Pendidikan

Rayakan Kelulusan, Sebagian Pelajar Mimika Konvoi Gunakan Motor, Cat Rambut Dan Pilox Seragam



Sebagian pelajar Timika merayakan kelulusan dengan berkonvoi di jalan raya

MIMIKA, BM

Hasil kelulusan pelajar SMA maupun SMK tahun 2022 telah selesai diumumkan pada hari ini, Jumat (3/5).

Berdasarkan pantauan wartawan BeritaMimika, para pelajar baik SMA maupun SMK dari beberapa sekolah yang sudah dinyatakan lulus, mengekespresika kebahagiaan mereka.

Perasaan euforia kelulusan itu dilakukan sebagian pelajar dengan mencoret-coret baju, mewarnai rambut serta melakukan konvoi menggunakan kendaraan roda dua.

Di Jalan Budi Utomo tepatnya depan Kantor Satlantas lama, terlihat segerombolan pelajar berkonvoi dengan menunggangi roda dua hendak menuju arah bundaran Timika Indah.

Namun sayangnya konvoi yang mereka lakukan sangat ugal-ugalan dan cenderung membahayakan pengguna jalan lain. Pasalnya konvoi para pelajar ini sangat meluas dan menguasai jalan sehingga sebabkan kemacetan.

Demi kelancaran arus lalu lintas dan kenyamanan bagi pengguna jalan lainnya, Satlantas Polres Mimika mengejar dan membunarkan mereka. Segerombolan pelajar memilih kabur dengan cara memasuki gang dan lorong.

Rian, salah satu pejalan kaki yang saat itu hendak melintas mengaku kaget terhadap aksi tersebut. Ia bahkan mengira sedang terjadi keributan di jalan.

"Saya kira ada keributan, soalnya banyak orang-orang keluar dari dalam rumah untuk melihat. Setelah saya pastikan betul ternyata anak-anak sekolah yang rayakan kelulusan itu takut lewat, karena ada polisi berdiri di tengah jalan untuk hadang mereka," ungkapnya. (Ignas)

Freeport Beri Bantuan Komputer dan Laptop Senilai Rp303 Juta Untuk Sentra Pendidikan

Foto bersama usai penyerahan bantuan

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia (PTFI) memberikan bantuan berupa komputer, laptop serta printer untuk kebutuhan guru dan siswa Sentra Pendidikan. 

Bantuan ini diberikan PTFI untuk menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan.

Penyerahan bantuan berlangsung di Sentra Pendidikan yang diserahkan langsung oleh Vice President Community Development PTFI, Nathan Kum kepada kepala sekolah SD, SMP dan SMA Sentra Pendidikan, Jumat (13/5/2022).

Kepala Dinas Pendidikan Jeni O Usmany dan Direktur Sentra Pendidikan, Arnold serta para guru, turut hadir menyaksikan penyerahan bantuan ini.

Bantuan komputer yang diberikan dengan total biayanya mencapai Rp. 303.000.000. Bantuan untuk SD Negeri Sentra Pendidikan berupa
1. PC Dell Inspiron 3381(core 1310100) = 5 set
2. Printer Kyocera ECOSYS M6030 = 2 set
3. LCD Projector Epson E500 = 1 set
4. NB Asus K413EQ (15) = 1 set

SMP Negeri Sentra Pendidilkan
1. PC Dell Inspiron 3381(core 1310100) = 5 Set
2. Printer Kyocera ECOSYS M6030 = 2 Set
3. LCD Projector Epson E500 = 1 Set
4. NB Asus K413EQ (15) = 2 Set

SMA Negeri Sentra Pendidikan
1. PC Dell Inspiron 3381(core 1310100) = 5 Set
2. Printer Kyocera ECOSYS M6030 = 2 Set
3. LCD Projector Epson E500 = 2 Set
4. NB Asus K413EQ (15) = 2 Set

Vice President Community Development PTFI, Nathan Kum dalam sambutannya mengatakan, banyak anak-anak Amungme dan Kamoro yang bersekolah di Sentra Pendidikan, maka PTFI melihat perlu ikut mendukung program-program pemerintah yang sudah ada di sini seperti SD, SMP dan SMA.

"Pendidikan ini penting untuk masa depan, untuk anak-anak Papua dan bangsa. Saya dapat laporan banyak yang berhasil dan banyak yang jadi pilot dan lainnya. Dan mereka adalah tamatan dari sekolah ini,”kata Nathan.

Ia juga mengatakan bahwa bukan hanya laptop, komputer dan printer saja namun sebenarnya bantuan lain juga bisa diberikan asalkan selalu tercipta koordinasi dan komunikasi yang baik guna membangun dunia pendidikan.

