Disperindag Kembalikan Pedagang Ikan ke Pasar Sentral

Kadisperindag Michael Gomar saat menata para pedagang di Pasar Sentral
MIMIKA, BM
Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Mimika, sejak dipimpin Michael R Gomar, terus melakukan sejumlah terobosan dan inovasi dalam menata kembali keberadaan dan kegunaan Pasar Sentral.
Para pedagang ikan yang selama ini berjualan di luar seperti di Pasar Gorong-gorong dan ex Pasar Swadaya, telah dikembalikan ke Pasar Sentral. Mereka telah ditata dan diminta mengisi lapak-lapak yang telah disediakan di Pasar Sentral.
Pemindahan kembali pedagang ikan, Kamis (20/8) berjalan dengan baik. 16 pedagang ikan kembali mengisi lapak yang telah lama ditinggalkan dengan mengisi 3 blok yakni Blok A, B dan C.
Pemindahan para pedagang ke lapak ini dipimpin langsung Kepala Disperindag, Michael R Gomar didampingi tim terpadu dari pihak kemanan yakni kepolisian, Satpol PP dan kemanan pasar.
Masing-masing lapak diberi nomor dengan nama pedagang yang disertai dengan Nomor Induk KTP (NIK).
Hal ini dilakukan untuk menghindari adanya sewa-menyewa dan jual beli lapak serta menghindari pedagang yang memiliki lebih dari satu lapak.
Pasalnya, berdasarkan pendataan yang dilakukan disperindag beberapa waktu lalu, ditemukan banyak pedagang yang menyewakan dan menjual lapaknya. Bahkan ada yang memiliki lebih dari 1 lapak.
Dengan adanya temuan ini maka disperindag akan memberi sanksi tegas kepada pedagang yang ketahuan melakukan hal ini dengan mengambil kembali lapak mereka dan memberikannya kepada pedagang yang memiliki keinginan dan tujuan serius untuk berjualan.
Kata Gomar, pemerintah memiliki hak untuk mengambil kembali lapak yang sebelumnya hanya dipinjam pakai kepada pedagang. Semua sarana dan prasarana yang ada di Pasar Sentral adalah milik pemerintah.
"Saya berharap setelah ini tidak ada lagi pedagang yang melanggar. Penataan pasar ini dilakukan untuk kebaikan karena pedagang, pembeli dan pemerintah harus sama-sama mendapatkan kenyamanan. Dan untuk fasilitas yang kurang termasuk lampu, ke depan akan kita benahi sehingga pembeli bisa nyaman saat berbelanja," kata Gomar.
Diakuinya, masih ada sebagian pedagang yang hingga kini masih berjualan di Pasar Gorong-Gorong dan Pasar Lama, padahal mereka pun telah memiliki lapak di Pasar Sentral, namun satu dan lain hal, mereka tidak menempatinya.
Oleh sebab itu, pihaknya tengah berusaha melakukan pendataan kembali para pedagang yang mempunyai lapak maupun yang belum di Pasar Sentral.
Bagi pedagang yang terdata namun belum memiliki lapak di Pasar Sentral akan disiapkan oleh dsperindag karena jumlah lapak dan meja Pasar Sentral masih banyak kosong.
Dalam waktu dekat semua pedagang di Pasar Gorong-Gorong dan Pasar Lama baik pedagang ikan, bumbu dapur, daging dan semuanya akan direlokasi ke Pasar Sentral.
Namun sebelumnya, tim terpadu terlebih dahulu akan melakukan rapat internal untuk mempersiapkan langkah-langkah penataan pasar.
"Jumlah semua pedagang yang telah kami data yakni sekitar 2.000-an pedagang yang sudah menetap di Pasar Sentral. Jumlah ini belum termasuk pedagang yang ada di Pasar Gorong-Gorong dan Pasar Lama, namun perlahan mereka yang ada di sana akan berkumpul di pasar sentral,"tegasnya. (Shanty)



