Kesehatan

Dukung Operasional RS Waa Banti, PTFI Bersama Dinkes Mimika Lakukan Penandatanganan PKS

Proses penandatangananAmandemen Perjanjian Kerja Sama (PKS)


MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika dalam hal ini Dinas Kesehatan (Dinkes) melakukan penandatanganan Amandemen Perjanjian Kerja Sama (PKS) untuk dukungan operasional Rumah Sakit Waa Banti Distrik Tembagapura.

Penandatanganan PKS tersebut dilakukan oleh Kepala Dinkes Mimika, Reynold Ubra dengan VP Goverment Relation, Josephina Lenny, mewakili Manajemen PTFI yang berlangsung di Rimba Papua Hotel Timika, Senin (9/12/2024).

Penandatanganan PKS ini juga disaksikan langsung oleh Senior Vice President Sustainable Development PTFI Nathan Kum.

Senior Vice President Sustainable Development PTFI, Nathan Kum, dalam sambutannya mengatakan, kerja sama ini telah dilakukan sehingga ini bukan merupakan hal baru bagi PTFI dan Dinkes Mimika. Kegiatan ini merupakan bagian dari amandemen, sehingga perlu adanya kerja sama yang baik antara PTFI dan Pemkab Mimika.

"Kami harap agar operasional Rumah Sakit Waa Banti berjalan dengan lancar. Intinya bahwa mari melayani masyarakat dengan baik dan juga agar masyarakat Waa Banti harus mendapatkan pelayanan kesehatan yang terbaik,"kata Nathan.

Guna mendukung operasional Rumah Sakit Waa Banti, PTFI memberikan support seperti mobil ambulance, bahan bakar minyak, dan keperluan lain di Rumah Sakit Waa Banti.

"Kami memberikan dukungan dengan membangun dapur standar di Rumah Sakit Waa Banti untuk keperluan tenaga kesehatan bahkan masyarakat. Perlengkapan lain juga kami dukung,"ujarnya.

Katanya, PTFI tidak bisa bekerja sendiri. Oleh karena itu perlu adanya kerja sama dukungan operasional Rumah Sakit Waa Banti di Tembagapura untuk melayani masyarakat.

"Memang masih banyak tantangan kedepan. Masyarakat sudah mulai berobat di Rumah Sakit Waa Banti. Sehingga secara langsung kuota masyarakat yang melakukan pemeriksaan kesehatan di SOS sudah mulai berkurang berkat adanya Rumah Sakit Waa Banti,"tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan, Reynold Ubra, mengatakan, draf PKS amandemen sudah diterima oleh Pemkab Mimika melalui Dinas Kesehatan, sehingga pihaknya sama-sama bersepakat menandatangani perjanjian kerja sama amandemen untuk dilaksanakan pada tahun 2025 mendatang.

"Terimaksih saya ucapkan kepada PTFI karena telah berkontribusi membangun dan mengembangkan Rumah Sakit Waa Banti dan kerja sama ini harus terjaga. Kami berkomitmen melayani kesehatan di Rumah Sakit Waa Banti dan harus ditingkatkan agar masyarakat bisa terlayani dengan baik,"ungkapnya. (Red)

PARADE FOTO Pj Bupati Valentinus Launching Program Spektakuler RSUD Mimika

 MIMIKA, BM

Penjabat (Pj) Bupati Mimika Valentinus S Sumito secara resmi telah melaunching program Spektakuler Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika di Ruang Rapat Edelweis RSUD Mimika, Jumat (1/11/2024).

Strategi peningkatan pelayanan dan tata kelola rumah sakit melalui pengembangan sistem informasi manajemen rumah sakit terintegrasi atau disingkat Spektakuler ini merupakan proyek perubahan yang dibuat oleh Direktur RSUD Mimika, dr. Antonius Pasullu.

Foto-Foto : Shanty Sang (www.beritamimika.com)

Pendeta saat membawakan doa pembukaan pada kegiatan launching program Spektakuler RSUD.
Pj Bupati Mimika Valentinus Sudarjanto Sumito, saat menyampaikan sambutan pada launching program Spektakuler Rumah Sakit.
 Tamu undangan saat menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Suasana tamu undangan saat mengikuti launching program Spektakuler Rumah Sakit.
Pj Bupati Mimka Valentinus Sudarjanto Sumitro, didampingi Ketua DPRD Mimika Anton Bukaleng dan Direktur RSUD Mimika, Anton Pasulu saat menekan tombol launching program Spektakuler RSUD.
Suasana saat pemutaran video program Spektakuler RSUD.
Foto bersama Pj Bupati Mimika Valentinus Sudarjanto Sumito, Ketua DPRD Mimika Anton Bukaleng, Direktur RSUD Mimika, Anton Pasulu, Kepala Bappeda Yohana Paliling usai menekan tombol launching Program Spektakuler RSUD.
Pj Bupati Mimika Valentinus Sumito foto bersama Ketua DPRD Mimika Anton Bukaleng, Direktur RSUD Mimika, Anton Pasullu dan tamu undangan.
Foto bersama dengan memperagakan salam Spektakuler Rumah Sakit.
Direktur RSUD Anton Pasullu saat diwawancarai oleh Wartawan.

