Nasional

Linangan Air Mata Menetes Deras Ketika Sang Saka Merah Putih Berkibar Dengan Megahnya

Foto bersama pasukan Paskribraka 76 Mimika dengan bupati dan wakil bupati Mimika

MIMIKA, BM

Pasukan pengibar bendera 76 sukses mengibarkan Sang Merah Putih di Sentra Pemerintahan Kabupaten Mimika SP3, Selasa (17/8) kemarin. Tangis haru pun memecah kesunyian usai mereka berhasil melakukan tugas negara ini.

Seluruh pasukan Paskibraka 76 ini tidak dapat menyembunyinkan kebahagiaan mereka. Air mata kebahagiaan menetes dan membasahi pipi mereka sembari saling memeluk dan berangkulan satu sama lain.

BeritaMimika mengabadikan momen indah ini karena ini merupakan cerita yang tidak akan pernah dilupakan seumur hidup mereka.

Menjadi pasukan pengibar bendera, bukanlah sebuah pilihan yang akan mendatangi semua orang terutama anak usia sekolah namun banyak hal yang menjadi penentunya termasuk keberuntungan. Punya koneksi sekalipun, tidak akan mudah tergabung dalam barisan ini.

Selain disiplin, kemampuan baris-berbaris yang mumpuni, mampu bekerja dalam tim, kesehatan, hingga tinggi dan berat badan serta attitude adalah semua faktor yang mempengaruhi seseorang dipilih sebagai bagian dari pasukan pengibar bendera merah putih. Semua ini menentukan termasuk faktor-faktor lainnya.

Satu hal yang paling ditakutkan oleh pasukan pengibar adalah kegagalan mereka dalam mengibarkan bendera.

Satu kesalahan kecil saja akan berdampak pada keseluruhan tim termasuk pelatih bahkan akan menjadi catatan hitam sepanjang hidup mereka.

Hal inilah yang kemudian membuat pasukan pengibar selalu mengutamakan fokus dan disiplin secara tim saat mengibarkan bendera.

Tidak heran, usai berhasil menaikan bendera merah putih di angkasa pada perayaan HUT 76 kemarin, tangis kebahagiaan dan sukacita terpancar dari wajah pasukan 76 beserta pelatih termasuk orangtua mereka.

Maria Martha Marshanda Way, siswi SMA N 1 kelas 3 sambil menitikkan air mata di hadapan wartawan BM, mengaku terharu dipilih sebagai pembawa baki dan berhasil mengibarkannya dengan sempurna.

"Terimakasih Tuhan. Saya sangat senang bersama teman-teman pagi ini (kemarin-res) sudah berhasil naikan bendera. Memang jadi anggota paskibraka ini sudah jadi impian saya sejak dulu dan terbukti hari ini saya jadi pembawa baki," ungkapnya.

Kebahagiaan senada juga disampaikan salah satu anggota paskibraka lainnya yakni Yanda Erlely, siswa SMA Taruna kelas 12. Ia merasa terhormat dipilih sebagai anggota paskibraka tahun ini.

Yanda bersyukur kepada Tuhan karena melalui momen ini, ia semakin membulatkan tekadnya untuk suatu saat nanti mengikuti tes polisi. Menjadi seorang polisi adalah cita-citanya yang terus ia bawa sejak masih kecil.

"Ini sudah jadi modal buat saya untuk tes polisi nanti kalau sudah lulus sekolah. Karena selama jadi Paskibraka kami dilatih fisik dan mental," ungkapnya.

Yanda dan Maria juga mengucapkan terimakasih kepada orangtua dan teman-teman serta para pelatih yang sudah mendukung mereka selama mengikuti pelatihan Paskibraka.

"Berkat dukungan mereka semua saya hari ini bersama dengan teman-teman sukses kibarkan Sang Saka Merah Putih. Kami bahagia sekali," ucapnya dengan senyum manisnya. (Ignas)

 

Ziarah Tabur Bunga Merupakan Wujud Penghormatan Kepada Pejuang

Danlanal Timika, Letkol (P) Deni Indra saat menaburkan bunga di Pelabuhan Pomako

MIMIKA, BM

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-76, Pemerintah Daerah Mimika bersama Forkopimda Mimika melaksanakan tabur bunga di Pelabuhan Pomako, Senin (16/8).

Kegiatan upacara tabur bunga digelar sebagai bentuk kecintaan terhadap pendahulu bangsa yang rela mengorbankan hidupnya dalam meraih dan mempertahankan kemerdekaan bangsa dari penjajah.

