pangan fungsional yang mengandung berbagai nutrisi dan mampu meningkatkan konsumsi pangan dan dapat membantu penambahan pendapatan rumah tangga," pungkasnya. (Ade)






















