Sekda, Kadis Kominfo dan Kabag Humas Diminta Jadi 'Pemadam Kebakaran'

Sekda Mimika Michael R Gomar saat menjawab pertanyaan para wartawan dan pimpinan media
MIMIKA, BM
Untuk pertamakalinya Pemda Kabupaten Mimika melakukan pertemuan dengan seluruh Pimpinan Media dan Wartawan di Mimika.
Pertemuan yang dilangsungkan di Horison, Jumat (12/3) diprakarasai oleh Sekretaris Daerah Michael R Gomar yang baru saja dilantik pekan lalu.
Pertemuan bertajuk Media Gathering antara Sekda Mimika, Kadis Kominfo dan Kabag Humas ini dihadiri seluruh pimpinan media baik cetak, online maupun televisi dan radio.
Dalam pertemuan ini media-media di Mimika menyampaikan sejumlah uneg-uneg berupa masukan, saran dan pendapat serta kritikan termasuk beberapa apresiasi kepada Pemda Mimika.
Pertemuan ini walau tidak membahas kontrak kerjasama antar Pemda Mimika dan media di Mimika namun berlangsung hangat dalam suasana Kopi Bareng dan Live Music Bersama.
Ada lima hal utama yang disampaikan para pimpinan media yakni, Pemda Mimika jangan alergi terhadap kritikan, terbuka terhadap informasi dan jangan mengintervensi media dalam bentuk apapun.
Selain itu, Pemda jangan menganaktirikan media tertentu dan menganakemaskan media lain serta sesekali berikan kontribusi nyata sebagai wujud dukungan pemerintah terhadap keberadaan media di Mimika sebagai corong pembangunan.
Sekda Mimika Michael R Gomar mengatakan semua yang disampaikan para pimpinan media akan diteruskan kepada pimpinan daerah yakni Bupati Eltininus Omaleng dan Wabup Johannes Rettob.
Ia mengatakan selain menjadi bagian utama dalam pilar demokrasi, peran media sangat penting dalam pembangunan terutama dalam membentuk pola pikir dan pandangan masyarakat.
Ia juga akan menegaskan dan mengingatkan semua pimpinan OPD agar tidak alergi terhadap kritikan media karena menurut Gomar, kritikan yang disampaikan secara berimbang akan menjadi sebuah evaluasi sekaligus masukan yang baik dalam membangun Mimika.
"Tidak semua orang mudah menerima kritikan namun kritikan yang disampaikan secara berimbang dan terstruktur akan membawa sebuah perubahan yang lebih baik secara bertahap. Media punya peran yang signifikan dalam pembangunan di negeri ini," ujarnya.
"Kami tidak alergi terhadap kritikan dan akan terbuka terhadap informasi namun kritikan yang disampaikan harus dilandasi asas perimbangan karena adanya kritikan merupakan evaluasi bagi kami untuk selalu melakukan pembenahan demi Mimika lebih baik," lanjutnya.
Di akhir pertemuan ini, Pimpinan Media Online BeritaMimika, Ronald Renwarin meminta agar Sekretaris Daerah Michael R Gomar, Kadis Kominfo Abaraham Kateyau serta Kabag Humas dan Protokoler Moses Yarangga menjadi 'Pemadam Kebakaran' bagi pemerintahan yang saat ini dipimpin pasangan OMTOB.

Suasana pertemuan awak media dengan Sekda Mimika Michael R Gomar
Ketiganya diharapkan mampu menjadi pemadam terhadap semua hasutan, opini, tipu muslihat hingga kotor berbagai pihak terutama dari kalangan ASN yang ingin menceraikan dan mencederai kemesraan rumah tangga pasangan Bupati Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati Johannes Rettob.
Menurut Renwarin, apa yang disampaikannya mewakili sebagian besar harapan masyarakat Mimika yang ingin Mimika terus berkembang tanpa ada intervensi apalagi adanya sejumlah upaya yang masih saja ingin dilakukan oleh oknum maupun kelompok tertentu untuk memecah belah pasangan Omtob.
"Kaka bertiga harus menjadi pemadam kebakaran untuk setiap persoalan yang akan dan ingin meronggrong kepemimpinan Bupati Omaleng dan Wabup Rettob. Semua orang sudah capeh, bosan dan lelah dengan situasi itu. Kalau ada setan-setan yang ingin menggangu, kam tiga usir dan tendang mereka kasih keluar," ujarnya.
Renwarin menegaskan, Mimika saat ini sedang mempersiakan diri menuju dua perhelatan besar yakni PON XX dan Pesparawi Papua. Saat ini, Pemda Mimika juga tengah sibuk melakukan sejumlah pembangunan dan menjadikan negeri ini sebagai salah satu Smart City di Indonesia.
Selain itu banyak pekerjaan rumah yang masih terbengkalai sehingga harus diselesaikan Bupati Eltinus Omaleng dan Wakil Bupati Johannes Rettob sebelum periode keduanya berakhir karena semua itu merupakan janji politik kepada masyarakat Mimika.
Dengan demikian, Mimika tidak lagi memiliki waktu berleha-leha apalagi untuk mendengar 'celoteh-celoteh pembisik' yang menghancurkan namun Mimika saat ini butuh semua orang yang ingin membangun dan merawatnya dengan ketulusan, semangat dan perasaan yang sama.
"Siapapun itu kalau menyampaikan kritikan untuk pembangunan dan jalannya roda pemerintahan dengan cara yang baik, elegan dan bermartabat, semua akan menerimanya," ujarnya.
"Tapi jika dilakukan dengan cara provokasi, menghasut apalagi sampai mau memecah belah apa yang sudah dibangun dengan baik selama ini, maka pak Sekda, kadis Kominfo dan kabag Humas harus tampil di depan jadi benteng bagi keduanya. Ini bukan hanya permintaan masyarakat tapi ini juga permintaan kami awak media," tegasnya.
Pada kesempatan ini, Renwarin juga meminta kepada Dinas Kominfo agar memperhatikan pengelolaan website Pemda Mimika dan video thron termasuk selalu mengupdate pemberitaan seputar kegiatan Pemda Mimika.
"Website ini corong dan wajah pemerintah daerah. Jangan setiap saat website selalu gangguan, tidak dapat diakses dan jarang mengaupdate info terbaru. Jika kekurangan informasi, kutiplah dari media kami dan media yang lain," ujarnya.
"Rencana UKW untuk wartawan kalau bisa Diskominfo adakan kegiatannya tahun ini. Selama ini Pemda tidak memberikan kontribusi nyata kepada media di Mimika. Masalah UKW, hanya PTFI yang sudah pernah adakan bagi wartawan di Mimika sementara pemda tidak ada perhatian sama sekali," ungkapnya.
Sementara itu kepada Humas dan Protokoler Pemda Mimika, ia juga meminta agar Kabag Humas lebih membuka diri dengan para wartawan. Ia juga berharap setiap satu atau tiga bulan sekali dibuatkan release keseluruhan kegiatan OPD pemerintah daerah secara berkala agar diketahui masyarakat. (Red)






















