Musrenbang Kelurahan Koperapoka Hasilkan 189 Usulan, Kegiatan Fisik Masih Mendominasi

Penyerahan berita acara usulan dari Ketua RT (kiri) ke Kepala Kelurahan Koperapoka (kanan)
MIMIKA, BM
Kelurahan Koperapoka menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2023 untuk realisasi tahun 2024.
Kegiatan dilangsungkan di Hotel Samumambo, Kamis (16/2/2023) dan dibuka secara resmi oleh Kepala Distrik Mimika Baru, Dedy Paokuma.
Pada Musrenbang ini terdapat 189 usulan dari 13 RT. Rinciannya, untuk Bidang Ekonomi ada 36 usulan, Bidang Sosial Budaya (Sosbud) 75 usulan dan Bidang Fisik Prasarana (Fispra) sebanyak 78 usulan.
Usulan fisik diataranya berupa pembangunan pos peka, drainase, pengaspalan di lorong-lorong merupakan usulan yang mendominasi dalam Musrenbang Kelurahan Koperapoka, Distrik Mimika Baru.
Kepala Distrik Mimika Baru, Dedy Paokuma mengatakan, Musrenbang kelurahan selama ini tidak ada.
Pihaknya sudah menganggarkan di tahun 2021 agar musrenbang kelurahan bisa diadakan namun karena masih covid sehingga baru terlaksana di tahun 2023 untuk 11 kelurahan wilayah Distrik Mimika Baru.
"Sudah 9 kelurahan yang laksanakan dan besok Jumat akan ada 3 kelurahan yang laksanakan. Harapan kami musrenbang perdana di Distrik Mimika Baru ini usulan-usulan yang dari RT-RT dan tokoh-tokoh bisa terakomodir di musrenbang kabupaten dan terealisasikan di tahun 2024," harap Dedy.
Dedy meminta kepada para RT jika ada kegiatan yang sudah pernah dilaksanakan namun belum selesai bisa diajukan kembali.
Misalnya, jalan tailing dinilai kurang bagus dan mau dinaikkan agar di aspal, hal ini boleh dilakukan dengan sebutan peningkatan jalan.
Selain itu, jika ada usulan drainase dengan panjang 100 meter maka pengusulannya harus di kali 2 karena drainase meimiliki 2 sisi.
"Jika lurah ingin kantor baru juga bisa diusulkan. Semenjak kami di Distrik Mimika Baru kami sudah bangun 4 kantor yakni Kantor Distrik Mimika Baru 2 lantai, Kelurahan Otomona 1 lantai, Kelurahan Perintis 1 lantai dan Kelurahan Koperapoka 2 lantai. Saya lagi berjuang juga untuk Kelurahan Pasar Sentral," ungkapnya.
Dedy berharap, semua kelurahan bisa memiliki kantor baru. Sebab menurutnya, bangunan mencerminkan kepribadian. Sebab bagaimana pemerintah mau melayani masyarakat jika sarana prasarana hanya begitu saja.
"Harapan kami semua program yang disampaikan hari ini bisa terjawab dan itu saya akan berusaha," ujarnya.
Sementara itu Kepala Kelurahan Koperapoka, Frengky Max Dolwala mengatakan, di Kelurahan Koperapoka ada 13 RT dan form usulan untuk masing-masing RT sudah berikan sebelumnya sehingga pada kegiatan Musrenbang ini tinggal perekapan.
"Kita punya usulan berdasarkan bidang yakni Bidang Ekonomi sebanyak 36 usulan mulai RT 1 sampai RT 13, Bidang Sosial Budaya (Sosbud) sebanyak 75 usulan dan bidang Fisik dsn Prasarana (Fispra) sebanyak 78 usulan," Jelasnya.
Katanya, Ini masih usulan sementara karena belum ditambah dengan usulan sekolah, pustu dan rumah ibadah yang baru disampaikan.
Menurutnya, jika dilihat dari yang paling urgent adalah usulan drainase karena sampai sekarang kalau hujan di dekat Pin Seluler Koperapoka jalan sudah tertutup air.
Tidak hanya itu, bahkan di dekat sekolah yakni SD Inpres Koperapoka dan SDN 3 jika hujan maka akan banjir di halaman sekolah.
Frengky mengaku, bahwa Musrenbang ini sangat penting, selain ada pokir dari dewan tapi musrenbang juga penting karena berjalan berdampingan.
"Kalau ada program dari OPD itu kadang mereka tidak turun ke lapangan melihat kebutuhan masyarakat, jadi musrenbang ini sangat penting. Sebab, masyarakat kalau ada kelurahan akan lari ke RT. Sehingga dengan musrenbang maka usulan dari RT adalah usulan dari warganya juga,"ungkapnya. (Shanty Sang)






















