Nasional

Peringati Hari Pahlawan, Dukcapil Mimika Lakukan Pelayanan Adminduk Loket dan Online 24 Jam Nonstop

Poster sejumlah kegiatan yang dilakukan Dukcapil Mimika dalam memperingati Hari Pahlawan tahun 2020

MIMIKA, BM

Perayaan Hari Pahlawan yang diperingati pada 10 November, Selasa besok, akan dijadikan sebagai motivasi bagi Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Mimika untuk memacu dan meningkatkan semangat kerja dalam melayani masyarakat.

Perayaan Hari Pahlawan tahun ini akan dirayakan secara sederhana namun Dukcapil menggelarnya dengan beberapa item kegiatan.

Kegiatan diawali dengan doa bersama dipimpin Ketua MUI Kabupaten Mimika pada pukul 10.00 Wit.

Acara kemudian dilanjutkan dengan memberikan penghormatan bersama kepada para pahlawan dengan mengheningkan cipta selama 60 detik bagi petugas dan pengunjung di Dukcapil.

Setelah dua momen ini, Dukcapil Mimika akan menyapa masyarakat secara virtual atau live zoom. Selanjutnya Dukcapil secara khusus akan melakukan pelayanan Adminduk loket dan online 24Jam secara nonstop.

Hal ini disampaikan Slamet Sutejo, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Mimika kepada BeritaMimika, Minggu (8/11).

"Kami juga akan adakan lomba kostum pahlawan nasional secara khusus bagi petugas Dukcapil dalam melayani Adminduk dengan busana ala pahlawan. Kita lakukan ini semua sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan," ujarnya.

Karena Mimika masih dalam kondisi Pandemi Covid 19, maka kegiatan tersebut dilaksanakan secara sederhana bertempat di Kantor Dukcapil Puspem.

"Untuk menambah kemeriahan dan semangat dalam rangka memperingati momentum tersebut maka disediakan doorprize menarik bagi petugas dan pengunjung Dukcapil yang beruntung. Kami juga sediakan stand foto booth bagi pengunjung untuk mengabadikan moment peringatan Hari Pahlawan tahun 2020," ungkapnya.

Adapun tema kegiatan ini yakni 'Semangat Juang Dukcapil Kabupaten Mimika'z Dengan tema ini diharapkan momen ini dapat memupuk semangat bagi aparatur Dukcapil untuk terus berusaha keras meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan Adminduk yang terbaik bagi warga Mimika, dengan dedikasi yang tinggi berbhakti untuk negeri dengan totalitas melayani. (Ronald)

PTFI dan LIPI Temukan Dua Spesies Kepiting Baru di Kawasan Muara Sungai Ajkwa

Salah satu spesias kepiting baru yang berhasil ditemukan (Typhlocarcinops robustus)

MIMIKA, BM

Papua kembali menunjukkan keanekaragaman hayatinya melalui penemuan dua spesies kepiting baru bernama Typhlocarcinops robustus dan Typhlocarcinops raouli di kawasan muara Sungai Ajkwa di area kerja PT Freeport Indonesia (PTFI), Kabupaten Mimika.

Penemuan ini menambah daftar panjang penemuan spesies baru di area kerja PTFI yang terbentang dari kawasan pesisir hingga hutan alpin berketinggian lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut menjadi 29 flora dan 101 fauna, terdiri dari 50 spesies serangga, 2 spesies mamalia, 26 spesies reptil, 2 jenis ikan, 21 jenis kepiting, dan beberapa jenis lainnya.

Berdasarkan release yang diterima BeritaMimika dari Corporate Communication PT. Freeport Indonesia, Selasa (20/10), dua spesies kepiting baru subfilum Crustaceans ini ditemukan saat PTFI dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) melakukan pemantauan rutin.

Tim peneliti yang mendapati keunikan ciri fisik kedua spesies tersebut lantas melakukan penelitian lebih lanjut. Setelah melalui proses pengkajian selama hampir 4 tahun, kedua spesies tersebut pun dinyatakan sebagai spesies baru.

Adapun kekhasan ciri fisik utama keduanya terletak pada bentuk tubuh dan capitnya. Typhlocarcinops robustus mempunyai bentuk tubuh dan capit yang terlihat kokoh dan kuat, seperti namanya robustus, yang dalam Bahasa Latin berarti kokoh.

