Ini Hal Utama Yang Akan Dilakukan Mgr Bernardus Usai Ditahbiskan Jadi Uskup Timika
Prosesi pentahbisan Uskup Keuskupan Timika Mgr. Bernardus oleh Nunsius Apostolik Vatikan Untuk Indonesia, Mgr. Piero Pioppo
MIMIKA, BM
Mgr Bernardus Bofitwos Baru, OSA pada hari Ini, Rabu (14/5/2025) baru saja ditahbiskan sebagai Uskup Keuskupan Timika.
Pentahbisan dilakukan oleh Nunsius Apostolik Vatikan untuk Indonesia, Mgr Piero Pioppo di Gereja Katolik Tiga Raja Timika.
Dalam perayaan ini ada sejumlah ritus tahbisan Uskup yang dilakukan yakni pengajuan Uskup terpilih, pembacaan surat pengangkatan dari takhta suci, janji Uskup terpilih, penumpangan tangan dan doa tahbisan oleh para Uskup.
Selain itu, dilakukan juga ritus penjelas berupa pengurapan minyak krisma, penyerahan kitab Injil, pengenaan cincin, pengenaan mitra, penyerahan tongkat, menduduki tahta suci dan diakhiri dengan berkat perdana oleh Mgr Bernardus Bofitwos Baru, OSA.
Pentahbisan ini dihadiri oleh 36 uskup bersama ratusan pastor dan suster dari berbagai tarekat serta ribuan umat Katolik Timika. Sebelum Pentahbisan ini, pada Selasa (13/5/2025) telah didahului dengan perayaan Vesper Agung.
Pada perayaan Vesper Agung kemarin, ada tiga hal utama yang dilakukan yakni pengakuan Imam, pengucapan sumpah kesetiaan kepada tahta Apostolik dan pemberkatan lambang-lambang Epsikopal.
Sebelum perayaan tahbisan hari ini, beberapa waktu lalu, secara khusus kepada BeritaMimika, Mgr Bernardus Bofitwos Baru, OSA mengungkapkan hal pertama yang akan ia lakukan kepada gereja dan umat usai ditahbiskan menjadi Uskup Keuskupan Timika.
“Yang paling pertama adalah mendengarkan. Bicara dengan semua, baik orangtua, senior-senior, para tokoh, pastor dan suster. Mendengarkan semua. Dari situ akan dibicarakan oleh dewan harian dan tim pastoral untuk merumuskan langkah-langkah kedepan. Dan pastinya semua itu berkaitan dengan sinoda keuskupan,” ungkapnya.
Pada kesempatan ini, Uskup Bernardus Bofitwos Baru, OSA juga mengucapkan terimakasih kepada umat Katolik khususnya di Mimika atas doa dan harapan yang sudah didengar dan dijawab Tuhan.
“Terimakasih kepada seluruh umat Katolik atas doa dan harapannya. 5 tahun lebih (tanpa uskup) itu tidak gampang, namun umat terus berdoa sehingga Tuhan mendengarkan doa umat,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan umat bahwa membangun gereja tidak menunjukkan bahwa siapa yang hebat dan kurang namun semua adalah satu kesatuan dan punya peran masing-masing sesuai dengan talenta yang sudah diberikan oleh Tuhan.
“Harapan saya umat tetap bersemangat dan saling mendengarkan, bekerja sama dan saling mendukung satu sama lain. Ini yang penting,” lanjutnya.
Perlu diketahui, motto hidup sekaligus motto tahbisan imam Uskup Bernardus Bofitwos Baru, OSA adalah “Akulah pintu, barang siapa masuk melalui Aku ia akan selamat dan dia akan masuk dan keluar serta menemukan padang rumput," (Yohanes 10:9).
Sebelum menjadi Uskup Mimika, ia ditugaskan terakhir di Keuskupan Manokwari Sorong dari Ordo Santo Agustinus (OSA) dan selama tiga tahun terakhir, ia merupakan pengajar di Sekolah Tinggi Filsafat Teologi (STFT) “Fajar Timur” Abepura-Jayapura.
Saat berita ini dipublish, perayaan misa Pentahbisan masih saja berlangsung dalam keadaan khidmat dan sukacita. (Ronald Renwarin)



