Kesehatan

PTFI Serahkan 6.000 Vaksin Qdenga, Bupati Mimika: Ini Merupakan Program 100 Hari Kerja

Penyerahan Vaksin Qdenga dari Director & EVP Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, kepada Bupati Mimika, Johannes Rettob

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) menyerahkan 6.000 dosis vaksin Qdenga kepada Pemerintah Kabupaten Mimika, sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kesehatan masyarakat.

Penyerahan dilakukan langsung oleh Director & EVP Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma, kepada Bupati Mimika, Johannes Rettob di Puskesmas Timika, Sabtu (10/5/2025).

Bupati Mimika, Johannes Rettob dalam sambutannya mengatakan, kolaborasi seperti ini merupakan wujud sinergi nyata antara sektor swasta dan pemerintah dalam membangun Mimika yang lebih sehat dan sejahtera.

“Hari ini kita menyaksikan bukti nyata bahwa dengan kolaborasi, kita bisa membangun Kabupaten Mimika yang lebih baik, lebih sehat dan menuju kesejahteraan,” kata Bupati John.

Bupati John menambahkan dengan ini maka harus betul-betul bersama dan bahu membahu membangun kesehatan dengan baik di Mimika. Serta bersama-sama membuat masyarakat Mimika ini menuju ke "Gerbang Emas Mimika". Gerbang emas artinya gerakan kebangkitan ekonomi masyarakat yang adil dan sejahtera.

“Saya memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kontribusi PTFI. Karena untuk mencapai kesejahteraan, kita harus mulai dari sehat,” ujarnya.

Katanya, kesehatan ini merupakan pondasi utama, dimana masyarakat sehat baru masyarakat bisa sekolah, masyarakat sehat baru masyarakat cerdas.

Bupati berharap untuk kolaborasi terus dijalani. Pemerintah tidak bisa kerja sendiri, pemerintah harus bisa bersama-sama semua stakeholder yang ada di sini untuk membangun kabupaten ini dengan caranya masing-masing.

Dengan diserahkannya 6.000 dosis vaksin Qdenga maka ini menjadi ujung tombak dalam melaksanakan vaksinasi untuk penyakit DBD.

"DBD ini sekarang sudah banyak di Mimika, di RSUD yang saya tahu ada 6 orang DBD. Dan apa yang sudah disampaikan dan dibantu oleh PTFI supaya kita betul-betul menggunakan ini dengan baik dan kita laksanakan dengan baik juga. Kita wujudkan dengan baik supaya masyarakat bebas dari DBD," ujarnya.

Lanjutnya, sebenarnya hal tersebut juga merupakan program 100 hari kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Mimika. Oleh sebab itu, Bupati John memberikan penghargaan setinggi-tingginya atas kontribusi PTFI. Karena untuk mencapai kesejahteraan maka harus mulai dari sehat.

"Sesudah kita dapat dosis ini, saya berharap Kadis Kesehatan memimpin semua jajaran kita untuk melaksanakan vaksinasi baik di kantor, rumah sakit, dan dimana saja," tuturnya.

Tidak hanya itu, Bupati juga menginstruksikan kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Mimika untuk melakukan fogging DBD di seluruh wilayah kabupaten, terutama di lima distrik dalam kota.

Director & EVP Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma mengatakan, bahwa PTFI akan terus menjadi mitra aktif pemerintah dalam mendukung pembangunan, khususnya di bidang kesehatan.

“Penyerahan vaksin ini adalah bagian dari upaya preventif PTFI dalam membantu menekan kasus demam berdarah. Kami ingin menjadi bagian dari kerja-kerja besar Pemkab Mimika untuk menciptakan masyarakat yang lebih sehat dan sejahtera,” tutur Claus.

Claus menambahkan, penyerahan vaksin Qdenga ini juga melengkapi berbagai program kampanye kesehatan yang selama ini telah dijalankan bersama oleh PTFI dan Dinkes Mimika. (Shanty Sang)

Kodim Mimika Bangun Sumur Bor, MCK dan Kamar Mandi Umum di Empat Distrik

Nampak Dandim Mimika saat melakukan pengecekan pembangunan sumur bor, MCK dan kamar mandi umum.

MIMIKA, BM

Dengan mengimplementasikan program unggulan KASAD TNI AD Manunggal Air" Kodim 1710/Mimika membangun empat titik sumur bor, MCK dan kamar mandi umum di wilayah binaan, Kamis (06/03/2025).

Untuk empat titik sumur bor yang dibangun itu berada di Distrik Kuala Kencana, Distrik Mimika Baru, Distrik Kwamki Narama dan Distrik Mimika Timur.

