Kesehatan

Dinkes Mimika Gelar Turnamen Badminton antar Organisasi Profesi Kesehatan Se-Kabupaten Mimika

Jalannya pertandingan Turnamen Badminton

MIMIKA, BM

Turnamen Badminton antar organisasi profesi kesehatan Se-Kabupaten Mimika resmi bergulir, Minggu (16/11/2025).

Turnamen ini dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Mimika dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 61.

Turnamen yang berlangsung di Gor Smash Badminton Arena jalan Nawaripi Baru. Kamoro jaya. Budi Utomo Ujung, akan berlangsung dari tanggal 16 sampai 23 November 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh organisasi profesi Kesehatan yang terdaftar di Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika diantaranya, Ikatan Dokter Indonesia (IDD), Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Kesehatan Indonesia (PATELKI).

Lainnya, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPND), Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Persatuan Ahli Gizi Indonesia (PERSAGD), Perhimpunan Radiografer Indonesia (PARI), Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (LAKMD), Himpunan Ahli Keschatan Lingkungan Indonesia (HAKLI).

Kepala Bidang (Kabid ) Pelayanan Kesehatan pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika, Martina Siska Magai mengatakan, turnamen hari ini merupakan bagian dari Hari Kesehatan Nasional yang telah berlangsung beberapa waktu lalu.

“Walaupun sudah lewat, tapi luar biasa teman-teman organisasi profesi yang ada di Kabupaten ini, mereka punya inisiatif sendiri untuk merayakan Hari Kesehatan Nasional dengan kegiatan Turnamen Badminton,” kata Martina.

Martina mengatakan, bahwa kegiatan ini juga sebagai ajang untuk silaturahmi antara organisasi profesi yang ada di Kabupaten Mimika.

“Jadi, ini juga sekaligus membangun jalin kasih antara satu organisasi dengan organisasi lain,” ujarnya.

Ia berharap untuk ke depan mungkin bisa diperbanyak lagi kegiatan seperti ini, karena bukan hanya untuk menjalin silaturahmi antar profesi melainkan juga untuk menjaga kesehatan.

“Kedepan harus banyak melakukan kegiatan seperti ini untuk menjalin tali kasih antara organisasi profesi yang ada di Kabupaten Mimika, lebih khusus di Kesehatan,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Turnamen Badminton, Budi Darmawan mengatakan, turnamen ini akan berlangsung dari tanggal 16 sampai 23 November 2025.

“Total hadiahnya itu sebanyak Rp15.000.000 dan juga ada voucher-voucher menginap di Hotel Horison Diana dan Horison Ultima,”katanya.

Adapun, tujuan dari kegiatan ini untuk mempererat hubungan antar profesi kesehatan se-Kabupaten Mimika, mempromosikan gaya hidup sehat di kalangan tenaga kesehatan, menumbuhkan semangat sportivitas dan kerja sama yang baik antar tenaga kesehatan, membangun solidaritas antar profesi kesehatan untuk mendukung reformasi sistem kesehatan.

“Ini adalah tahun kedua dilaksanakannya turnamen bulu tangkis antar profesi se-Kabupaten Mimika. Harapan kami bukan cuma tahun ini akan dilaksanakan tapi tahun-tahun berikutnya juga,”pungkasnya. (Shanty Sang)

Santa Claus Meriahkan Pelayanan Kesehatan Posyandu KASANA Binaan PKK Mimika

Ketua Bidang Pokja IV Ny. Alice I Wamafma, Ketua Pokja IV Ny. Endang Farmasi beserta anggota foto bersama Santa Claus

MIMIKA, BM

Dalam rangka menyambut Hari Natal 2025, Pos Layanan Terpadu (Posyandu) Kasih Sayang Anak (KASANA) Binaan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Mimika memberikan pelayanan kesehatan di depan Gereja Kingmi Jemaat Emanuel, Kelurahan Timika Indah pada Jumat (12/12/2025).

Menariknya, dua opa Santa Claus tiba-tiba datang menghampiri untuk memberikan semangat dan juga bingkisan kasih untuk anak-anak yang datang memeriksakan kesehatannya.

Anak-anak pun nampak bahagia menyambut kedatangan Santa Claus tersebut dan sesekali mengabadikan momen dengan berfoto bersama.

Untuk memantau pertumbuhan bayi dan balita, anak-anak diperiksa berat badan dan tinggi badan. Ada juga pemeriksaan untuk ibu hamil dan skrinning malaria serta lainnya.

Ketua Bidang Pokja IV Ny. Alice I Wamafma mengatakan kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada ibu hamil, ibu menyusui, bayi, balita, lansia dan remaja putri yang dirangkaikan dengan pelayanan kasih dalam rangka menyongsong Hari Raya Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.

“Kami libatkan Santa Claus untuk melayani anak-anak, meramaikan suasana Natal,” tuturnya.

Ny. Alice mengatakan Posyandu KASANA untuk kedepan dalam satu tahun akan melaksanakan pelayanan kesehatan 12 kali tiap bulannya.

Dan, setiap bulan juga Posyandu KASANA melakukan pemeriksaan terhadap anak-anak PAUD Kasih AMURO untuk pemeriksaan gigi, kesehatan dan sebagainya.

