Penerangan dan Akses Komunikasi di Jita Sudah Terkoneksi
Kepala Distrik Jita, Suto Rontini
MIMIKA, BM
Kepala Distrik Jita, Suto Rontini mengatakan, masalah penerangan dan komunikasi di wilayah Distrik Jita kini telah teratasi dan seluruh kampung di Distrik Jita kini telah diterangi.
"Sekarang sudah ada penerangan menggunakan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). Jadi penerang di Jita 24 jam, tapi itu tergantung matahari," ujar Kepala Distrik Jita Suto Rontini di Hotel Cendrawasih 66, Selasa(25/4/2023).
"Kalau musim hujan maka siang petugas akan mematikan listrik, untuk digunakan pada malam hari, makanya kami butuh genset untuk bisa bantu backup," lanjut Suto.
Katanya, instalasi jaringan listrik pemerintah melalui kebijakan Plt Bupati Mimika Johanes Rettob sudah mengalokasikan anggaran untuk instalasi sekaligus membayar token setiap rumah sebesar Rp500 ribu.
"Jadi sekarang masyarakat masih menikmati bantuan dari pemerintah, tapi kami perlu sosialisasi lagi ke masyarakat mengenai token listrik ini bahwasannya pemerintah hanya tanggung Rp500 ribu diawal saja dan selanjutnya untuk pengisian token menjadi tanggung jawab pribadi, takutnya timbul salah paham di kemudian hari sehingga perlu ada sosialisasi lanjutan," jelasnya.
Selain itu jaringan komunikasi Kemenkominfo melalui Dinas Kominfo Kabupaten Mimika telah membangun 4 unit BTS di Distrik Jita.
"Soal komunikasi di Jita sekarang sudah stabil. Selama ini komunikasi masyarakat hanya tergantung dengan UBIQU dan itu masyarakat harus membayar mahal, bayangkan 1 GB saja harganya Rp110 ribu, tapi sekarang masalah komunikasi sudah teratasi dengan adanya BTS ini,"ungkapnya. (Shanty Sang)






















