Gereja Katedral Tiga Raja Mulai Dibuka, Seminggu 4 Kali Misa

Misa pertama, Sabtu (27/6) dipimpin Pastor Amandus Rahadat Pr

MIMIKA, BM

Setelah kurang lebih 3 bulan tidak ada perayaan misa bersama akibat pandemi Covid-19, Gereja Katedral Tiga Raja mulai hari ini, Sabtu (27/6) kembali dibuka dan telah menggelar perayaan ekaristi kudus untuk umat katolik paroki ini pada pukul 17.00 Wit.

Walau kegiatan peribadatan di gereja ini kembali dilangsungkan namun protokol kesehatan tetap menjadi hal mendasar yang harus dipatuhi semua umat. Gereja Katolik Tiga Raja telah menyiapkan semua hal yang berhubungan dengan penerapan aturan tersebut.

"Gereja Katedral sudah mulai buka sesuai arahan dari pemerintah dan kita sudah persiapkan semua penjunjang protokol kesehatan. Kami sudah siapkan semua baik itu petugasnya, tempat cuci tangan, alat pengukur suhu termasuk pengaturan jarak duduk dalam gereja. Sabtu (tadi-red) sore kami mulai buka misa bersama umat,"tutur Pastor Paroki Gereja Katedral Tiga Raja, Amandus Rahadat, Pr saat dihubungi BeritaMimika, Jumat (26/6).

Pastor Amandus menjelaskan, Gereja Katolik Tiga Raja menggelar 4 kali misa berdasarkan wilayah. Misa sabtu sore (dimulai hari ini-red) atau misa pertama untik wilayah Melkior.

Misa kedua hari Minggu pukul 07.00 Wit untuk umat wilayah Kaspar, pukul 10.00 Wit untuk wilayah Baltazar dan misa pukul 17.00 Wit bagi wilayah Keluarga Kudus.

Untuk misa pertama tadi sore, umat yang bukan berada di wilayah Melkior tidak diperkenankan masuk gereja. Setiap misa ada petugas wilayah yang berjaga sehingga dapat mengetahui umat di wilayahnya masing-masing.

Umat yang ingin mengikuti perayaan ekaristi juga harus mematuhi segala ketentuan yang telah disiapkan gereja dalam menghadapi kondisi pandemi Covid-19 saat ini.

Umat harus sehat, diukur suhu tubuh, wajib gunakan masker dan mencuci tangan sebelum masuk gereja.

Selain itu, yang boleh masuk gereja adalah anak-anak yang sudah komuni. Lansia dan yang memiliki penyakit bawaan termasuk umat yang sedang mengalami batuk dan pilek dilarang dan disarankan untuk tidak ke gereja.

Pengawasan ini akan diperketat oleh petugas gereja mulai dari pintu masuk hingga ke dalam gereja.

Ada 3 pintu gerbang yang disiapkan untuk umat. Gerbang pertama untuk yang naik ojek dan pejalan kaki. Kolekte juga disiapkan di gerbang ini sekaligus dilakukan pengukuran suhu tubuh dan pencucian tangan.

Sementara gerbang kedua disamping gereja untuk kendaraan roda 2 dan untuk gerbang 3 dibelakang gereja dikhususkan untuk umat yang datang dengan kendaraan roda 4.

"Untuk kapasitas di dalam gereja kita siapkan untuk 780 umat. Tempat duduk dibuat berjarak termasuk saat komuni. Kita tidak membuka untuk umum untuk menghindari sosial distancing, karena jika tidak maka gereja bisa penuh makanya kita bagi per wilayah. Kami berharap semua umat bisa memahami keadaan saat ini," ungkap Pastor Amandus Pr. (Shanty)

Top