Musnahkan Ribuan KTP Invalid : Dukcapil, KPU Dan Bawaslu Mimika Nyatakan Komitmen Dukung Transparansi Pemilu 2024

Dukcapil Mimika bersama KPUD dan Bawaslu memusnahkan 3.750 keping KTP di Kantor Dukcapil Mimika, Rabu (3/8/2022)

MIMIKA, BM

Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil bersama KPUD dan Bawaslu Mimika menyatakan komitmen mereka dalam mendukung transparansi Pemilu 2024 dengan cara memusnahkan ribuan KTP.

3.750 keping KTP yang dimusnahkan pada Rabu (3/8/2022) adalah KTP rusak dan invalid.

Kepala Dukcapil Mimika, Slamet Sutedjo kepada media menjelaskan, yang dimusnahkan adalah KTP yang pemiliknya sudah berpindah domisili dan tidak berlaku lagi serta KTP jaman dulu yang masih manual.

"Tujuannya untuk mewujudkan transparansi dalam proses Pemilu di tahun 2024 nanti karena tahapan Pemilu sudah mulai berjalan sehingga dokumen seperti itu harus dimusnahkan. Kita hindari jangan sampai digunakan untuk kepentingan tertentu," ungkapnya.

Slamet menuturkan bahwa pemusnahan yang dilakukan ini bukanlah kali pertama karena setiap bulan pihaknya mengumpulkan data invalid kemudian dimusnahkan.

"Setiap bulan kami lakukan ini. Kita kumpulkan data-data tidak valid dari semua loket pelayanan di Dukcapil, distrik, kecamatan dan kampung. Kita rutin lakukan pemusnahan tiap bulan," ungkapnya.

Selain 3.750 keping KTP, 574 Kartu Identitas Anak juga dimusnahkan walau tidak ada kaitannya dengan daftar pemilih untuk 2024 nanti.

Slamet menegaskan bahwa Dukcapil Mimika mendukung proses demokratisasi di Kabupaten Mimika sehingga Pemilu 2024 nanti dapat berjalan dengan adil, bermartabat, jujur serta sesuai dengan koridor hukum yang berlaku di Republik Indonesia.

"Kami juga mendukung penyelenggaraan pemilu dengan melakukan pencermatan data pada setiap sebulan sekali bersama Bawaslu dan KPUD. Data yang sudah ada atau diupdate di KPUD senantiasa kita lakukan sinkronisasi dengan data yang ada di Dukcapil," ucap Slamet.

Sementara itu, Ketua KPUD Indra Ebang Ola mengatakan kegiatan pemusnahan ini juga merupakan bentuk komitmen bersama untuk melindungi dan menjaga kevalidan data pemilih.

"Kita mau supaya data daftar pemilih kita di pemilu 2024 betul-betul berkualitas sehingga proses pemilu dapat berjalan sesuai dengan harapan kita semua. Kita optimistis bahwa ke depan akan lebih tertib pada saat hari pencoblosan nanti," katanya.

"Karena pemilihan kali ini dilakukan berdasarkan KTP yang berbasis elektronik maka ini adalah upaya untuk mendukung apa yang sudah lakukan bersama antara Dukcapil, KPUD dan Bawaslu," ujarnya melanjutkan.

Indra berharap ke depan setiap orang yaang menggunakan hak suara adalah yang betul-betul terdaftar dalam data pemilih dan tentunya telah memiliki KTP elektronik.

"Sehingga nantinya persoalan mengenai data pemilih itu dapat diminimalisir. Dan betul betul berkualitas. Kami juga memberikan apresiasi kepada Dukcapil yang telah melakukan upaya perekaman," ucap Indra.

"Kita berharap bahwa semua penduduk kita yang ada di Kabupaten yang telah memenuhi syarat untuk memilih dapat terakomodir pada saat hari pencoblosan nanti," pungkasnya. (Ade)

Top