Mensos Instruksikan Pembangun Buffer Stok Di Mimika

Kadis Dosia Mimika, Andarias Nauw
MIMIKA, BM
Menteri Sosial Republik Indonesia, Tri Rismaharini, menginstruksikan agar gudang buffer stok yang diperuntukan dalam menangani bencana agar lebih cepat dibangun di kabupaten Mimika.
Pasalnya, rencana pembangunannya bahkan telah dibicarakan bersama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) Mimika.
Buffer stok atau safety stock (stok pengaman) merupakan persediaan yang biasanya disiapkan oleh sebuah perusahaan dengan cara melebihkan jumlah stok suatu barang dalam gudang dengan tujuan untuk mengantisipasi adanya stock out (kekurangan bahan baku atau barang).
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dalam hal ini Dinas Sosial (Dinsos) hingga saat ini belum ada petunjuk teknis dari pusat untuk menindaklanjutinya.
"Jadi memang benar Itu ibu sudah bicara, tapi belum ada petunjuk teknis untuk kami di sini dalam menindaklanjutinya seperti apa. Kita di dinas sedang rencanakan untuk kita siapkan rencana koordinasi lebih lanjut," kata Kepala Dinas Sosial, Andarias Nauw saat diwawancara di Hotel Grand Mozza.
Andarias mengatakan, pihaknya tetap siap meskipun belum ada petunjuk teknis, dan akan berkoordinasi dengan bagian Aset Daerah terkait pengadaan tanah.
Ia berharap ada lahan pemda yang nganggur sehingga dapat direncanakan untuk bisa siapkan lahannya. Yang pasti Dinas Sosial berencana untuk sampaikan ke Kementerian terkait rencana pembangunan itu.
"Karena kalau Ibu Menteri Sosial sudah omong pasti dia akan laksanakan," ujarnya.
Ia mengatakan, belum ada Buffer stok di Timika, karena menyangkut kawasan bagian Selatan bisa menjangkau sampai ke wilayah pegunungan.
Menurutnya sudah pasti membutuhkan lahan yang cukup karena stok dari setiap tahun sebagai pusat untuk penyediaan stok kebutuhan logistik untuk mengantisipasi kemungkinan bencana alam dan lain sebagainya.
Ia juga akan menyampaikan informasi ini kepada Bupati Mimika untuk minta petunjuk langsung dalam menindaklanjuti terkait Buffer stok ini.
"Jadi soal anggaran Itu kita tidak tau, karena Kementerian yang mau membangun pasti ada bantuan dari mereka. Tugasnya kita menyiapkan lokasi tanah dan lainnya. Hal ini harus kita dukung," jelasnya. (Shanty Sang)






















