Dianggarkan Rp27 Miliar, Pembangunan 3 Lapter di Mimika Masuk Tahap Lelang

Plt Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Mimika, Nella Manggara
MIMIKA, BM
Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Perhubungan (Dishub) telah menyiapkan anggaran senilai Rp27 miliar dari APBD induk untuk melanjutkan pembangunan tiga lapangan terbang (lapter) yang berlokasi di Distrik Jila, Hoya, dan Noema.
Hal itu disampaikan Plt Kepala Dishub Mimika, Nella Manggara, saat ditemui di pelataran Kantor Pusat Pemerintahan, Jalan Poros SP3, Timika, Papua Tengah, Senin (8/5/2023).
Nella mengungkapkan, sampai dengan saat ini, pihaknya sedang mempersiapkan dokumen-dokumen untuk persiapan proses lelang.
"Sekarang sudah di proses persiapan dokumen dan lelang untuk masuk ke LPSE. Jadi, kita harus siapkan dokumennya baik-baik dulu," ujar Nella.
"Kemudian ini kan lelangnya terbuka, jadi siapa yang mau kerja, tinggal menyiapkan semua berkas dan memastikan kelengkapan dokumen-dokumen. Kalau administrasinya lengkap, silakan ikut tender saja," imbuhnya.
Lebih lanjut Nella menyampaikan bahwa pihaknya menargetkan pembangunan ketiga lapter ini akan selesai dalam tahun depan.
"Lapter yang di Hoya ini kan sebenarnya sudah mulai dikerjakan dari 2017, tapi setelah itu berhenti dan sekarang tahun 2023 ini baru kita lanjut lagi. Kami upayakan agar pembangunan akan berlanjut terus sampai tahun depan. Target kami tahun depan pesawat sudah bisa landing," kata Nella optimis.
Menurut Nella, pembangunan lapter ini merupakan salah satu dari bentuk pelayanan dari pemerintah kepada masyarakat, yang mana diketahui bahwa satu-satunya akses transportasi yang bisa digunakan untuk masuk maupun keluar dari ketiga wilayah itu hanyalah pesawat.
"Masyarakat gunung ini kan tidak ada akses lain. Kereta tidak ada, mobil tidak ada, jalan kaki pun tidak bisa, bisanya cuma pakai pesawat. Jadi, kalau kita bilang mau melayani masyarakat, tentu kita ya etapi kita harus selesaikan lapter-lapter ini, karena yang punya negeri ini mereka semua yang ada di gunung dan pesisir," terang Nella.
Di samping itu, disampaikan juga bahwa Dishub Mimika pun tengah mengusulkan untuk mengadakan kembali program otsus untuk subsidi penerbangan, baik untuk penumpang maupun kargo.
"Kita lagi usulkan, mudah-mudahan di 2024 akan diakomodir oleh pemerintah. Dengan begitu, masyarakat akan lebih merasakan pelayanan pemerintah. Mungkin selama ini dia naik pesawat dengan bayar Rp300 ribu, kalau subsidi ya setengahnya. 50 persen dia bayar, 50 persennya lagi dari kita pemerintah. Begitu juga dengan barangnya," pungkasnya. (Endy Langobelen)






















