Optimalisasi Pendapatan Daerah, OPD Mimika Ikuti Rapat Koordinasi Khusus

Suasana Rakornas Pendapatan Daerah 2026

MIMIKA, BM

Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Mimika melakukan dan memimpin Rapat Koordinasi Khusus Pendapatan Daerah Tahun 2026.

Rapat ini dI hadiri belasan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemda Mimika yang merupakan penghasil PAD terutama retribusi daerah.

Rakorsus ini dihadiri Bupati Johanes Rettob, Wakil Bupati Emanuel Kemong, Sekda Abraham Kateyau, perwakilan DPRD dan dipimpin langsung Kepala Bapenda Mimika, Dwi Cholifah.

Di sela Rakor, Senin (18/5/2026) Kepala Bapenda, Dwi Cholifah kepada BeritaMimika mengatakan Timika merupakan kota besar sehingga OPD yang berhubungan dengan pelayanan publik harus inovatif, dan regulatif terutama dalam hal peningkatan viskal daerah.

Dwi mengatakan untuk meningkatkan viskal daerah maka OPD pengelola retribusi harus duduk bersama.

“Selama ini hanya rekonsiliasi data dan evaluasi per semester. Mulai sekarang kita bikin rapat, rapat koordinasi khusus pendapatan. Jadi lebih informatif antar pimpinan daerah, OPD dan lainnya,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, di Rakorsus ini OPD penghasil PAD menyampaikan latar belakang, realisasi tiga tahun terakhir, permasalahan yang dihadapi dan bagaimana solusinya.

“Kemudian untuk optimalisasi pendapatan ke depan mau bagaimana? Inovasi apa yang akan dilakukan. Ini yang sangat penting,” ujarnya.

Intinya, muara dari Rakorsus ini untuk retribusi dan peningkatan PAD sehingga Dwi mengatakan apa yang disampaikan oleh tiap OPD akan disimpulkan dan ditindaklanjuti dalam pertemuan berikutnya.

“Selama ini retribusi dari 11 OPD ini hanya kisaran 15-20 miliar. Kenapa gak bisa naik dan dalam pandangan kami tiap tahun seperti ini terus. Ternyata dengan pertemuan ini ada bayak hal yang bisa di update dan upgrade,” ungkapnya.

Menurutnya apa yang disampaikan tiap OPD dalam proses pertemuan ini akan ditindaklanjuti secara efisien.

“Ini akan jadi perhatian karena langsung dihadiri oleh bupati, wakil dan Sekda. Pada intinya muara kita adalah bagaimana memaksimalkan potensi penerimaan daerah,” terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong mengatakan setiap daerah memiliki kesamaan dalam standar penerimaan daerah.

Hanya saja bagaimana membangun daerah ini dengan memaksimalkan pendapatan yang dihasilkan adalah kuncinya. Terutama memaksimalkan penerimaan pajak dan distribusi pajak.

“Sebenarnya ada banyak peluang jenis pajak dan retribusi yang bisa kita kelola. Hanya saja sejauh ini masih pada level atas, tapi sampai ke bawa ini belum tersebut,” ujarnya.

“Jadi pertemuan ini merupakan upaya supaya bagaimana semua OPD pengelola distribusi bisa bergerak dan berjalan bersama melalui satu pintu sehingga pengaturan dan pengawasannya bisa terkontrol dengan baik,” ungkapnya.

Menurut Wabup Kemong, selama ini seakan-akan hanya Bapenda yang menjadi VIP dari penerimaan daerah. Maka itu perlu kontribusi dari OPD penghasil untuk ikut berperan aktif meningkatkan penghasilan daerah.

“Sehingga pendapatan daerah ini dari waktu ke waktu harus bisa meningkat. Itu saja harapan dari pertemuan ini. Kita harus saling mendukung. Kalau semua bisa bergerak bersama maka saya pastikan pendapatan itu akan berbeda dan meningkat,” tutup Wabup Kemong. (Ronald Renwarin)

Top