Sukseskan Pemilu 2024, Bawaslu Gencar Gelar Sosialisasi Pengawasan Penyelenggaraan Pemilu di Mimika

Foto bersama Komarudin Watubun dengan anggota Bawaslu dan perwakilan Polres Mimika
MIMIKA, BM
Demi mensukseskan Pemilu 2024, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Mimika terus gencar menggelar sosialisasi pemantauan penyelenggaraan pemilu di Mimika.
Sosialisasi kali ini melibatkan mahasiswa, paguyuban, tokoh agama dan masyarakat yang langsungkan di Hotel Grand Tembaga, Rabu (22/3/2023).
Ketua Bawaslu Mimika, Yonas Yanampa berterima kasih kepada anggota DPR RI komisi II Kamarudin Watubun yang juga hadir menyampaikan materi sosialisasi terkait penyelenggaraan Pemilu 2024 nanti.
Hal senada ia juga sampaikan kepada tim Bawaslu Republik Indonesia yang telah memilih Kabupaten Mimika untuk mensosialisasi kegiatan ini.
"Saya beri apresiasi untuk bawaslu Republik Indonesia karena Mimika menjadi salah satu kabupaten di Provinsi Papua yang dipilih selenggarakan sosialisasi. Kita ini menjadi perpanjangan tangan. Jadi mari kita sukseskan pemilu 2024 mendatang," ungkapnya.
Sementara itu, Anggota DPR RI, Komarudin Watubun dalam sambutannya mengatakan, Kenapa memilih Mimika karena ia melihat partisipasi masyarakat di Timika sangat tinggi untuk mengikuti sosialisasi.
"Saya selalu keliling ikut sosialisasi tapi Timika cukup bagus, berarti ketuanya berhasil. Partisipasi mahasiswa, masyarakat umum, paguyuban sangat bagus," tutur Komarudin.
Menurutnya, keberhasilan pemilu itu ditentukan oleh berapa besar partisipasi rakyat, karena yang punya pesta itu rakyat, dan konsolidasinya melalui partai politik.
Ia mengatakan, bahwa sosialisasi penting dilakukan agar para penyelenggara mengerti aturan-aturan mainnya.
Komarudin mengingatkan bahwa Pemilu adalah pesta rakyat, pesta partai politik. Kalau tidak ada partai politik dan rakyat maka pemilu tidak mungkin ada. Ia berharap semua harus memahami hal ini.
"Penyelenggara harus berdiri tegak lurus sehingga harus buat aturan. Tidak ada wasit yang bisa mengerti kalau dia sendiri tidak tahu aturan. Itulah kenapa kita sosialisasi terus menerus kepada masyarakat," ungkapnya.
Katanya, kualitas Pemilu sangat ditentukan oleh tingkat kecerdasan masyarakat. Pemilu yang berhasil juga ditentukan karena faktor
pendidikan, kesehatan dan ekonomi.
Ia mencontohkan, pendidikan yang bagus berdampak pada kecenderungan untuk menjatuhkan pilihan yang baik karena memiliki cara berfikir yang baik.
Ia juga mengatakan bahwa pengetahuan yang terbatas juga akan berdampak pada kinerja pihak penyelenggara.
"Kalau pemilu dari waktu ke waktu tanpa mencapai demokrasi, itu berarti kita kembali ke jaman purba lagi. Oleh karena itu ketika kita sudah menuju pada komitmen nasional untuk membangun demokrasi, yah tanggungjawab.
kita semua unthk membangun demokrasi yang berkualitas yang kita sebut sebagai demokrasi substansial," jelasnya.
Komarudin berharap dengan sosialisasi ini, Mimika dan Papua Tengah terdepan dalam mewujudkan demokrasi terutama pada perhelatan Pemilu 2024 nanti. (Santi Sang)






















