Covid Tidak Dapat Membendung Kerinduan Umat Menyambut Perayaan Natal


Kandang Natal di Gereja Katedral Tiga Raja

MIMIKA, BM

Indonesia dan dunia saat ini tengah mengalami badai pandemi Covid-19. Keadaan ini turut berpengaruh terhadap pelaksanaan perayaan Natal tahun 2020.

Perayaan Natal di gereja dibatasi sejumlah aturan protokol kesehatan termasuk pembatasan umat dalam mengikuti perayaan ini.

Namun pada kenyataanya, Covid-19 tidak dapat membendung kerinduan umat di Timika untuk merayakan kelahiran Yesus Kristus di Betlehem.

Kerinduan umat nasrani di Timika akan momen ini terlihat dari antusiasme mereka yang datang ke gereja-gereja walau diberlakukan pembatasan.

Mereka lebih memilih datang ke gereja daripada mengaminkan suasana saat ini dengan hanya merayakan perayaan Natal dari rumah.

Walau demikian, umat Protestan maupun umat Katolik yang datang ke gereja masing-masing terlihat begitu patuh menerapkan aturan protokol kesehatan dengan menggunakan masker.

Gereja-gereja di Timika juga terlihat begitu ketat dalam menerapkan protokol kesehatan dengan menyediakan tempat cuci tangan, membuat batasan dalam gereja hingga menyediakan masker gratis bagi umat yang mungkin didapati tidak menggunakan masker.

Di Gereja Katedral Tiga Raja, umat Katolik merayakan Perayaan Ekaristi Malam Natal dalam dua kali misa.

Misa pertama yang diadakan pukul 17.00 Wit dipimpin Pastor Tarsi L OFM dan Misa kedua pukul 19.00 Wit dipimpin Pastor Tarsisius Sina Lengari OFM yang didatangkan dari Lembata Flores NTT.

Dalam khotbahnya di Misa kedua malam Natal, Pastor Tarsisius Sina Lengari OFM mengingatkan uma Katolik Paroki Tiga Raja bahwa malam ini kasih Tuhan menunjukan dirinya kepada umatnya dan kasih itu adalah Yesus.

Di dalam Yesus, yang Maha Tinggi membuatnya menjadi kecil dan hina, seorang yang lemah dan rapuh supaya Ia dikasihi oleh umatnya.

"Dalam Yesus, Tuhan menjadi seorang anak, ia membiarkan dirinya dipeluk dan disambut oleh umat manusia. Ini merupakan sebuha pemberian diri dari Allah sendiri," ujarnya.

Ia mengatakan, Natal mengingatkan kita bahwa Tuhan terus mencintai setiap orang bahkan dia paling yang paling berdosa sekaipun.

"Tuhan berkata aku mencintaimu dan aku akan selalu mencintaimu karena kau berharga dimataku. Semua orang berharga di mata Tuhan sehingga kitapun harus memperlakukan semua orang di sekitar kita seperti yang Ia lakukan," ungkapnya.


Suasana Perayaan Malam Natal di Gereja Tiga Raja

Dikatakan, Tuhan tidak mencintai umatnya dari ukuran karena orang itu baik. Tuhan mencintai setiap orang tanpa batas. Penebusan ia berikan baik kepada orang yang berdosa maupun yang tidak berdosa.

Ia mengasihi umatnya secara total tanpa melihat kelemahan, kekurangan dan kerapuhan yang ada dalam diri umatnya.

"CintaNya itu tidak bersyarat, tidak pilih-pilih tidak bersyarat like dan disslike. Cinta Tuhan tidak bergantung pada anda katena Tuhan memberikan cintanya sempurna. Bukan karena anda baik dan tidak baik tapi karena dia sepenuhnya mencintai kita karena Dia adalah cinta," jelasnya.

Pastor juga meningatkan bahwa kadang banyak umat memiliki gambaran yang keliru dalam memahami cinta Tuhan. Sehingga kadang ia merasa bahwa ia tidak dikasihi Tuhan terutama ketika menghadapi badai kehidupan.

"Ketika kita mengalami kesukaran dan ruang gelap dalam hidup, hati semakin jauh dan tidak ada kehangatan kita akan menganggap dan mengatakan bahwa Tuhan tidak mencintai saya. Namun yang kamu harus sadari bahwa Tuhan tidak akan menyerah mencitaimu, apapaun yang ada dalam dirimu. Dia akan merebut anda," terangnya.

Pastor menjelaskan, walau dosa terus dilakukan semua manusia, namun Tuhan tetap mencintai umatnya. Tuhan selalu sabar dan cintanya tidak berubah. Dia setia dan sabar.

"Malam ini (malam Natal-red) merupakan sebuah anugerah terbesar yang kita terima seperti sebuah keluarga yang menantikan kelahiran seorang bayi.," katanya.

Melalui momen malam Natal, setiap orang diajak untuk menjadi rahmat, berkat dan hadiah bagi keluarganya dan semua orang yang ada disekitarnya.

"Dia adalah hadiah yang merupakan rahmat dan karunia yang kita dapatkan di malam natal ini. Tuhan adalah segala kemungkinan yang kita peroleh dengan cuma-cuma," urainya.

"Dia terlahir miskin dalam segala hal untuk memenangkan kita dengan kekayaan cintanya," lanjutnya.

Ia mengatakan kabar sukacita kelahiran Yesus disampaikan malaikat kepada gembala. Para gembala yang menerima kabar ini bukan orang kudus dan suci namun orang yang lemah dan banyak kekurangan. 

"Kita juga ada di dalam situ bersama dengan para gembala itu. Jangan pikir kita ini semua orang yang sempurna. Kita ada disana dengan segala kelamahan dan kekurangan kita. Saat Tuhan memanggil para gembala, Tuhan juga memanggil kita malam ini karena Dia mencintai kita. Kita diminta untuk membawa kabar sukacita ini kepada dunia," terangnya.

Dikatakan pada saat menerima kabar sukacita, Tuhan mengingatkan para gembala agar jangan takut. Ungkapan saat itu juga dinyatakan kepada umatNya melalui perayaan malam Natal ini.

"Tuhan katakan jangan pernah takut! Jangan hilang keberanian, jangan hilang kepercayaan dan jangan putus asa. Kabar sukacita kelahiran Yesus memberikan sukacita kepada kita. Sambut Dia dan terima dia sebagai anugerah dan jadikan dirimu sebagai anugerah bagi yang lain. Biarkan dirimu dipeluk dan disentuh Tuhan dengan penuh kerendahaan hati," ungkap Pastor Tarsisius OFM mengakhiri khotbahnya pada malam Natal. (Ronald)

Top