Inspektorat Mimika Gelar SPIP Terintegritas Tahun 2026

Foto bersama di sela kegiatan

MIMIKA, BM

Inspektorat Mimika menggelar Penilaian Mandiri Maturitas Penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) terintegrasi tahun 2026.

Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Bapenda, Senin (20/7/2026) dibuka secara resmi oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong.

Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong dalam sambutannya menyampaikan, penyelenggaraan SPIP bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif atau melengkapi dokumen birokrasi. SPIP merupakan instrumen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

"Melalui penerapan SPIP yang baik, pimpinan dan seluruh aparatur, memiliki keyakinan yang memadai, bahwa tujuan organisasi dapat tercapai sesuai prinsip pemerintahan yang baik," kata Wabup Kemong.

Oleh karena itu, penilaian mandiri maturitas SPIP, merupakan momen penting bagi setiap perangkat daerah, untuk mengukur secara objektif tingkat kematangan penyelenggaraan SPIP, di instansinya masing-masing.

"Melalui proses ini, kita dapat mengidentifikasi berbagai risiko, mengenali kelemahan, serta melakukan langkah-langkah perbaikan mencegah yang berkelanjutan, guna terjadinya penyimpangan dalam penyelenggaraan pemerintahan," tuturnya.

Wabup Kemong mengajak seluruh kepala perangkat daerah, beserta tim, untuk mengikuti proses penilaian ini dengan penuh kejujuran, objektif, dan tanggung jawab. Jangan menjadikan kegiatan ini sebagai formalitas semata, tetapi sebagai sarana evaluasi dan pembelajaran untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik serta memastikan pengelolaan keuangan daerah yang tepat sasaran, efektif, efisien, transparan, dan akuntabel.

"Saya minta Inspektorat agar terus memberikan pendampingan, pembinaan, dan pengawasan secara berkesinambungan kepada seluruh perangkat daerah, sehingga hasil penilaian benar-benar mencerminkan kondisi yang sebenarnya dan menjadi dasar dalam menyusun langkah-langkah berkelanjutan," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua panitia, Siska Sroyer dalam sambutannya mengatakan, tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman menyeluruh kepada seluruh aparatur mengenai konsep, prinsip, dan penerapan SPIP yang terintegrasi dengan manajemen risiko, perencanaan, penganggaran, pelaporan, serta fungsi pengawasan.

Membantu seluruh unit kerja menerapkan SPIP secara efektif agar mampu mendeteksi, mencegah, dan mengendalikan risiko yang dapat menghambat pencapaian tujuan organisasi.

"Menciptakan tata kelola pemerintahan yang baik, mencegah tindak pidana korupsi dan penyimpangan anggaran, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat. Menjamin penggunaan keuangan daerah yang transparan dan akuntabel, serta meminimalkan risiko kegagalan pelaksanaan program," pungkasnya. (Shanty Sang)

Top