Penerapan MBG Dua Hari Tanpa Nasi, Ketua Satgas MBG: Kita Fokus Evaluasi
Wakil Bupati Mimika Emanuel Kemong dan istri Ny. Periana Kemong mencicipi MBG bersama para pelajar
MIMIKA, BM
Arahan Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menerapkan kebijakan dua hari tanpa nasi, dengan mengganti karbohidrat menggunakan pangan lokal seperti ubi, singkong dan keladi. Hal tersebut untuk menyerap hasil bumi pedagang lokal sekaligus menggerakkan ekonomi petani.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Nabire mulai menerapkan kebijakan dua hari tanpa nasi tersebut.
Sementara itu, di Mimika, Wakil Bupati sekaligus Ketua Satgas MBG, Emanuel Kemong, menyambut baik konsep pemanfaatan pangan lokal. Namun ia menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah memastikan operasional program berjalan lancar sebelum menyusun regulasi khusus.
“Ganti nasi dengan bahan pangan lokal itu sangat baik, tapi sampai saat ini kita belum membahas hal itu. Kita fokus saat ini, bagaimana program yang sudah berjalan ini bisa berjalan dengan baik terlebih dahulu,”kata Wabup Emanuel.
Terkait wacana penerapan strategi serupa, ia menjelaskan, pemerintah saat ini menyiapkan evaluasi karena pangan lokal masih belum menjadi prioritas secara menyeluruh pada dapur MBG di wilayah Mimika.
“Kalau kita bicara efektif di Mimika mungkin efektif karena pangan lokal juga banyak kita temukan, tapi bagaimana untuk anak-anak. Apakah dapat menerima?,” jelas Kemong.
Maka itu, Wabup Kemong fokus dengan evaluasi sebelum melakukan pengembangan atau penyesuaian pola menu terhadap anak-anak di sekolah.
Namun dirinya tidak menutup kemungkinan mengadopsi strategi penyerapan komoditas lokal untuk menggerakkan ekonomi akar rumput.
“Penggunaan pangan lokal tetap menjadi salah satu opsi yang dapat dipertimbangkan ke depan setelah dilakukan evaluasi secara menyeluruh namun tentunya kita juga harus menyesuaikan dengan kebutuhan gizi siswa,” ungkapnya. (Shanty Sang)













