OKIA Salurkan 100 Karung Beras untuk Warga Terkena Musibah Longsor dan Banjir

Bantuan sembako untuk masyarakat disentralkan di posko OKIA

MIMIKA, BM

Organisasi Kaum Intelektual Amungme dan Kamoro (OKIA) Mimika memberikan perhatian lebih kepada masyarakat Distrik Mimika Tengah dan Tembagapura yang terkena bencana alam banjir dan tanah longsor.

Bantuan untuk masyarakat Distrik Tembagapura yakni Jagamin, Baluni dan beberapa kampung lainnya telah diserahkan ke posko bantuan di Jayanti dan telah didistribusikan ke atas.

Sementara untuk Kampung Aikawapuka dan Miyoko di Mimika Tengah, OKIA sesuai rencana akan menyalurkannya pada esok hari.

Kepada BeritaMimika di posko OKIA, Yohannes Kemong mengatakan bantuan yang diterima OKIA didapatkan dari para donatur berupa sembako dan uang hingga pakaian bekas. Selain donatur, OKI juga secara langsung turun jalan melakukan penggalangan dana di beberapa titik.

Ia merincikan, bantuan dari Bapak Abraham Timang Rp 55 juta, Septinus Timang Rp 2 jutaIbu Eva Rp 4 juta, Diana Kelanagame 2 juta dan Gusti Takati Rp 500 ribu. Selain itu sebanyak Rp 2,7 juta merupakan hasil pencarian dana OKIA secara langsung pada Senin kemarin.

"Bapak Abraham Timang kasih cash ke kami 5 juta. Sedangkan 50 juta langsung dibayar ke toko sembako dan kami tinggal ambil sembako langsung dari sana," ungkapnya.

Adapun sembako yang dibeli adalah beras 25 kilogram sebanyak 100 karung, supermi 70 karton, sardines 50 karton, gulaku 20 karton, kopi senang 25 pak, minyak goreng 2 liter 25 karton, vitsin 25 pak, garam 25 bantal dan biskuit malkist sebanyak 25 karton.

Selain itu ada pula sumbangan pakaian layak pakai sebanyak 7 kantong plastik dan beberapa makanan ringan untuk anak-anak.

"Semua bantuan ini kami bagi dan distribusikan secara merata ke Baluni dan Aikawapuka. Untuk Baluni dan kampung-kampung di Tembagapura sudah diantar sementara ke Aikawapuka dan Miyoko, rencananya besok," jelasnya.

Dari dana yang terkumpul, Yohanes Kemong mengatakan sebesar Rp7,6 telah juta digunakan membeli bbm dan sembako pada waktu mengunjungi masyarakat di Aikawapuka dan Miyoko beberapa waktu lalu.

"Ketika dengar informasi waktu itu, beberapa anggota OKIA langsung turun ke dua kampung ini. Kondisi di sana sangat memprihatinkan. Motor laut yang kami pakai kebetulan punya anak OKIA jadi kami hanya beli bbm sedangkan sisanya kita gunakan beli sembako buat mereka. Kami janji kami akan kembali lagi, itulah mengapa kami harus buka posko bantuan untuk mereka termasuk untuk di atas," jelasnya.

Kemong menegaskan bahwa apa yang dilakukan OKIA untuk membantu meringankan penderitaan yang dialami oleh warga di Distrik Tembagapura dan Mimika Tengah.

"Bantuan seharusnya memang lewat pemerintah tapi kami sebagai anak negeri harus melakukan sesuatu untuk warga kami. Ini daerah Amungme dan Kamoro dan itu warga wilayah adat. Kami harus tunjukan rasa kepedulian kami sebagai anak negeri," ujarnya.

"Kita tidak perlu harus menunggu karena kalau menunggu lama, mereka di sana bagaimana? Mereka lapar dan menderita dengan kondisi yang ada. Kalau bukan kami, siapa lagi? Semua orang pasti akan peduli tapi kami harus memulai dulu dan lainnya pasti akan berikan perhatian yang sama," lanjutnya.

Hanya saja yang disayangkan OKIA, banyak anak negeri dengan ekonomi berkecukupan kurang menunjukan kepedulian mereka terhadap kondisi ini.

Ia berharap bukan hanya warga Amungme dan Kamoro namun masyarakat Mimika diminta untuk terketuk hati mereka akan keadaan ini.

"Kami berharap seluruh OKP, OK dan LSM, pengusaha, lembaga-lembaga terlebih Lemasa, Lemaso dan Yahamak harus punya hati dan peduli kepada masyarakatnya. Kalau bukan kita siapa lagi? Kita dulu nanti suku kekerabatan lain akan sayang kita. Bencana di tempat dan daerah lain, semua peduli. Tetapi di negeri sendiri, di gunung dan kali sendiri, di depan mata kita semua, kita kurang peduli," harapnya. (Ronald)

Top