Sekda Mimika, Michael R Gomar mengatakan, bahwa upacara tabur bunga merupakan kegiatan rutin yang dilakukan oleh semua elemen pemerintah menjelang peringatan HUT RI di setiap tahun.

"Hari ini kita sudah selesai upacara tabur bunga, meski diguyur hujan tapi tetap berjalan dengan khidmat. Ini menunjukan semangat dan rasa patriotisme tetap berkobar dalam sanubari kita," ungkapnya.

Menurutnya, ziarah tabur bunga wajib dilakukan sebagai wujud penghormatan kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa dan raga demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Tabur bunga dipimpin Komandan Lanal Timika, Letkol (P) Deni Indra yang bertindak sebagai inspektur upacara. Selain Sekda Mimika Michael Gomar, hadir pula komandan satuan TNI/Polri se-garnizun Timika dan kepala OPD dilingkup Pemda Mimika. (Ignas)

PT Freeport Indonesia dan PT Chiyoda International Indonesia Teken Kontrak Kerja Sama EPC Proyek Smelter

Smelter PT Freeport Indonesia

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) dan PT Chiyoda International Indonesia baru saja menandatangani kontrak kerja sama untuk kegiatan Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) proyek Smelter Manyar milik PTFI pada Kamis, 15 Juli 2021.

Kontrak ini mencakup pengerjaan proyek pembangunan smelter berkapasitas 1,7 juta ton konsentrat per tahun serta fasilitas Precious Metal Refinery (PMR) di kawasan Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Gresik, Jawa Timur.

Penandatanganan kontrak kerja sama dilakukan oleh Direktur PT Chiyoda International Indonesia Naoto Tachibana dan Presiden Direktur PTFI Tony Wenas.

Penandatanganan juga disaksikan secara virtual oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ridwan Djamaluddin.

Hadir pula Chief Executive Officer (CEO) MIND ID Orias Petrus Moedak, President & Chief Financial Officer (CFO) Freeport-McMoRan Kathleen Quirk, Chairman Chiyoda Corporation Masakazu Sakakida, dan Chiyoda Corporation President Masaji Santo.

Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan penandatanganan kontrak ini menegaskan komitmen PTFI untuk membangun smelter, sesuai dengan kesepakatan divestasi tahun 2018.

"Di tengah berbagai tantangan pandemi COVID-19 yang dialami Indonesia dan seluruh pihak yang terlibat dalam proyek ini, kami terus melakukan penyesuaian agar kami dapat terus bekerja sambil tetap mengedepankan kesehatan dan keselamatan seluruh tenaga kerja serta masyarakat di sekitar area kerja,” ujarnya.

Direktur PT Chiyoda International Indonesia Naoto Tachibana juga menegaskan komitmennya untuk ikut berkontribusi bagi Indonesia melalui pembangunan Smelter Manyar.

Naoto berharap, pengalaman dan kepemimpinan Chiyoda sebagai salah satu perusahaan terkemuka di dunia akan membantu mewujudkan tujuan optimalisasi hilirisasi nasional.

Naoto juga mengungkapkan, penandatanganan kontrak ini menandai teguhnya komitmen PT Chiyoda International Indonesia untuk turut berkontribusi bagi bangsa dan negara Indonesia.

"Kami akan melakukan yang terbaik, memastikan proyek ini dapat kami selesaikan tepat waktu.” ujarnya.

Sebelumnya, penandatanganan kontrak kerja sama EPC ini sempat tertunda selama beberapa bulan akibat pandemi. Meski demikian, pengerjaan EPC di JIIPE terus berjalan, termasuk pengadaan barang long lead item, stripping, dan penyiapan area laydown untuk peralatan dan material konstruksi.

Selain itu, persiapan pelaksanaan vaksinasi COVID-19 pun tengah dilakukan di lapangan bagi para pekerja konstruksi. Vaksinasi akan dilakukan secara bertahap dan diproyeksikan akan membutuhkan sekitar 40 ribu dosis vaksin COVID-19.

Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Ridwan Indonesia, Djamaluddin menyambut baik penandatanganan kontrak antara kedua belah pihak.

"Penandatanganan ini menjadi energi positif di tengah berbagai tantangan yang sedang Indonesia hadapi. Pemerintah melalui Kementerian ESDM mendorong akselerasi dari proyek ini, dan akan terus bekerja sama dengan PTFI untuk membantu memastikan pengerjaan proyek ini dapat diselesaikan tepat waktu,” ujar Ridwan. (Red)

Top