Sementara itu, Typhlocarcinops raouli cirinya mempunyai tubuh berbentuk persegi panjang dengan capit yang langsing dan berbulu halus. Nama yang diberikan adalah bentuk penghormatan terhadap Raoul Serène, seorang ahli kepiting dari Perancis yang mempelajari kepiting dari kelompok ini.

Profesor Dwi Listyo Rahayu, pakar oseanografi LIPI yang terlibat dalam penelitian ini menyatakan, pemantauan lingkungan dilakukan untuk mendapatkan informasi dasar mengenai keanekaragaman hayati yang ada di area kerja PTFI.

“Sungai di Mimika beserta keanekaragaman hayati di dalamnya merupakan suatu ekosistem yang amat kaya, terutama karena menjadi habitat bagi banyak spesies seperti kepiting. Kerja sama PTFI dan LIPI menjadi penting dilakukan agar fungsi penelitian dan monitoring dapat dilakukan secara maksimal,” kata Profesor Dwi yang juga merupakan satu-satunya taksonom kelomang di Indonesia.

Sejak penelitian dilakukan PTFI pada tahun 2001 di kawasan muara sungai (estuari) dan mangrove, setidaknya 103 spesies dari subfilum Crustaceans ditemukan di kawasan ini, di mana 21 di antaranya merupakan jenis spesies baru bagi ilmu pengetahuan.

Kegiatan pemantauan dan penelitian di muara Sungai Ajkwa adalah hal yang rutin dilakukan oleh PTFI setiap enam bulan sekali sebagai bentuk kepatuhan perusahaan terhadap AMDAL 300K tahun 1997.

Tidak hanya di muara sungai, aktivitas pelestarian lingkungan ini juga dilakukan di seluruh area kerja PTFI, baik di dataran tinggi, maupun di dataran rendah.

“Hasil analisis dari setiap penelitian lingkungan yang kami lakukan, termasuk informasi dasar mengenai keanekaragaman hayati di area kerja PTFI, senantiasa menjadi bahan pertimbangan manajemen PTFI dalam mengambil keputusan operasional, sehingga kami dapat senantiasa meminimalisasi dampak operasi terhadap lingkungan. Kami juga secara rutin melaporkan hasil penelitian ini kepada pemerintah,” kata Environmental Senior Manager PTFI Gesang Setyadi.

Pelestarian lingkungan di muara Sungai Ajkwa menjadi sangat penting dilakukan mengingat area ini merupakan wilayah yang terdampak aliran tailing PTFI.

Setelah dilakukan penelitian selama bertahun-tahun, diketahui bahwa lahan baru yang terbentuk di muara sebagai bentuk sedimentasi, turut membentuk kolonisasi hutan mangrove secara alami yang menjadi habitat bagi banyak jenis binatang laut seperti kepiting, udang, siput, kerang, ikan, dan cacing laut.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh spesies tersebut dapat hidup dengan baik dan membentuk ekosistem baru.

Temuan tersebut juga menunjukkan bahwa muara di hilir daerah pengendapan tailing merupakan sebuah ekosistem yang berfungsi. Selain melalui kolonisasi alami, ekosistem di muara Sungai Ajkwa juga terbentuk melalui kegiatan reklamasi yang dilakukan PTFI.

Sejak tahun 2013, PTFI terus mereklamasi muara Sungai Ajkwa dengan menanam tumbuhan mangrove di lahan seluas kurang lebih 300 hektar.

Selain dengan LIPI, monitoring dan penelitian kawasan muara sungai juga dilakukan PTFI dengan melibatkan berbagai pihak, seperti Pemerintah Kabupaten Mimika, Universitas Diponegoro, dan Institut Pertanian Bogor.

Sejumlah buku terkait dengan penemuan spesies dari hasil penelitian tersebut telah dipublikasikan dan telah menambah khazanah literatur keanekaragaman hayati di Papua.

“Kolaborasi yang senantiasa PTFI lakukan dengan berbagai pihak, seperti pemerintah dan lembaga akademis di dalam dan luar negeri, mampu mendukung agar kegiatan yang kami lakukan dapat semakin optimal bermanfaat bagi pelestarian lingkungan serta kemajuan dunia penelitian,” tutup Gesang. (Ronald)

Mimika Bangga, Putera Amungme, Jendri Romeo Alomang Lulus Jadi Pilot

Usai acara wisuda Jendri foto bersama ibunya, wakil bupati dan ibu wakil bupati

MIMIKA, BM

Masyarakat Mimika patut berbangga dan berbahagia karena negeri ini kembali melahirkan salah satu pilot untuk Mimika, Papua dan Indonesia.

