Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, PTFI Gelar Environmental Expo

Foto bersama usai kegiatan

MIMIKA, BM

PT Freeport Indonesia menggelar Environmental Expo guna memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia di Halaman Graha Eme Neme Yauware, Jumat (16/6/2023).

Adapun 38 stand PTFI dari semua divisi serta 18 stand bazar ikut terlibat dalam Environmental Expo ini.

Tema hari lingkungan hidup Sedunia tahun 2023 yang diusung adalah "Beat The Plastic Pollution".

Direktur PTFI Claus Wamafma dalam sambutan mengatakan, hari lingkungan yang jatuh pada tanggal 5 Juni dirayakan secara global dan secara internasional.

"Sudah sejak tahun 2003 ada perayaan untuk memperingati hari lingkungan hidup sedunia. Jadi tidak hanya kita di Kabupaten Mimika tapi juga perayaan ini dilakukan di seluruh dunia," ungkapnya.

Claus mengatakan, perayaan ini menjadi momen bagi seluruh warga di dunia untuk diingatkan kembali pentingnya keberlanjutan, pentingnya merawat bumi untuk kehidupan yang lebih baik.

PTFI dalam rangka mendukung keberlanjutan lingkungan yang lebih baik dalam beberapa dekade terakhir melakukan upaya-upaya untuk memastikan bahwa operasi PTFI ramah terhadap lingkungan.

"Kita punya isu terkait dengan pemanasan global dan di PTFI dalam beberapa tahun terakhir ada banyak sekali upaya yang dilakukan untuk mengurangi emisi gas dan kita punya komitmen di tahun 2030 nanti itu akan berkurang 30 persen. Jadi apa yang sudah dilakukan hari ini banyak sekali konversi dari energi kepada listrik," terang Claus.

Katanya, pengoperasian PTFI ini banyak yang sudah dilakukan konversi dengan menggunakan listrik dan yang paling signifikan dan sedang berproses untuk menkonversi sumber energi adalah dari batu bara menjadi gas.

"Proses ini terus berjalan dan kita harapkan dengan waktu yang tidak akan lama lagi 2 tahun dari sekarang kita sudah punya energi yang lebih bersih," ujarnya.

Tidak hanya sampai di situ, PTFI juga melakukan beberapa upaya sejak beberapa tahun lalu di seluruh operasi PTFI yang mana sudah tidak lagi menggunakan air kemasan dalam botol.

"Karyawan Freeport bekerja tidak lagi minum air botol kemasan tetapi membawa tumbler," katanya.

Selain itu, pihaknya juga melakukan upaya-upaya pelestarian lingkungan dengan melepasliarkan satwa endemik liar yang dilakukan tahun ini dan 3 hari kedepan itu sebanyak 6.177 satwa yang direpratiasi dari Kalimantan Tengah, DKI Jakarta, Jawa Timur dan Bali.

Jadi, kata Claus, hewan-hewan satwa liar ini oleh tangan-tangan yang tidak bertanggungjawab dibawah ke Kalimantan Tengah, Bali, Jakarta sehingga dengan program PTFI membawa kembali ke alamnya di Timika.

"Dan ini terus kita lakukan termasuk hari ini kita lakukan kampanye terkait dengan Beat The Plastic Pollution," Ucapnya.

Ia mengatakan, bahwa pihaknya juga telah melakukan bersih pantai di Nabire dengan memberikan tambahan 500 tempat sampah.

Menurutnya, semua kampanya untuk merawat bumi ini tidak bisa diakukan sendiri, namun butuh kerja sama, kolaborasi dan butuh keberlangsungan.

"Keberlangsungan itu hanya akan terjadi kalau terjadi 2 hal, itu harus menjadi sebuah gerakan. Dan sebuah gerakan akan terjadi kalau terjadi pelibatan dari banyak pemangku kepentingan dan edukasi yang tidak pernah putus. Dengan 2 syarat ini kita bisa bicara terus terkait dengan kampanye untuk merawat bumi kita,"ungkapnya.

Sementara, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika Hendritte Tandiyono mengatakan, Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diselenggarakan setiap tanggal 5 Juni dimulai ketika Majelis Umum PBB tahun 1972 menetapkan 5 Juni sebagai Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada saat Konferensi Stockholm.

Program Lingkungan PBB (UNEP) telah mengumumkan Pantai Gading yang menjadi tuan rumah Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023 dengan tema Solusi untuk Polusi Plastik (Solutions to Plastic Pollution) dengan mengusung kampanye #beatplasticpollution.

Polusi plastik adalah ancaman nyata yang berdampak pada setiap komunitas di seluruh dunia. Diproyeksikan oleh UNEP bahwa pada Tahun 2040 akan terdapat 29 juta ton plastik masuk ke ekosistem perairan.

"Melalui Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2023, saya menyerukan semua stakeholders, untuk bersama sama menemukan dan memperjuangkan solusi untuk polusi plastik ini," tutur Hendritte.

Ia mengatakan, resolusi plastik ini merupakan langkah besar dalam upaya dunia memerangi polusi plastik, mengingat semakin mengkhawatirkannya permasalahan plastik yang ikut berperan dalam tiga jenis krisis yang melanda planet ini.

Pemerintah terus mengupayakan pengurangan sampah plastik. Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah telah melakukan berbagai pengaturan diantaranya penerbitan Undang-Undang No. 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, PP No. 81 Tahun 2012 tentang Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga.

Selain itu juga ada PP 27 Tahun 2020 tentang Pengelolaan Sampah Spesifik serta regulasi turunannya yang mengatur penanganan sampah mulai dari hulu sampai hilir, yang diberlakukan baik pada produsen, masyarakat umum, maupun pada pemerintah daerah.

"Pemerintah menargetkan bisa mengurangi sampah sebesar 30 persen di tahun 2025 dan dapat menangani tumpukan sampah sebelum ada kebijakan ini sebesar 70 persen pada 2025," ungkapnya.

Usai pembukaan, Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Mimika Hendritte Tandiyono didampingi Direktur PTFI Claus Wamafma dan VP Environmental PTFI Gesang Setyadi mengunjungi stand-stand. (Shanty Sang)

BERITA EKONOMI & PEMBANGUNAN

Top