Dinas Koperasi dan UMKM saat melakukan sosialisasi tentang Koperasi Desa Merah Putih
MIMIKA, BM
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UMKM) mencatat hingga saat ini sudah terbentuk 38 Koperasi Desa Merah Putih melalui Musyawarah Desa (Musdes).
Terbentuknya 38 koperasi tersebut terdiri dari 17 kelurahan dan 21 kampung di wilayah Mimika.
Keberadaan ini menunjukkan bahwa Pemda Mimika terus menggencarkan pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai bagian dari program nasional pemberdayaan ekonomi kerakyatan.
Di Distrik Kwamki Narama, Jumat (23/5/2025) kemarin Dinas Koperasi Melakuan sosialisasi pembentukan koperasi bersama tokoh masyarakat, kepala kampung dan aparat distrik.
Ketua Harian Satgas Pembentukan Koperasi Merah Putih, Inosensius Yoga Pribadi mengatakan pembentukan Koperasi merah putih di dalam kota hampir semua terbentu terbentuk, kecuali Distrik Kwamki Narama.
"Distrik Kwamki Narama belum pembentukan karena belum semua kepala kampung dan Bamuskam hadir. Karena pembentukan koperasi merah putih berkaitan dengan dana desa dan itu harus ada kesepakatan antara pendamping, aparat kampung dan Bamuskam," kata Yoga.
Ia berharap agar kepala distrik dan kelurahan bisa mengkoordinir ini dengan baik bersama kepala kampung, aparat kampung maupun Bamuskam.
"Kalau sudah lakukan konsolidasi dengan baik maka tim dari Dinas Koperasi dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung akan datang lakukan sosialisasi kemudian lakukan pembentukan," ujarnya.
Ia menjelaskan, mekanisme pembentukan koperasi merah putih secara teknis akan didampingi oleh Dinas Koperasi. Sehingga dalam waktu kurang lebih 2 Minggu diharapkan sudah bisa terbentuk.
Dinas Koperasi dan DPMK akan gencar sampai menjangkau semua distrik baik pesisir, pegunungan dan dalam kota untuk hal ini.
"Untuk targetnya kita belum tahu, karena ketentuannya itu minimal 500 KK per satu wadah koperasi. Kalau kita mau hitung sesuai jumlah desa dan lurah pasti tidak akan tercover itu karena ada desa yang warganya tidak sampai 500 KK dan otomatis pasti akan 2 desa yang di merger atau digabung," jelasnya.
Lanjutnya, pihaknya tidak bisa menghitung jumlah koperasi sesuai jumlah desa dan kelurahan yang ada karena terbentur dengan standar ketentuan minimal 500 KK per satu wadah koperasi
"Paling tidak kita berusaha semaksimal sesuai syarat yang ada bisa terbentuk," ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Mimika, Ida Wahyuni menuturkan program ini merupakan tindaklanjut dari arahan Presiden RI Prabowo Subianto, yang menargetkan pembentukan 80 ribu Koperasi Merah Putih secara nasional.
“Kami telah membentuk 38 koperasi dan terus melakukan sosialisasi di setiap distrik. Target kami, sebelum 12 Juli seluruh 133 kampung dan 19 kelurahan di Mimika sudah memiliki Koperasi Merah Putih,” ungkapnya
Ida menjelaskan, Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan akan melakukan launching nasional koperasi ini secara serentak pada 12 Juni 2025.
Untuk itu, pihaknya telah menyusun jadwal pembentukan koperasi secara maraton di sejumlah distrik, di antaranya pada Senin (26/5) di Distrik Iwaka, Selasa (27/5) diz
Sementara Distrik Mimika Timur, 1 Juni di Pesisir Barat, 2–5 Juni, Distrik Agimuga 8–13 Juni di wilayah Pegunungan dan 16–20 Juni di dan distrik seputaran kota yang belum terjangkau.
Selanjutnya, Kepala Distrik Kwamki Narama, Yulius Hagabal, dalam sambutan mengapresiasi program ini, dan berharap pemerintah daerah dapat terus mendampingi masyarakat dalam proses pembentukan dan pengelolaan koperasi.
Diketahui, potensi ekonomi di Distrik Kwamki Narama cukup besar, terutama pada sektor pertanian seperti umbi-umbian, buah-buahan, dan sayuran, yang dapat menjadi fondasi usaha koperasi masyarakat.
“Kami sangat membutuhkan koperasi sebagai sarana pemberdayaan ekonomi kampung dan solusi nyata mengatasi kemiskinan ekstrem di wilayah kami,” kata Yulius.
Yulius juga mengingatkan seluruh kepala kampung dan tokoh masyarakat di Kwamki Narama yang terdiri dari 1 kelurahan dan 9 kampung ini untuk bersinergi dengan Pemkab Mimika dalam pelaksanaan program ini.
“Kami harap pengurus koperasi yang terbentuk adalah orang-orang yang paham dan punya komitmen dalam dunia usaha,” harapnya. (Shanty Sang)