Walau Lesuh, Grand Tembaga Hotel Tidak Berlakukan PHK Karyawan
Penyemprotan desinfektan di seluruh ruangan hotel
MIMIKA, BM
Imbas penyebaran Covid-19 di Indonesia, membuat sejumlah hotel di Bali dan Jakarta merumahkan karyawannya. Bahkan ada yang dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK).
Entah hotel di Mimika ikut melakukan PHK atau tidak namun hal ini tidak diberlakukan di Grand Tembaga Hotel yang berada di Jalan Yos Sudaro.
Hotel ini memiliki 76 karyawan yang mengisi beberapa posisi pekerjaan dengan pemberlakukan sistem shift work.
Kepada BeritaMimika, Sabtu (28/3) General Manger Grand Tembaga Hotel, Samuel Tandiyono, melalui telepon mengatakan pihaknya sangat mendukung kebijakan pemerintah daerah, walau hotelnya sangat mengalami dampak langsung dari kebijakan tersebut.
“Bagi kami apa yang dilakukan pemerintah daerah adalah melindungi kita semua. Dan kami sangat merasakan dampaknya. Tetapi kami tidak memberlakukan PHK bagi karyawan. Kami sikapi masalah ini dengan mempertimbangkan sisi kemanusiaan. Kami berlakukan perubahan shift jam kerja masuk sehingga semua terhindar dari PHK dan karyawan kami sangat mengerti kondisi ini,” ujarnya.
Walau mengalami penurunan pendapatan sebesar 80-90 persen namun hingga hari ini, masih ada tamu yang menginap di Grand Tembaga Hotel. Mereka adalah tamu longstay dan beberapa tamu lokal.
“Lesuhnya pendapatan bukan hanya di kami tapi semua dunia perhotelan, baik di Timika maupun di daerah-daerah lain. Dunia perhotelan termasuk dunia usaha yang sangat mengalami depresi ini,” ujarnya.
Samuel mengatakan, mengukuti instruksi Bupati Mimika Nomor 2 Tahun 2020, sampai saat ini pihaknya rutin melakukan penyemprotan desinfektan bagi tamu yang masuk maupun seluruh ruangan di hotel ini.
“Satu hari kita semprot desinfektan dua kali, pagi dan sore di hotel. Termasuk semua tempat umum di dalam hotel yang dipegang atau diduduki kami lap dengan desinfektan. Bukan hanya itu, kami juga siapkan westafel khusus dan hand sanitizer di beberapa areal hotel. Tamu yang ada wajib ikuti semua aturan ini demi kesehatan banyak orang,” tegasnya.
Ia juga berharap agar seluruh hotel di Mimika mengikuti instruksi pemerintah daerah. Minimal menyiapkan westafel plus hand sanitezer dan melakukan penyemprotan rutin.
“Mungkin yang harus diperhatikan oleh pemerintah daerah dalam situasi saat ini adalah lebih memprioritaskan sektor informal dan UKM karena mereka yang merasakan dampak ini secara langsung. Ini harus disikapi agar masyarakat merasa nyaman sehingga konsentrasi hanya satu yakni memerangi corona. Gimana orang mau fokus di rumah kalau mereka harus kerja tiap hari untuk makan. Harapan kami ada kebijakan khusus untuk mereka-mereka ini,” ungkapnya ketika diminta memberikan saran untuk pemerintah daerah. (Ronald)