Putera Amungme ini namanya Jendri Romeo Alomang. Pada sabtu (8/10) Jendri diwisuda sebagai Perwira Penerbangangan Non Diploma di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi.

Selain orangtua Jendri, Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob dan Ibu Susi Rettob turut menghadiri acara wisuda ini.

Selain diundang, Wabup John juga hadir sebagai perwakilan pemerintah daerah dan senior sekolah penerbangan.

Kepada BeritaMimika, Wabup John melalui telepon mengatakan Jendri merupakan putera dari Anton Alomang. Ia berhasil menempuh pendidikan akademi penerbang dengan biaya beasiswa LPMAK (kini YPMAK).


Acara wisuda Sekolah Penerbangan Indonesia Banyuwangi

"Kita semua bangga dengan prestasi yang Jendri raih. Ini menjadi motivasi bagi anak-anak Mimika, khususnya Amunge dan Kamoro bahwa kita bisa meraih kesuksesan apapun asal kita taat, setia, rajin belajar dan selalu berpasrah kepada Tuhan," ungkapnya.

Wabup menjelaskan, setelah selesai pendidikan penerbangan, Jendri wajib mengikuti pendidikan tambahan yakni pendidikan rating sebelum bisa menerbangkan pesawat.

"Saya sudah bicara banyak dengan Jendri dan dia bilang mau langsung kerja bawa pesawat kecil di Papua. Saya sudah fasilitasi dia untuk mendaftar pendidikan rating di Smart air, Asean One Air dan Enggang Air. Puji Tuhan mereka semua terima dan minta dia mendaftar. Nanti dia daftar di salah satunya, tinggal dia mau pilih yang mana. Pendidikannya kurang lebih hanya dua minggua saja," ungkapnya.

Wabup John juga meminta dan berharap agar YMPAK menanggung biaya pendidikan rating yang akan diikuti Jendri Alomang.

Wabup John bersama anak-anak Mimika yang menempuh pendidikan di Sekolah Penerbangan Indonesia Banyuwangi

"Saya berharap YPMAK kalau bisa membiayai pendidikan rating ini karena banyak penerbang yang baru tamat tidak bisa kerja karena operator penerbangan biasa mau terima kalau pilot sudah punya rating," jelasnya.

Setelah berdiskusi dengan para pengajar yang juga merupakan teman sekolahnya, Wakil Bupati John Rettob mengatakan Jendri merupakan siswa beprestasi.

Jendri Romeo Alomang sejak usia 9 tahun telah meninggalkan Timika. Jendri melanjutkan SMP dan SMA di Lokbon, Manado, Sulawesi Utara.

"Jendri nilainya baik. Berdasarkan hasil evaluasi sekolah yang disampaikan pengajar senior, dia punya mental yang baik sebagai seorang pilot, kemampuan individual dan skilnya juga cukup baik, termasuk matematika dan bahasa inggris," ujar wabup dengan bangga.

Wabup mengatakan, ada 7 anak Amunge dan Kamoro yang saat ini mengengyam pendidikan di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi. Jendri salah satunya.

Wabup John bersama Mikael Watapea, Anak Kamoro Kampung Aikawapuka yang masih menjalani pendidikan

Anak-anak Amungme Kamoro yang melanjutkan sekolah di Akademi Penerbang Indonesia Banyuwangi ini dibiayai oleh beasiswa YPMAK, kementerian perhubungan dan biaya mandiri (orangtua).

"Saya sudah ketemu dengan mereka semua dan kasih motivasi supaya mereka sekolah dengan baik. Mereka juga minta pemerintah sebagai orangtua sekali-sekali beri perhatian untuk mereka," ujarnya.

Wabup mengatakan, sekitar 3 anak Amunge yang telah lulus sekolah penerbangan. Sementara Kamoro belum ada.

"Saya agak lupa tapi kalau tidak salah ditambah Jendri sudah 3 anak Amunge yang lulus sekolah penerbangan. Kalau Kamoro belum ada tapi ada satu anak Kamoro Kampung Aikawapuka juga sedang pendidikan di sini. Kita doakan mereka semua berhasil dalam pendidikan dan cita-cita mereka," harap Wabup John. (Ronald)

Top