Nasional

Basarnas Timika Evakuasi Dua Penumpang Sakit Diatas KM Andika Putra

Tim SAR saat mengevakuasi dua penumpang yang sakit dari atas KM Putra Andika

MIMIKA, BM

Basarnas Timika berhasil mengevakuasi dua orang penumpang yang kondisi sedang sakit diatas KM Putra Andika pada Minggu (1/11) .

Mereka dievakuasi karena kapal ini mengalami kerusakan pada gearbox mesin kapal, sehingga tidak bisa dijalankan dan hanya terbawah arus ombak di perairan Puriri hingga Bui satu.

"Kita perlu evakuasi dua orang ini karena mereka kondisinya sakit saat menumpang kapal tersebut dari Nduga ke Timika," kata Kepala Kantor SAR Timika Monce Brury saat ditemui Senin (2/11).

Setelah berhasil dievakuasi kedua penumpang ini langsung dilarikan ke RSUD Mimika guna diberi perawatan lanjutan.

"Kapalnya sudah ditarik, sementara kondisi ABK yang lain semuanya selamat," katanya.

Dijelaskan, KM Putra Andika sebelum mengalami gangguan, kapal ini tengah membawa barang kesehatan dari Timika menuju Nduga.

"Ini merupakan kapal barang, kita bersyukur pada saat kejadian mereka masih bisa komunikasi karena signal masih terpancar," ujarnya. (Ignas)

Dua Prajurit Kodim 1710/Mimika Jadi Pasukan Penjaga Perdamaian di Lebanon

Kopda M Khaerudin Haremba dan Kopda Erson Sapan

MIMIKA, BM

Dua prajurit terbaik dari Kodim 1710/Mimika dipilih melaksanakan tugas mulia negara sebagai pasukan penjaga perdamaian dunia (PBB) di Lebanon.

Mereka adalah Kopda M. Khaerudin Heremba, yang merupakan salah satu putera asli Papua dan Kopda Erson Sapan.

Di Kodim 1710/Mimika, Kopda Heremba jabatan organiknya adalah sebagai Babinsa Koramil 1710-06/Agimuga sementara Kopda Esron merupakan Tamudi Pokko Kodim 1710/Mimika

Keduanya tergabung dalam 850 anggota Satgas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-O/Unifil Lebanon.

Melalui telepon, malam ini, Komandan Kodim (Dandim) 1710/Mimika, Letkol (Inf) Yoga Cahya Prasetya kepada BeritaMimika mengatakan prajurit yang dikirim dalam tugas khusus ini merupakan putera terbaik bangsa.

"Dari Kodim 1710/Mimika kita usulkan, mereka ikut seleksi dan akhirnya terpilih untuk melaksanakan misi PBB di Lebanon. Sebelum saya masuk, mereka sudah ikut seleksi. Mereka mulai berangkat 22 Desember dan bertugas di sana selama satu tahun sampai Januari 2022," ungkapnya.

Dandim Yoga menjelaskan, sejak tahun 1957 hingga saat ini Indonesia selalu aktif menjadi bagian sebagai pasukan penjaga perdamaian PBB yang tergabung dalam Kontingen Garuda atau Konga.

"Personel yang dikirimkan dalam tugas khusus ini adalah prajurit-prajurit terbaik bangsa yang sudah melalui berbagai seleksi," ujarnya.

Diakuinya, seluruh jajaran Kodim 1710/Mimika merasa bangga karena dua prajurit terbaik mereka ikut dalam misi perdamaian dunia ini.

"Mereka bukan hanya mewakili Kodim Mimika saja namun Papua dan Indonesia. Ini merupakan sebuah kebangaan buat kita semua. Ini juga menjadi wujud nyata semangat sumpah pemuda di Papua yang akan terus berkobar dalam mengawal kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia," ujarnya dengan bangga.

Lanjutnya, sebelum diberangkatkan ke Lebanon, 850 anggota Satgas Batalyon Mekanis Kontingen Garuda XXIII-O/Unifil tidak hanya dibekali dengan kemampuan militer namun juga bahasa dan bagaimana memahami karakter dan budaya masyarakat Lebanon.

"Mereka dibekali dengan materi bahasa Inggris dan bahasa Arab, survival, mempelajari adat dan istiadat masyarakat Lebanon, bagaimana cara membantu masyarakat di sana dan terutama bagaimana membantu PBB dalam memulihkan perdamaian Timur Tengah, khususnya di wilayah perbatasan Lebanon dan Israel," jelasnya.

Dandim Yoga Cahya meminta seluruh masyarakat Mimika agar selalu mendokan keduanya dalam menjalankan tugas sebagai abdi negara.

"Kami minta dukungan masyarakat Mimika agar selalu mendokan keduanya dan seluruh kontingen Garuda Indonesia dalam menjalankan misi ini agar apa yang menjadi tugas dan pengabian mereka selalu dijalankan dengan penuh semangat dan profesionalisme dan terpenting selalu dalam lindungan Tuhan yang maha kuasa," harap Dandim. (Ronald/Tanto)

Tim TGPF Nyatakan Telah Selesai Kumpulkan Data dan Informasi Lapangan di Intan Jaya


Ketua TGPF, Benny J Mamoto

MIMIKA, BM

Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF), Benny J Mamoto mengatakan bahwa timnya sudah menyelesaikan tugas pengumpulan data dan informasi lapangan dalam rangka mencari kebenaran peristiwa yang terjadi di Intan Jaya beberapa waktu lalu.

"Terima kasih kepada TNI dan Polri yang telah memfasilitasi, mengawal dan mengamankan sehingga kami bisa melakukan tugas dengan maksimal. Selain itu terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan tugas ini," katanya saat ditemui di Hotel 66, Senin (12/10).

Benny Mamoto mengatakan dalam waktu dekat mereka akan segera membuat laporan kemudian menganalisa, evaluasi dan mengambil kesimpulan serta membuat rekomendasi-rekomendasi terkait aksi kekerasan di Sugapa, Kabupaten Intan Jaya pada Setember lalu.

"Jadi bagaimana isinya dan bagaimana hasilnya, itu tentunya kami harus melaporkan dulu kepada pimpinan sebagai penanggungjawab tugas kami," katanya.

Dengan data yang telah berhasil mereka rangkum, Benny berharap persoalan yang terjadi ditengah warga bisa diungkap dan diselesaikan dengan baik.

"Selama kami melaksanakan tugas di lapangan kita mendapatkan gangguan ataupun kendala teknis namun itu tidak menjadi masalah. Meskipun ada peristiwa memakan korban dari tim kami dan satu anggota dari satuan TNI," ujar Benny.

Kepada wartawan, Benny menjelaskan bahwa tim TGPF dibentuk oleh Kementerian Politik Hukum dan HAM berdasarkan perintah presiden.

Fokus utama tim adalah melakukan pengumpulan data dan informasi dari masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama serta pihak terkait yang melapor kepada presiden. (Ignas

Top