Gelar Musrenbang, Kwamki Narama Dapat Pesan Ini dari Kepala Bappeda Mimika

Kadistrik Kwamki Narama, Hence Suebu menyerahkan hasil usulan kegiatan Musrenbang kepada perwakilan Bappeda Mimika

MIMIKA, BM

Pemerintah Distrik Kwamki Narama Kabupaten Mimika menggelar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2011 di Rumah Bobaigo Keuskupan Timika, Rabu (17/3).

Musrembang ini dibuka Asisten I Bidang Pemerintahan Setda Mimika, Julius Sasarari didampingi Marlin Sikape, Kasubid Infrastruktur Bappeda dan Kadistrik Kwamki Narama, Hence Suebu.

Giat ini diikuti perwakilan dari 9 kampung dan 1 kelurahan, Bamuskam, pendamping Dana Desa, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda serta perwakilan dari TNI Polri yang bertugas di Kwamki Narama.

Sasarari mengatakan Tema Musrenbang tahun ini secara nasional adalah memulihkan ekonomi daerah demi kesejaateraan masyarakat dan pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Dijelaskan, dasar pelaksanaan Musrenbang adalah Undang-undang nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

Selain itu Peraturan Pemerintah (PP) No. 8 Tahun 2008 tentang Tahapan Tata Cara Penyusunan Pengendalian dan Evaluasi Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah.

Sasarari menjelaskan, Musrenbang adalah forum musyawarah tahunan untuk mengusulkan dan menentukan kegiatan prioritas pembangunan terutama di Distrik Kwamki Narama.

Hal utama yang ia ingatkan dalam Musrenbang adalah jangan membuat usulan kegiatan berdasarkan kepentingan pribadi atau kelompok namun usulan yang diajukan harus sesuai dengan keinginan masyarakat

"Jadi tiap usulan prioritas yang disampaikan harus juga dipilah dengan baik dengan kegiatan yang menggunakan Dana Desa sehingga tidak ada pendobelan. Usulan yang disampaikan inilah yang akan menjadi masukan awal sebelum masuk ke forum SKPD dan Musrenbang tingkat kabupaten," jelasnya.

Sarari mengisahkan sebelum hadir di giat ini, ia menerima pesan dari Kepala Bappenda Mimika, Yohana Paliling untuk menyampaikan kepada warga Kwamki Narama bahwa mereka memiliki potensi perkebunan dan pertanian yang menjanjikan untuk dikelola.

"Kepala Bappeda berpesan ke depan akan dibuat perkebunan pinang ekspor di Kwamki Narama sehingga harus diusulkan dalam Musrenbang ini namun pemerintah distrik bersama masyarakat harus menyiapkan lahan sehingga dimasukan dalam rencana yang akan datang, begitupun dengan hal lain," ungkapnya.

Usai kegiatan Kepala Distrik Kwamki Narama , Hence Suebu kepada BeritaMimika mengatakan program yang telah diusulkan dan dibawah ke Bappeda nantinya akan dikembalikan lagi ke distrik guna dilihat kembali dari sejumlah usulan itu, apa yang prioritas dan urgen.

"Penyelanggaraan Musrenbang di Distrik Miru kemarin sudah ditotalkan berapa program dan pagu anggarannya. Tapi di kami, nanti Bappeda kembalikan lagi untuk kami kroscek lagi mana yang prioritas baru dikembalikan lagi ke Bappeda. Ini sesuai dengan Permen 90," jelasnya.

Kepada BM ia juga menjelaskan beberapa program prioritas Distrik Kwamki Narama yang telah diusulkan diantaranya pembangunan penerangan jalan dari Kampung Landu Mekar hingga Matoa.

Pembangunan sarana pendidikan di SD Inpres I, pembuatan pagar dan ruang kelad SD Inpres Bintang Lima serta timbunan di SMPN 9, pagar dan timbunan puskesmas pembantu dan pembayaran tanah untuk pembangunan puskesmas baru.

Selain itu, pembangunan ruang tunggu di puskemas pembantu, peningkatan jalan 4 kilometer dari Kampung Tunas Matoa sampai kelurahan Harapan serta pengadaan sarana penunjang berupa komputer untuk guru di SD Inpres I dan SD Bintang Lima.

Sementara itu terkait permintaan Kepala Bappeda Mimika agar Kwamki Narama menyediakan lahan pinang ekspor, Hence Suebu mengatakan dalam waktu dekat akan mengundang kepala kampung dan tokoh masyarakat untuk duduk bersama membicarkan hal ini.

"Kami dari distrik sangat antusias sekali dengan adanya usulan program seperti ini. Dalam waktu dekat saya akan langsung tindaklanjuti usulan dari ibu kadis Bappeda," ujarnya.

Perlu diketahui, 9 kampung dan 1 kelurahan di Distrik Kwamki Narama pada Musrenbang ini mengusulkan 127 kegiatan atau program untuk 2022 nanti. 127 usulan kegiatan tersebut terbagi atas 66 kegiatan fispra, 39 giat ekonomi dan 22 kegiatan sosbud.

Sementara Pemerintahan Distrik Kwamki Narama mengusulkan 21 kegiatan yang terbagi atas 15 fispra, 1 kegiatan ekonomi dan 5 kegiatan sosbud. (Ronald)

Top