Pj Bupati Mimika Launching Program Spektakuker RSUD

Pj Bupati Mimika Valentinus melaunching program Spektakuler rumah sakit dengan menekan tombol


MIMIKA, BM

Penjabat (Pj) Bupati Mimika Valentinus S Sumito secara resmi telah melaunching program Spektakuler Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Mimika di Ruang Rapat Edelweis RSUD Mimika, Jumat (1/11/2024).

Strategi peningkatan pelayanan dan tata kelola rumah sakit melalui pengembangan sistem informasi manajemen rumah sakit terintegrasi atau disingkat Spektakuler ini merupakan proyek perubahan yang dibuat oleh Direktur RSUD Mimika, dr. Antonius Pasullu.

Pj Bupati Mimika Valentinus mengatakan, seiring dengan pekerkembangan jaman dan kebutuhan masyarakat semakin kompleks rumah sakit sebagai salah satu pilar utama dalam pelayanan kesehatan harus beradaptasi dan meningkatkan kualitas pelayanan dan tata kelolanya

Pelayanan kesehatan yang cepat, tepat dan efisien sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dan untuk mencapai itu, salah satu kuncinya adalah penerapan sistem informasi yang terpadu dan modern.

Program spektakuler rumah sakit ini diharapkan menjadi solusi dalam memperkuat sistem manajemen rumah sakit yang lebih baik, terintegrasi dan berbasis sistem informasi.

"Sistem ini dirancang untuk meningkatkan kecepatan layanan, memperbaiki alur data pasien dan memastikan transparansi dalam pengelolaan sumber daya rumah sakit, selain itu spektakuler rumah sakit juga diharapkan mampu meningkatkan efektivitas tata kelola rumah sakit melalui pengawasan yang lebih akurat dan real Time,"kata Valentinus.

Dengan demikian, kata Valentinus akan meminimalisir kesalahan administrasi dan meningkatkan kualitas keputusan yang diambil.

Katanya, di saat berpindah ke sistem digital tentu semuanya akan ada dalam keteraturan, untuk mencapai keteraturan itu pasti ada hambatan-hambatannya.

“Orang yang terbiasa dengan sistem manual itu pasti akan terganggu dengan sistem informasi, karena di sistem informasi itu kita akan bisa melihat secara keseluruhan, bisa melihat apakah ada kesalahan,” katanya.

Dengan sistem informasi yang transparan, manajemen rumah sakit bisa berjalan lebuh efektif dan efisien. Program seperti ini diharapkan tidak hanya ada di rumah sakit tetapi juga bisa ditularkan ke OPD yang lain.

"Saya sangat mengapresiasi semangat dan komitmen projek leader (Direktur RSUD) dalam menciptakan inovasi ini. Di level kabupaten ini sangat luar biasa,“ujarnya.

Valentinus mengatakakan, akhir-akhir ini jumlah pasien yang datang berobat di RSUD Mimika terus meningkat, dan dengan adanya program spektakuler ini, bisa memberikan pelayanan yang efektif, cepat dan efisien kepada masyarakat.

“Ini harus dijadikan model bagi rumah sakit lain atau OPD lain. Program ini tidak akan berhasil tanpa adanya dukungan penuh dari semua pihak baik rumah sakit, pemerintah, tenaga kesehatan dan masyarakat. Ini suatu program kerja yang patut diberikan apresiasi yang lebih,” pungkasnya.

Direktur RSUD Mimika, dr. Anton Pasullu menjelaskan, tujuan program ini adalah untuk peningkatan pelayanan dan tata kelola rumah sakit melalui pengembangan sistem informasi manajemen rumah sakit yang terintegrasi.

Program spektakuler ini ada dua output yang dihasilkan, untuk jangka pendek outputnya adalah draf peraturan bupati dan desain pengembangan sistem teknologi informasi rumah sakit (SiMRS).

SiMRS itu sendiri adalah sistem teknologi informasi yang memproses dan mengintegrasikan seluruh modul-modul dan aplikasi baik di rumah sakit maupun dengan mitra RSUD.

Untuk diketahui, bahwa program spektakuler ini sudah berjalan mulai Mei 2024 dimana beberapa aplikasi terintegrasi seperti Sipoli, penerapan RME dan Atmost, Bridging data dengan BPJS Kesehatan dan Satu Sehat.

“Sejak berjalan, waktu tunggu pasien sudah semakin cepat karena pasien yang daftar datanya sudah langsung masuk ke poli yang dituju, di IRD juga begitu, pas daftar itu datanya langsung muncul di perangkat monitor dokter,” jelasnya.

dr Anton menambahkan, penerapan spektakuler rumah sakit ini akan terus dimonitor untuk nantinya dilakukan evaluasi agar dapat mencapai tujuan dan target, dan kebutuhan masyarakat.

"Kami akan terus memonitor dan evaluasi implementasi program spektakuler rumah sakit agar dapat mencapai target dan tujuannya sesuai dengan kebutuhan masyarakat,"pungkasnya. (Shanty Sang)

Top