Bassang : Saya yang Besarkan Mereka, Tapi Mereka Menjadi Yudas dan Thomas yang Tidak Punya Nurani

Mantan Wakil Bupati Mimika, Yohanis Bassang (Foto Google)

MIMIKA, BM

Perjuangan meraih kemenangan dalam politik tidak semudah kita membalikan telapak tangan. Pasalnya dalam politik, banyak faktor menjadi penentu kemenangan.

Dalam kancah politik, nama besar, track record, dukungan masyarakat hingga kekuatan uang dan berbagai faktor lainnya kadang tidak cukup.

Semua harus dapat dikolaborasikan dan dikemas sedemikan rupa menjadi sebuah kekuatan agar dapat meraih kemenangan itu.

Namun 'black note' seperti penghianatan dan musuh dalam selimut, yang lazim selalu ada dalam dunia politik biasanya menjadi batu sandungan dalam sebuah perjuangan politik.

Penghianatan dalam politik jika dilakukan oleh pihak lain, secara moral kadang tidak terlalu berpengaruh walau memiliki dampak. Namun penghianatan yang dilakukan oleh keluarga, orang yang dikasihi dan mereka yang pernah dibesarkan karena budi baik, terasa begitu menyakitkan dan sulit dimaafkan.

Pemenang Pilkada 2020 Toraja Utara yang juga merupakan mantan Wakil Bupati Mimika Periode 2014-2019 mengupas tuntas penghianatan yang ia rasakan oleh mereka yang dulu ia besarkan.

Kepada BeritaMimika, Senin (14/12) melalui telepon, Yohanis Bassang menuturkan ia tidak percaya dengan apa yang kelompok ini lakukan terhadapnya. Padahal mereka ini menjadi besar sebagai pengusaha, kontraktor, kepala sekolah, pejabat dan lainnya karena dirinya.

Bassang mengatakan, perjuangan Pilkada Toraja Utara yang baru saja diikuti bersama wakilnnya, Frederik V Palimbong merupakan 'Pilkada Keras' karena selain melawan incumbent, ia juga dibuat kelabakan menghadapi satu kelompok kekuatan yang dikirim dari Timika untuk menjatuhkannya.

"Pilkada Timika dan Toraja Utara masing-masing punya tantangan sendiri. Tapi kalau bertanding di Timika masih plong saya. Tapi yang menyedihkan di Toraja Utara ini adalah orang-orang yang saya besarkan dan memanusiakan mereka di Timika, pulang kampung dan balik melawan saya," sesalnya.

Bassang mengisahkan, berbagai cara mereka lakukan untuk menjegalnya. Bukan hanya itu, mereka berperan aktif dalam menghina, membully dan melawannya baik di media sosial maupun secara langsung dengan mempengaruhi masyarakat.

"Saya yang membesarkan mereka jadi orang besar dan hebat tetapi kenyataanya tidak ada belas kasihan mereka kepada saya atau mendukung saya. Mereka bahkan mau menggugurkan saya. Ini satu kenyataan pahit yang saya harus hadapi di Pilkada Toraja Utara, tapi bagi saya tidak apa-apa, Tuhan yang akan balas semua itu dan Tuhan yang tahu. Semua itu jadi kekuatan bagi saya," ujarnya tegar.

Sebagai mantan seminaris, Yohanis Bassang mengungkapkan bahwa dalam Alkitab juga telah dikisahkan tentang murid-murid yang menghianati Yesus.

"Saya tidak tahu apakah saya harus mengalami hal seperti ini tapi sebagai orang beriman, kita kembali lagi bahwa Tuhan Yesus juga dikhianati murid-muridnya. Mereka dari Timika inilah yang melanjutkan penghianatan itu. Mereka adalah keturunan Thomas dan Yudas," katanya.

Yohanis Bassang mengungkapkan bahwa semua orang memiliki kebebasan dalam berpolitik termasuk dalam memilih calon pemimpinnya. Hanya saja, cara yang dilakukan oleh kelompok dari Timika ini dianggapnya sangat keterlaluan dan seperti tidak memiliki hati nurani.

"Dimana hati nuranimu? Tapi tidak apa-apa, saya doakan mereka karena Tuhan yang tahu dan Tuhan yang balas itu. Saya akan simpan semuanya dalam hati sebagai pembelajaran dalam hidup. Fokus kami saat ini adalah memberikan yang terbaik untuk Toraja Utara. Masyarakat menaruh harapan di pundak kami. Yang terbaik akan kami lakukan untuk negeri ini. Sampaikan salam sayang saya buat semua masyarakat Mimika. Mimika akan selalu ada dalam hati dan pikiran saya," ungkap mantan Wabup Mimika, Yohanis Bassang. (Ronald)

Top