"Kami atas nama PTFI selalu mendukung program-program yang bermanfaat buat kita semua seperti pendidikan dan kesehatan dan untuk itu kita bisa berikan bantuan untuk pemerintah,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan Mimika, Jeni O Usmany mengatakan, ini merupakan bantuan kali kedua yanh diberikan oleh PTFI. Yang pertama adalah cat untuk sekolah dan kedua adalah pemberian perlatan komputer.

"Kami sangat berterima kasih dan mengapresiasi, memang sepertinya harus begitu karena kami pemerintah tidak bisa kerja sendiri karena yang kami urus itu banyak. Anak-anak sekolah juga tersebar di mana-mana dan kita tahu bahwa kita tergantung dari anggaran pemerintah,” tutur Jeni.

Mewakili pemerintah daerah, selaku pembimbing teknis, Jeni mengapresiasi dan berterima kasih serta menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada PTFI yang sudah peduli dan mau kerja sama dengan Dinas Pendidikan.

Ia juga mengatakan bahwa di Sentra Pendidikan terdiri dari 70 persen anak Amunge dan Kamoro serta 30 persen berasal dari suku kekerabatan lainnya.

"Tidak ada orang lain, Papua lainpun tidak ada. Artinya, di sini tidak ada bedanya dengan Sekolah Taruna Papua. Pemerintah menyiapkan fasilitas yang ada karena ini sudah beberapa tahun jadi butuh rehab sehingga kita butuh koordinasi dan kerja sama untuk bagaimana kita bisa menciptakan anak-anak asli dan mempersiapkan akademiknya. Tentunya dengan sarana prasarana yang baik menuju generasi yang lebih maju,” ungkapnya.

Menurutnya, Sentra Pendidikan telah banyak melahirkan anak negeri yang memiliki profesi di berbagai bidan. Ada yang sudah menjadi pilot hingga dokter sehingga ke depan diharapkan akan lahir ahli tambang dari sekolah ini.

"Orang bicara pendidikan harus ada indikator untuk mengukur. Tadi saya rapat dengan guru sentra untuk sudah mulai berfikir bagaimana mengkondisikan kegiatan pembelajaran di sekolah pada siswa untuk mendukung program merdeka belajar mencapai output yang kita harapkan,”tutur Jeni.

Kata Jeni, saat ini guru kerja bukan berorientasi pada hasil SDM semata karena membangun pendidikan adalah membangun peradaban.

"Pada saat kita gagal membangun pendidikan maka kita juga akan gagal membangun peradaban. Jadi sampai kapan pun orang tidak akan maju kalau kita tidak kerja dari sekarang. Dan itu yang menentukan paling utama adalah guru di dalam kelas,”jelasnya.

Lebih lanjut, Jeni mengatakan bahwa apa yang menjadi kepedulian Freeport untuk Sentra Pendidikan ini diharapkan akan terus berlanjut. Sebab, ini tugas bersama untuk mempersiapkan anak-anak putra daerah untuk mencapai hasil yang maksimal.

"Agar kedepan dimana pun dia ada dia bisa bersaing. Karena kita terus mempersiapkan pendidikan yang baik,” ungkapnya. (Shanty)

Sekolah Turunkan 5 Anak Kelas VI Ke Kelas V, Orangtua Marah Palang SD YPPK Aramsolki

Orang tua murid saat melakukan pemalangan pintu masuk SD YPPK Aramsolki

MIMIKA, BM

Selama beberapa hari ini, beredar video yang menunjukan bahwa ada sebagian orangtua melakukan pemalangan di sebuah sekolah.

Ternyata kejadian tersebut terjadi di Sekolah Dasar Yayasan Pendidikan dan Persekolahan Katolik (SD YPPK) Aramsolki, Distrik Agimuga Kabupaten Mimika.

Kepala Distrik Agimuga, Paulus Kilangin ketika dihubungi membenarkan kejadian tersebut. Ia mengatakan pemalangan telah dilakukan sejak Senin (9/5/2022) karena ketidakpuasan orangtua teehadap keputusan sekolah.

"Orangtua protes karena ternyata ada 5 anak yang sebenarnya sudah duduk di kelas VI tetapi kepala sekolah kasih turun mereka kembali ke kelas V sehingga mereka tidak bisa ikut ujian tahun ini," ungkapnya. 

Kilangin menyebutkan bahwa sikap sekolah mengambil keputusan tersebut karea katanya lima anak ini belum bisa membaca. Padahal mereka sudah kelas VI.

"Alasannya karena belum bisa membaca. Tapi yang sebenarnya adalah bahwa mereka ini sudah bisa membaca," ujarnya.

Kata Paulus, sejak Senin hingga Kamis (12/5/) hari ini, sekolah masih di palang oleh orangtua murid. Akibatnya, SD YPPK Aramsolki tidak dapat melaksanakan ujian kelulusan SD. (Ade)

Top