Olah Raga

57 Atlet Papua Tengah Bakal Berlaga di PON XXI Aceh-Sumut

Wakil Ketua I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Tengah Cessar Avianto Tunya,

MIMIKA, BM

Sebanyak 57 atlet dari Provinsi Papua Tengah akan berlaga di Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI yang berlangsung di Aceh-Sumatera Utara 2024.

Wakil Ketua I Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Tengah Cessar Avianto Tunya mengatakan, para atlet tersebut terdiri dari 30 atlet yang lolos melalui wild card, dan 27 lainnya merupakan atlet yang berasal dari kategori beregu maupun perorangan yang lolos melalui kualifikasi atau Pra PON XXI.

Untuk diketahui, kuota wildcard yang diberikan untuk PON XXI itu kuotanya 30 sesuai awal pembentukan KONI DOB, ternyata ada juga atlet yang lolos dari babak kualifikasi seperti Terbang layang, Muaythai, dan Taekwondo, serta Rugbi.

"Sedangkan 27 orang atlet terdiri dari 12 orang dari cabor Rugbi sementara sisanya adalah atlet kategori perorangan yang lolos juga melalui Pra-PON,"kata Ceasar saat ditemui, Rabu (6/3/2024).

Ceasar mengatakan, untuk pemusatan latihan tiap cabor yang lolos PON untuk sementara masih dilakukan secara mandiri.

Pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Ketua KONI Umum Papua Tengah, agar dalam waktu dekat dilakukan pemusatan latihan terpusat tingkat provinsi.

"Kita dalam waktu dekat akan koordinasi, karena TC (pemusatan latihan) lebih cepat lebih baik, beberapa daerah DOB juga sudah launching TC tingkat provinsi," ujarnya

Meskipun masih sementara dilakukan secara mandiri, ia berpesan agar atlet harus terus dalam kondisi siap berlaga dan melakukan latihan rutin.

"Tidak bisa kan latihan pas baru TC, karena itu tanggung jawab dia, prestasi kan untuk mereka (atlet), jadi kita juga sudah koordinasikan per cabor untuk terus melakukan TC mandiri," terangnya.

Ia juga menyebut lokasi pemusatan latihan terpusat kemungkinan akan dilakukan di Nabire, namun saat ini masih dikoordinasikan dengan cabor-cabor.

"Kalau yang cabor-cabor hanya satu dua orang tergantung fasilitas kalau ada di Nabire, mereka bisa di sana kalau tidak ada yah bisa gabung di Mimika," ungkapnya. (Shanty Sang)

Pecah Jadi Empat DOB, Sepak Bola di Papua Tidak Boleh Tertinggal

Ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman saat memberikan keterangan pers kepada awak media.

MIMIKA, BM

Sebelum dimekarkan menjadi empat Daerah Otonomi Baru (DOB), cabang olahraga sepak bola di tanah Papua sangat diperhitungkan oleh daerah-daerah lain, karena cabor sepak bola khususnya di Papua melahirkan banyak talenta-talenta berbakat dan sering meraih juara.

Oleh karena itu dengan dimekarkan atau sudah terpisah menjadi empat daerah, cabor sepak bola di Papua khususnya di empat daerah ini tidak boleh tertinggal.

"Ini harapan saya, karena pada saat Papua masih jadi satu cabor sepakbola (Papua) putra-putri ditakuti oleh daerah lain," ungkap Ketua umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Marciano Norman saat dalam konferensi pers yang digelar di Hotel Swiss Bell Inn Mimika, Kamis (25/1/2024).

Menurut Marciano, Babak kualifikasi PON XXI Aceh-Sumut 2024 khusus Daerah Otonomi Baru (DOB) di cabang olahraga futsal dan sepakbola kategori putra dan putri di Mimika sementara berlangsung berjalan dengan baik sejauh ini.

"Sehingga nanti ketika siapa yang lolos dalam babak kualifikasi ini tetap bisa bersaing di PON XXI Aceh-Sumut dengan provinsi lainnya," ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, Norman juga menyampaikan bahwa Mimika terdapat banyak venue olahraga berstandar nasional eks PON XX lalu, sehingga harus dimanfaatkan untuk membuat banyak even olahraga di Mimika.