“Jika kedapatan ada penyakit maka langsung ditangani oleh dokter yang memeriksa,” ucapnya.

Pelayanan kesehatan ini merupakan program terakhir yang dilaksanakan untuk Pokja IV di tahun 2025 yang membidangi program kesehatan, pelestarian lingkungan hidup dan perancangan sehat dari 10 Program Pokok PKK.

Santa Claus foto bersama anak-anak

“Mudah-mudahan dengan apa yang kami buat ini semakin banyak masyarakat yang mengerti untuk datang ke Posyandu untuk memeriksakan tumbuh kembang anaknya,” harapnya.

Terkait tempat yang sementara masih menggunakan halaman gereja, Ny. Alice menyampaikan ingin mempunyai satu gedung khusus Posyandu KASANA dapat melakukan pelayanan kesehatan.

“Rencana kami ingin buat Posyandu yang portabel jadi bisa bongkar pasang. Kemarin ibu wakil ketua sudah langsung melihat di Surabaya. Kalau tidak kami ingin permanen saja. Disini ada 3 RT mereka mau begitu, tapi kita akan cari solusi,” katanya.

“Mau tidak mau kita akan ketemu dengan kepala distrik, kepala kampung atau seluruh aparat kampung karena Posyandu ini bukan milik PKK tetapi milik masyarakat. Mulai dari musyawarah mufakat desa dimana kami akan kumpul dan menjelaskan bahwa Posyandu ini sangat penting,” imbuhnya.

Ny. Alice berharap dengan adanya Posyandu KASANA masyarakat sehat, tidak ada stunting, sumber daya manusia (sdm) dan anak-anak sehat serta pintar karena posyandu hadir dari masyarakat, oleh masyarakat dan untuk masyarakat.

Posyandu KASANA saat ini memiliki sembilan Kader dan telah mengikuti pelatihan melalui Puskesmas.

Sejak diresmikan oleh Ketua TP PKK Mimika Ny. Susy Herawaty Rettob pada Oktober 2025 lalu, antusias masyarakat untuk datang ke Posyandu ini mulai bertambah yang artinya masyarakat mulai dari bayi, balita, ibu hamil, ibu menyusui dan lansia sudah mulai mengerti pentingnya Posyandu.

“Kedepan, sebelum kegiatan kami minta untuk ada penyuluhan dulu lalu kita ganti topik materinya. Lalu, kita lihat dengan situasi yang ada di daerah ini kalau misalnya ada stunting maka kita akan menyuluh tentang bagaimana menjaga tidak kena stunting,” tandasnya. (Elfrida Sijabat)

Dinkes Mimika Bahas Tata Kelola dan Kinerja BLUD Tahun 2025

Foto bersama di sela-sela kegiatan


MIMIKA, BM

Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan rapat koordinasi Tim Pembina Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Rapat yang dibuka oleh Asisten II Setda Mimika, Frans Kambu ini dihadiri oleh tim teknis, pengawas, keuangan, dan sekretariat.

Pertemuan ini membahas penyelenggaraan tata kelola BLUD serta arah pengelolaan keuangan tahun 2025 di tengah isu efisiensi anggaran.

Adapun jumlah BLUD di Mimika adalah 13 Puskesmas, ditambah Laboratorium Lingkungan, PSC 119, dan RSUD Waa Banti.

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra, menjelaskan bahwa 13 Puskesmas berstatus BLUD menunjukkan kinerja keuangan yang cukup baik. Dari target penerimaan Rp14 miliar pada tahun ini, hingga November jumlah yang sudah terealisasi menembus lebih dari Rp13 miliar atau sekitar 86 persen.

"Sejauh ini tingkat realisasi belanja telah mencapai kurang lebih 90 persen," kata Reynold.

Retnold mengatakan bahwa keberlanjutan BLUD sangat dipengaruhi sumber penerimaan, terutama dana kapitasi, non-kapitasi, DAK fisik seperti Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), serta kemitraan dengan perusahaan dan program strategis seperti Pusjaki dan cek kesehatan gratis.

“Kami coba untuk mendengar penyelenggaran tata kelola BLUD ini, terutama dalam pola pengelolaan keuangannya di tahun 2025 seperti apa di tengah-tengah isu efisiensi di tahun ini dan tahun depan," ujarnya.

Adapun rata-rata pendapatan Puskesmas BLUD hingga November mencapai Rp2–3 miliar, hal ini menunjukkan tata kelola yang semakin transparan dan akuntabel.

Seperti Puskesmas Timika, pada tahun 2021 menerima modal awal Rp500 juta kini mampu menghasilkan pendapatan Rp2 miliar hingga 3 miliar.

Untuk memperkuat akuntabilitas, Dinkes Mimika juga berencana menggandeng akuntan publik guna melakukan penilaian keuangan secara berkala, selain pemeriksaan rutin dari BPKP, BPK, dan Inspektorat.

"Target penerimaan akhir tahun diperkirakan dapat tercapai. Seluruh laporan keuangan BLUD disampaikan rutin setiap bulan ke BPKAD dan penerimaaanya direkonsiliasi bersama Bapenda," ungkapnya. (Shanty Sang)

Top