Tailing Freeport Digunakan Membangun 400 Kilometer Jalan Pengubung Merauke - Tanah Merah

Pasir tailing PTFI yang dikirim ke Merauke
MIMIKA, BM
Pemerintah Daerah Kabupaten Merauke menggunakan tailing dari PT Freeport Indonesia untuk membangun jalan yang menghubungkan Merauke dan Tanah Merah.
Pembangujan Jalan Merauke - Tanah Merah ukurannya 400-an kilometer dan rencananya akan dibangun secara periodik tiap tahun.
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional Merauke, Sefnath Womsiwor kepada BeritaMimika di dermaga PTFI, Mile Point 11 mengatakan hal tersebut.
"Di Merauke sudah siap. Sudah cek lapangan dan tinggal tunggu pengiriman tailing dari sini saja. Di Merauke tailing ini akan tampung di lahan sebesar 5 hektar dekat sungai Maro," ungkapnya.
Ia mengatakan sama seperti masyarakat pada umumnya, warga Merauke juga masih menganggap bahwa tailing merupakan pasir sisa tambang yang beracun.
"Awalnya seperti itu masyarakat tahu masih beracun namun setelah kami dipresentasikan, ternyata bahan ini bisa digunakan jadi kami akan gunakan sesuai dengan kebutuhan yang ada di sana," ujarnya.
Untuk pengiriman awal kebutuhan yang diminta sebanyak 7500 ton namun menurut Sefnath jumah ini belum mencukupi kebutuhan pembangunan yang ada.
"Kita tahu kondisi geografis di sana seperti apa. Di awal ini kita dikasih 7500 ton tapi kita harapkan dengan kerjasama yang baik ke depan akan ditambahkan. Kami akan gunakan sesuai spot-spot berdasarkan persetujuan dari pusat setiap tahun. Jadi sifatnya akan disesuaikan dengan kebutuhan pembanguan jalan dan anggarannya nanti di setiap tahun berjalan," jelasnya. (Ronald)