"Kita harus manfaatkan dengan baik venue yang sudah dibangun, supaya bisa melahirkan atlet-atletnya," katanya. (Ignasius Istanto)

Pertama di Timika, Even Timika Night Run Diikuti 530 Peserta



Mustofa Abdulah, CEO 1945 ProdCom selaku penyelenggara bersama Aminudin, ketua panitia Timika Night Run saat memberikan keterangan pers kepada awak media

MIMIKA, BM

Untuk pertama kalinya Even Timika Night Run 2024 akan dilaksanakan di Mimika pada tanggal Sabtu, 27 Januari.

Walau baru pertama kali digelar namun even ini memiliki daya tarik memukau karena sebanyak 530 peserta sudah mendaftar untuk mengikuti even ini.

Para peserta selain merupakan warga Mimika  juga akan diikuti oleh peserta dari Jayapura termasuk warga asing (Expatriat) yang berdomisili di Mimika.

Timika Night Run ini diselenggarakan oleh 1945 ProdCom dengan mengusung tema Run, Party & Glow.

Pelaksanaan Timika Night Run merupakan acara yang dibuat khusus bagi masyarakat Mimika, didukung oleh PT Freeport Indonesia (PTFI), PT Intan Angkasa, Bugar Nutri Club, PT Jasti Pravita, POCARI SWEAT, Swiss-belinn Hotel, Marhani Digital, Horison Diana Hotel, Mulo, Diana Mall, Multindo, Lorenz Cafe dan MAC Car Wash sebagai sponsor.

Peserta Timika Night Run akan menempuh jarak 7 km, yang dimulai dari area Gelael Timika, Jalan Budi Utomo, Hasanudin, Yos Sudarso dan finish di Gelael.

Selain hadiah jutaan rupiah dan 100 medali untuk para finisher, peserta juga berhak mendapatkan kupon doorprize dengan hadiah utama 1 unit sepeda motor.

Mustofa Abdulah, CEO 1945 ProdCom selaku penyelenggara dalam jumpa pers dengan awak media menyampaikan bahwa tujuan dilaksanakan kegiatan ini adalah untuk menyongsong Mimika Dance Carnival 2024.

"Kegiatan ini merupakan karya anak Timika untuk Kabupaten Mimika, karena ide ini berawal dari kelompok kecil yang kemudian didiskusikan sehingga dilakukan kegiatan ini,"ungkapnya.

Menurutnya, even ini pertama kali digelar di Kabupaten Mimika dan mungkin juga yang perdana di tanah Papua.

"Ini menjadi tantangan buat kami melaksanakan kegiatan ini dan menjadi parameter keberhasilan kami di event-event selanjutnya," ujarnya.

Mustofa mengatakan bahwa awalnya mereka cukup pesimis untuk melakukan kegiatan ini, karena di Timika kegiatan biasanya berbayar sehingga sangat sulit untuk dilaksanakan.

"Tetapi saat ini membuktikan bahwa kegiatan berbayarpun jika dikelolah dengan baik dan jika dikonsep dengan baik ternyata bisa menarik peserta. Buktinya peserta sudah 530, artinya even ini bisa menarik para pecinta olahraga khususnya lari," ungkapnya.

Menurut Mustofa agar pelaksanaan berjalan dengan baik maka para meter keberhasilan di lari malam adalah zero accident.

"Artinya kami tidak akan mentolerir adanya kecelakaan, meskipun kecelakaan timbul bukan karena kami sehingga kami sudah mengantisipasinya," ujarnya.

"Seperti keamanan lintasan yang mana kita sudah libatkan kelompok masyarakat dan juga beberapa instansi serta beberapa organisasi lainnya. Untuk tindakan preventif sendiri untuk kecelakaan, kita sudah siapkan 5 mobil ambulance, bahkan kita juga sudah siapkan 4 titik pos air," sambung Mustofa.

Selain dari beberapa sponsor yang sudah mendukung kegiatan tersebut, Mustofa juga memberikan apresiasi atas dukungan dari Formi dan KONI Papua Tengah, Pengcab PASI Kabupaten Mimika dan Dispora.

Sementara itu ditambahkan Aminudin sebagai ketua panitia Timika Night Run, dalam kegiatan ini juga akan disajikan live perform musik baik dari dj lokal maupun Dj asal Batam, dan juga menampilkan para dancer lokal serta perform dari beberapa band di Timika.

"Ini sebagai bentuk dukungan untuk meramaikan kegiatan Timika Night Run," ujarnya. (Ignasius Istanto)

Top