Dalam keterangan Dandim 1710/Mimika,Letkol Inf M. Slamet Wijaya, S.Sos,. M.Han,.M.A mengatakan bahwa program pembangunan sumur bor, MCK dan kamar mandi umum yang sedang dalam tahap pengerjaan tersebut dilakukan sebagai langkah preventif untuk menghindari krisis air yang sering melanda wilayah-wilayah tertentu di Kabupaten Mimika.

“Air bersih ini diharapkan dapat membantu masyarakat khususnya di wilayah-wilayah yang rentan terkena dampak kekeringan,” katanya.

Menurut Dandim, lokasi tersebut dipilih berdasarkan kebutuhan air bersih oleh warga yang mendesak dan sering mengalami kekurangan pasokan air.

"Setiap sumur bor diperkirakan dapat memberikan manfaat sampai ratusan keluarga di sekitarnya. Selesai 4 sumur bor, untuk MCK dan Kamar mandi umum itu target pengerjaannya berakhir Maret," ujar Letkol Inf M. Slamet.

“Setelah itu kami akan lanjutkan program unggulan bapak KASAD ini di bulan Mei saat kegiatan TMMD ke-124 TA 2025," sambungnya. (Ignasius Istanto)

2025, Dinkes Mimika Tergetkan 1 Juta Testing Malaria

Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra.


MIMIKA, BM

Komitmen pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika untuk pencegahan kasus malaria meningkat terus digalakan.

Upaya yang dilakukan adalah dengan menargetkan satu juta tes malaria kepada warga.

"Tahun 2025 ini kita target pemeriksaan malaria sebanyak 1 juta tes," kata Kepala Dinas Kesehatan Mimika, Reynold Ubra.

Reynold mengatakan sejak Januari hingga 26 Februari 2025 sudah dilakukan tes malaria terhadap 31.665 orang di Timika dimana 1.076 orang diantaranya positif malaria.

"Saat ini Positivity Rate-nya adalah 3,4 persen sedangkan target nasional adalah kurang dari 5 persen," ujarnya.

Dijelaskan, Positivity Rate (PR) malaria adalah tingkat positifitas kasus malaria yang dihitung dari jumlah laporan laboratorium yang diterima. Jika Positivity Rate rendah berarti menunjukkan hanya sedikit orang positif dari keseluruhan orang yang dites.

"Ini artinya, standar nasional Positivity Rate-nya itu kurang dari 5 persen kita sudah masuk," tuturnya.

Ia mengatakan Puskesmas dengan wilayah penduduk terpadat seperti Puskesmas Timika dari 9.000 orang yang di tes hanya 1,6 persen yang positif. Sementara, Puskesmas Pasar Sentral yang menjadi Lokus program Tempokastuntas dari 457 yang dites hanya 7 orang yang positif atau sekitar 1,5 persen.

Rata-rata jumlah positif malaria di setiap Puskesmas masih berada pada 1,5 persen, kecuali di wilayah Puskesmas Kampung Mandiri Jaya dan Sempan karena jumlah testingnya sedikit.

"Tapi secara keseluruhan positivity rate 3,4 persen. Kita akan mempercepat jumlah testing perhari harus 1.000 orang. Baru ini perhari rata-rata masih 400-500 testing,"ujarnya.

Dikatakan, bahwa pada tahun 2024, dari 666.000 lebih yang di testing, 23 persen diantaranya terdapat kasus positif malaria. Jumlah itu terjadi penurunan 2 kali jika dibandingkan pada tahun 2018 dan 2019 dimana positivity rate di dua tahun tersebut ada di posisi 41 dan 42 persen.

Katanya selain penularan, tingkat kekambuhan dan ketidakpatuhan juga masih tinggi. Sehingga untuk menurunkan penularan dari manusia ke manusia melalui nyamuk maka perlu dilakukan pemberantasan sarang nyamuk.

Ketidakpatuhan yang masih tetap tinggi, menurut Reynold, sangat diperlukan kampanye dari pihak keluarga sebagai bagian dari pendamping dan pengawas minum obat.

Tahun ini, Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Kader-Kader yang ada di desa untuk bisa menjadi juru malaria. Sebab tahun ini, pelayan kesehatan sudah harus terintegrasi pelayanan primer termasuk Kader harus memiliki 25 kompetensi.

"Jadi, tahun 2025 ini, tidak ada lagi kader malaria, kader TB, kader Posyandu. Semua itu dijadikan satu Kader untuk memperkuat pelayanan di Posyandu," pungkasnya. (Shanty Sang)

Top