Diduga Ada Oknum Tukang Ojek Lecehkan Siswi SMP, Polisi Tegaskan Ini

Ilustrasi Pelecehan

MIMIKA, BM

Kepolisian dalam hal ini Sat Reskrim Polres Mimika kini tengah mendalami kasus pelecehan yang dialami salah satu siswi SMP (sebut saja Bunga) yang beralamat di jalan Patimura Ujung.

Kejadian yang dialami korban ini terjadi pada tanggal 17 Januari 2024,yang mana pelakunya diduga adalah seorang oknum tukang ojek atau orang yang berniat jahat dengan mengcover dirinya sebagai tukang ojek.

Disampaikan Kasat Reskrim Polres Mimika, Iptu Fajar Zadiq, saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (30/01/2024) bahwa untuk kasus ini pihaknya tengah mendalami untuk mengungkap pelakunya.

"Kta sudah dalami dan lakukan pemeriksaan. Kita akan lakukan tindakan tegas terhadap pelakunya," ujarnya.

Agar kasus ini tidak terjadi atau dialami oleh masyarakat, pihak kepolisian menghimbau untuk selalu berhati-hati atau selalu was-was.

"Kita dari kepolisian berharap lebih berhati-hati, kalau bisa ojek yang memang dikenal atau sudah menjadi langganan. Dan usahakan bisa dihafal plat nomornya serta ciri cirinya, supaya mempermudah kita dalam menangani hal yang serupa,"harap Fajar.

Kejadian itu bermula ketika korban hendak berangkat ke sekolah dengan naik ojek. Namun korban tidak langsung diantarkan ke sekolahnya melainkan dibawah oleh pelaku (diduga sebagai oknum tukang ojek) melalui jalan lain, yang mana tidak diketahui oleh korban.

"Korban ini tidak tahu jalan yang dilewati ojek ini, sehingga dalam perjalan korban ini dikasih turun di tengah jalan. Kemudian korban ini digulingkan diatas rumput dan pelaku sempat menutup mulut korban dengan tangan,"terang Kasat Reskrim.

"Dan saat itu pelaku juga sempat melakukan perbuatan bejat dengan memegang bagian sensitif tubuh korban. Korban akhirnya berteriak meminta tolong yang membuat pelaku langsung kabur,"sambung Fajar.

Setelah pelaku kabur, korban pun
 berjalan untuk meminta pertolongan, sehingga korban bertemu dengan salah satu warga yang langsung diantarkan ke Polsek Mimika Baru.

"Waktu korban dibawah jalan oleh pelaku,korban tidak tahu jalan yang dilalui pelaku, karena lewat lorong-lorong yang mana korban juga tidak tahu. Jadi korban itu berjalan tembus jembatan selamat datang SP2 untuk meminta pertolongan," kata Kasat Reskrim. (Ignasius Istanto)

Top